Siapakah Otak Dibalik Penjarahan Rumah Sri Mulyani, Masih Misterius, “Ada Kekuatan Besar Siluman”

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal pun membongkar banyak kejanggalan atas penjarahan rumah Sri Mulyani yang disebutnya dilakukan secara teroganisir. Rumah SM diduga menjadi target.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Jalal (Kiri) Ilustrasi (Kanan)

Jakarta, EDITOR.ID,- Rumah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dijarah massa ditengah aksi demo berujung kerusuhan di sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025. Namun misteri siapa otak dibalik penjarahan, hingga kini masih menjadi teka-teki. Siapa pelakunya? Kenapa mereka menyasar rumah Sri Mulyani. Kenapa mereka datang tengah malam diangkut memakai truk.

Sri Mulyani bukan pejabat yang namanya dituntut massa aksi pendemo di gedung DPR. Tapi kenapa rumahnya jadi sasaran. Apa motif dan tujuan otak pelaku menyasar rumah wanita tangguh di Asia versi Majalah Forbes ini.

Yang menariknya lagi, Sri Mulyani saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan, sebuah jabatan menteri yang strategis dan prestise. Anehnya kenapa penjagaan rumahnya tak ketat. Kenapa ia diperlakukan seperti itu. Apa motif dan maksud “orang-orang” itu mentarget rumah Sri Mulyani.

Padahal nama Sri Mulyani tak masuk sebagai pejabat yang dikritik dalam aksi demo di depan Gedung DPR. Tapi kenapa rumahnya dijarah?

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal pun membongkar banyak kejanggalan atas penjarahan rumah Sri Mulyani yang disebutnya dilakukan secara teroganisir. Rumah SM diduga menjadi target.

Hal itu disampaikannya lewat video yang diunggah di akun Instagram @dinopattidjalal pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dino Patti Jalal menduga penjarahan rumah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani melibatkan ‘kekuatan siluman’.

Kekuatan siluman yang dimaksud Dino adalah sebuah kekuatan tak terlihat yang menciptakan konspirasi untuk mengerahkan mobilisasi massa dengan menargetkan penjarahan rumah Sri Mulyani.

“Saya meyakini bahwa penjarahan terhadap rumah pribadi (mantan) Menteri Keuangan Sri Mulyani melibatkan tangan-tangan siluman,” ujar Dino.

Dino mengungkapkan terdapat sejumlah argumen yang menguatkan analisis tersebut.

Massa Penjarah Bisa Tahu Alamat Rumah Sri Mulyani

Kejanggalan pertama, kenapa massa penjarah bisa tahu alamat rumah Sri Mulyani.

Dino yang mengaku sudah mengenal baik Sri Mulyani selama 25 tahun tidak pernah mengetahui pasti rumah pribadi yang bersangkutan.

Tapi anehnya, lanjut Dino ratusan bahkan ribuan massa penjarah yang tidak mempunyai hubungan dengan Sri Mulyani tiba-tiba tahu alamat rumah Sri Mulyani dan mereka berbondong-bondong mendatangi rumah dimaksud.

“Berarti ada yang mencari informasi tersebut dan memberikannya kepada massa, dan ini berarti ada konspirasi,” imbuhnya.

Massa Penjarah Orang Luar Bukan Warga Bintaro

Kejanggalan kedua. Dino menyebut orang-orang yang menjarah rumah Sri Mulyani bukan berasal dari warga sekitar. Mereka kebanyakan berasal dari luar Jakarta yang diorganisir. Tapi kenapa mereka langsung mengarah ke rumah Sri Mulyani, bukan rumah tetangganya. Massa tersebut kok bisa tahu rumah Sri Mulyani.

Dia pun bingung orang-orang tersebut tidak menjarah tempat di sekitar rumah Sri Mulyani.

“Dan saya yakin sebagian besar, bahkan mungkin semuanya, tidak ada yang tahu bahwa yang mereka jarah itu adalah rumah Sri Mulyani,” ucap dia.

Dino menduga ada proses mobilisasi massa penjarah sebelumnya yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Massa Menjarah Rumah Sri Mulyani Saat Orang Terlelap Tidur Jam 1 Dinihari, Kenapa?

Kejanggalan ketiga, lanjut Dino, penjarahan dilakukan disaat orang sedang terlelap tidur pada jam 1 dinihari. Dan anehnya lagi ada massa lain kembali datang dalam gelombang kedua, dua jam setelahnya.

Dino mengaku situasi ini sangat janggal sekali karena pada waktu tersebut adalah untuk beristirahat. Artinya massa memang dikerahkan pada titik tertentu dan sudah dikondisikan.

“Ini berarti para penjarah sudah dikondisikan, diatur untuk bertemu pada titik tertentu, pada waktu tertentu, pada saat sedang sepi, di waktu malam, dan juga mungkin untuk menghindarkan clash dengan penduduk di sekitar rumah Sri Mulyani,” tuturnya.

“Dan ini otomatis berarti ada timeline yang sudah diatur dan ditetapkan sebelumnya, karena saya berpandangan bahwa penjarahan terhadap rumah Sri Mulyani ini merupakan aksi yang direncanakan dan direkayasa oleh kekuatan siluman,” ucap dia.

Dino pun meminta aparat penegak hukum maupun badan intelijen melakukan investigasi atas peristiwa janggal tersebut.

“Siapa yang merencanakan? Apa motivasinya? Siapa yang mengendarai truk-truk? Dan siapa yang membayar truk-truk tersebut? Siapa yang memberikan komando di lapangan? Saksi dan pelakunya banyak sekali. Video dan fotonya juga ada di mana-mana. Silakan tanyakan kepada mereka,” imbuhnya.

Sri Mulyani Bukan Koruptor Kenapa Ditarget?

Dino mengungkapkan alasan dirinya bersuara merespons kejadian nahas yang dialami Sri Mulyani karena Direktur Bank Dunia tersebut dikenal pejabat baik dan jujur.

Menurut dia, Sri Mulyani orang yang pintar, jujur, dan berintegritas. Kata dia, Sri Mulyani juga banyak memberikan sumbangsih baik untuk bangsa Indonesia, satu di antaranya adalah merintis dan membangun program beasiswa LPDP.

Sri Mulyani juga bukan pejabat yang namanya masuk dalam kritikan aksi demo. Tapi kenapa dia ditarget. Ada apa?

“Silakan kejar dan maki-maki para koruptor. Sri Mulyani bukan koruptor. Sri Mulyani adalah seorang idealis yang selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia dengan segala keterbatasan dan tekanan politik yang dihadapi,” tandasnya.

Sri Mulyani: Rasa Aman, Kepastian Hukum Sudah Tak Ada

Adapun Sri Mulyani sudah buka suara mengenai penjarahan yang menyasar rumah pribadinya.

Sri Mulyani mengatakan ada banyak yang hilang dalam penjarahan itu. Salah satu yang berharga adalah rasa aman, kepastian hukum, perikemanusiaan yang adil dan beradab.

Sri Mulyani mengungkap hilangnya semua rasa itu ketika menggambarkan suasana hatinya di saat lukisan cat minyak bunga miliknya raib digondol penjarah.

Lukisan dimaksud adalah karyanya 17 tahun lalu. Karya ia hasilkan dari perenungan serta kontemplasi diri. Lukisan itu, kata Sri Mulyani, sangat berharga dan menyimpan kenangan yang tak ternilai harganya.

Kesaksian Warga Saat Penjarahan

Warga mengatakan massa yang menjarah di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, bukan dari masyarakat sekitar. Saksi mata yang juga warga setempat, Olaf (34), menyebutkan penjarahan terjadi dua kali pada Minggu (31/8) dini hari.

“(Penjarahan) yang kedua itu 02.30 WIB. Gelombang pertamanya (pukul) 00.30 WIB,” kata Olaf di lokasi, Minggu (31/8).

Olaf menyebutkan jumlah massa lebih banyak saat gelombang kedua. Olaf memastikan pihak yang melakukan penjarahan bukan warga sekitar.

“Bukan orang sini, saya udah tanya itu. Anak muda. (Umur) 25 sampai 35-an lah. Masih muda,” ucapnya.

“Kalau dibilang untuk jumlah orangnya yang gelombang pertama sama gelombang kedua itu lebih banyak yang gelombang kedua,” tambahnya.

Olaf melihat massa yang menjarah membawa barang elektronik, baju, hingga alat makan dari rumah Sri Mulyani. Olaf menyebutkan, saat kejadian, hanya terlihat penjaga rumah Sri Mulyani.

“(Massa membawa) TV, lukisan, ya itu yang gelombang kedua aja bawa piring, bawa baju, dia teriak-teriak ‘ini nih, buat ibu gua’. Bawa piring. Ini piringnya tebel,” ujarnya.

Polres Tangsel Tetapkan 11 Tersangka Pelaku dari Tangsel

Polres Tangerang Selatan telah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penjarahan rumah Sri Mulyani.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang mengatakan para tersangka telah dilakukan penahanan.

“Dugaan pencurian dengan pemberatan dan perusakan yang terjadi di kediaman Ibu Sri Mulyani sampai hari ini yang ditangani oleh Polres Tangerang Selatan, kita sudah menetapkan 11 orang tersangka dan sudah kita lakukan penahanan,” kata Victor kepada wartawan, Senin (8/9/2025).

Dia mengatakan para tersangka berasal dari wilayah Tangerang Selatan hingga Jakarta.

“Bahwa 11 orang tersangka ini adalah pelaku aktif, kemudian mereka ini sudah dewasa, mereka ini memang sudah berniat untuk melakukan kejahatan dan terlibat aktif dalam tindak pidana tersebut,” pungkasnya. (*)

 

Leave a Reply