Ditambah, pemberlakukan penutupan selama 24 jam pada akhir pekan.
Setiap tamu yang hendak masuk ke kampung juga harus ditanya.
“Warga lewat tidak apa-apa, tapi kalau ada orang luar pasti akan ditanya.
Misal dari Jakarta, harus komunikasi dengan Puskesmas. Kami lebih berupaya pada titik-titik kecil di Kota Semarang,” ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mendukung upaya pemkot menutup jalan protokol.
Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Sebagai wakil rakyat, pihaknya menjadi jembatan antara pemerintah dan warga.
Sehingga, pihaknya turut melakukan berbagai upaya dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka lebih paham bagaimana melakukan pencegahan covid-19.
“Saya prinsipnya mendukung karena semua demi kebaikan bersama, demi memutus mata rantai penyebaran.
Intinya, penutupan jalan ini bisa mengurangi keramaian dan kerumunan masyarakat,” tuturnya. (dealova)












