Jakarta, EDITOR.ID,- Pesan yang mau disampaikan dari akun instagram @amal.jamaludin sebagai Migro dalam sebuah poster visual wajah yang tenggelam dalam lumpur atau sawit melambangkan kontras antara realitas bencana ekologis yang dirasakan masyarakat dengan fokus pemerintah.
Melalui pernyataan Presiden Prabowo Subianto dianggap terlalu mementingkan aspek ekonomi industri sawit, seolah mengabaikan dampak lingkungan dan kerentanan wilayah bencana.
Frasa “SAWIT HARGA MATI!” secara sarkas menyamakan urgensi sawit dengan slogan politik yang sering digunakan, untuk menyoroti prioritas pemerintah yang dinilai keliru oleh pembuat poster, mengkritik pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya industri kelapa sawit di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera baru-baru ini.
Konteks Pernyataan Prabowo: Saat bencana di Sumatera terjadi, yang oleh beberapa pihak seperti Jaringan Advokasi Pertambangan (JATAM) dan WALHI, dikaitkan dengan deforestasi akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit, Presiden Prabowo justru menyoroti peran strategis sawit sebagai “karunia” Tuhan yang bisa menjadi sumber energi (BBM) alternatif menjadi Biodiesel jika terjadi krisis global.
@amal.jamaludin dikenal sebagai seniman atau aktivis yang sering membuat karya seni politik satire.
Poster ini merupakan bagian dari diskursus publik yang mengkritik kebijakan industri sawit di Indonesia dan dampaknya terhadap lingkungan, terutama dalam konteks bencana alam di Sumatera
Sebagai pengkritik dari kalangan aktivis lingkungan, seniman disain visual dan media mengkritisi Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka menyatakan agar Indonesia tidak perlu takut untuk menambah lahan sawit dan tidak perlu takut dengan isu deforestasi yang dikritik oleh negara asing, karena sawit merupakan aset nasional.
Pernyataan Prabowo tersebut menuai kritik dari aktivis lingkungan ini, yang menganggap sikap tersebut berbahaya bagi lingkungan. Media seperti Betahita juga menerbitkan artikel berjudul “Kabinet Sawit untuk Indonesia kian Sakit: Kritik Pidato Prabowo”.
Istilah “harga mati” sendiri pernah muncul dalam konteks politik lain, seperti “Prabowo Capres Sudah Harga Mati” pada tahun 2022, tetapi tidak terkait dengan isu sawit oleh seniman Migro.
Ada juga laporan mengenai dugaan pembungkaman seni di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang melibatkan seniman lain, namun tidak menyebutkan nama Migro atau isu sawit secara spesifik.
Akun Instagram @amal.jamaludin dikenal sebagai milik seorang individu yang membuat desain dan ilustrasi dengan tema sosial dan politik, sering kali terkait isu-isu kemanusiaan seperti Palestina.
Karya-karyanya cenderung bernuansa aktivisme, meskipun ia lebih dikenal sebagai desainer atau seniman visual daripada aktivis politik formal.
Melalui unggahan di Instagram, terlihat bahwa karya-karya desainnya sering digunakan untuk menyuarakan dukungan terhadap isu-isu tertentu, seperti ajakan donasi atau solidaritas global, yang menunjukkan perpaduan antara ekspresi seni dan kepedulian aktivisme.
@amal.jamaludin seorang seniman disain visual yang dikenal karena karya-karyanya yang sarat dengan tema sosial dan politik, khususnya isu-isu kemanusiaan seperti Palestina.
Karyanya sering kali menampilkan perpaduan antara ekspresi seni dan aktivisme, digunakan untuk menyuarakan dukungan, solidaritas global, dan ajakan donasi.
Meskipun ia lebih dikenal sebagai seniman visual daripada aktivis politik formal, unggahan di akun Instagram-nya menunjukkan penggunaan desain sebagai alat yang kuat untuk advokasi dan kesadaran publik terhadap isu-isu kemanusiaan. ***












