Segudang Prestasi, Laksamana Yudo Margono Layak Panglima TNI

  • Bagikan
Laksamana Yudo Margono
Laksamana Yudo Margono

EDITOR.ID, Jakarta,- Marsekal Hadi Tjahjanto akan pensiun pada November nanti dan membuat rumor figur yang cocok menggantikannya mulai bermunculan. Salah satu calon yang santer diisukan punya peluang kuat adalah KSAL Laksamana Yudo Margono. Akan tetapi, apa saja keunggulannya untuk TNI?

Asri Hadi
Asri Hadi

Pengamat militer Asri Hadi mengatakan Laksamana Yudo Margono adalah sosok tentara lapangan dan serba bisa. Karirnya benar-benar bersinar berkat loyalitas pengabdian, kerja keras dan mampu menterjemahkan penugasan.

“Beliau Laksamana Yudo Margono sangat responsif dalam menjalankan pengabdian terutama bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” papar Asri Hadi yang juga pernah menjadi dosen Seskoal ini.

Dalam mengabdi sebagai garda terdepan penjaga NKRI sejumlah prestasi dan kerja keras mampu diwujudkan Laksamana Yudo Margono.

“Beliau sukses mengusir dan berada posisi terdepan di kisruh perairan Natuna yang diklaim sebagai wilayah China. Berulang kali ia memerintahkan kapal-kapal TNI untuk melakukan penegakan hukum di wilayah yang masuk hak berdaulat Indonesia tersebut,” ujar Asri Hadi.

Menurut Asri, dari jejak rekamnya, Laksamana Yudo Margono punya keunggulan jika nanti menjadi Panglima TNI untuk mengatasi masalah diperairan Indonesia. “Melihat Indonesia negara maritim Pak Yudo sangat pas menjadi Panglima TNI,” tegasnya.

Menurutnya, dinamika yang terjadi saat ini seperti laut Cina Selatan harus menjadi perhatian barisan keamanan Indonesia. Jadi, Panglima TNI dari AL bisa lebih maksimal mengatasi persoalan itu. “Tapi ancaman bukan hanya dari laut saja, bisa dari udara dan darat,” jelasnya.

Laksamana Yudo Margono juga banyak berperan strategis saat Indonesia “diserang” pandemi Virus Corona yang merebak di berbagai penjuru dunia.

Saat itu Yudo Margono menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabpad) dengan pangkat bintang tiga atau Laksamana Madya TNI.

“Beliau sukses memimpin operasi kemanusiaan pemulangan mahasiswa dan WNI dari Wuhan, Tiongkok. Beliau bekerja keras memimpin proses rehabilitasi di hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna,” kata Asri.

Yudo Margono saat itu ditugasi memimpin proses observasi hingga pemulangan. Yudo dan timnya berhasil menyerahkan 285 WNI kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi untuk selanjutnya menyerahkan mereka kepada keluarga masing-masing.

Yudo Margono juga sukses menyiapkan dan memimpin operasional Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Setelah beroperasi, Yudo juga dipercaya memimpin operasional RSD sampai akhirnya diserahkan ke Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono.

Begitu juga dengan RSD Pulau Galang, Yudo juga yang mengomandoi.

Saat menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Yudo Margono juga bekerja keras memimpin evakuasi 188 WNI dari Kapal World Dream ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta agar terhindar dari ancaman virus Covid.

Yudo Margono juga berhasil memimpin pembangunan rumah sakit (RS) khusus bagi pasien Corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. RS khusus untuk warga Indonesia, terutama bagi pekerja migran ini memiliki tiga helipad dan pelabuhan laut yang dapat dipakai dalam situasi darurat. RS ini bisa menampung pasien hingga 460 orang dan memiliki 241 tenaga medis dari TNI-Polri, Kemenkes, pemda, dan relawan.

Asri Hadi menilai bahwa Presiden Jokowi pasti punya pilihan sosok Panglima TNI nanti. Tinggal tunggu Presiden memutuskan siapa yang pas,” jelasnya alumnus Monash University Australia ini.

Jenderal kelahiran Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965 ini merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut angkatan ke-XXXIII/tahun 1988. Saat ini Laksamana Yudo Margono adalah seorang perwira tinggi TNI-AL yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut ke-27 sejak tanggal 20 Mei 2020. Sebelumnya, Yudo menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.

Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 75 Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020, #kepalastafangkatanlaut (kasal) #laksamanatni #yudomargono, S.e., M.m., Melaksanakan Inspeksi Kesiapan
Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 75 Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020, #kepalastafangkatanlaut (kasal) #laksamanatni #yudomargono, S.e., M.m., Melaksanakan Inspeksi Kesiapan

Karir pria asal Madiun, Jawa Timur itu diawali sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988).

Mengabdi di TNI AL, karier dan kehidupan Yudo banyak berada di lapangan menjadi komandan sejumlah kapal perang TNI AL, mulai dari KRI Ki Hajar Dewantara sampai ia jadi komandan kapal Fregat KRI Ahmad Yani.

Selepas KRI Ahmad Yani, pada tahun 2004, Yudo mulai menapaki karier di jabatan strategis. Ia menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) di Tual, dan pada tahun 2008 menjadi Danlanal di Sorong, Papua Barat.

Yudo mulai mendapat bintang saat menjabatan sebagai Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut di Belawan, Sumatera Utara. Dari Belawan, kariernya menanjak setelah ia menjabat sebagai Kepala Staf Komando Barat TNI AL.

Karier Yudo semakin menanjak ketika ia menjabat sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), pada tahun 2017 hingga 2018. Pada tahun 2018, Yudo yang sudah berpangkat Laksamana Muda meraih jabatan sebagai Panglima Komando Armada 1 (Dahulu bernama Panglima Komando Armada Barat).

Sebagai Pangkoarmada 1, Yudo terlibat dalam berbagai misi seperti pencarian bangkai pesawat Lion Air JT 160 yang jatuh di perairan Laut Jawa pada tahun 2019 yang lalu.

Prestasi itu membawanya menapaki jabatan baru pada tahun 2019. Yudo dilantik oleh Panglima TNI sebagai Pangkogabwilhan I. Kogabwilhan merupakan organisasi baru TNI untuk mengantisipasi tanntangan keamanan ke depan.
Pangkat Yudo naik jadi Laksamana Madya. Sebagai Pangkogabwilhan I, nama Yudo mulai dikenal publik secara Nasional.

Riwayat Karier di TNI AL

Komandan KRI Ahmad Yani 351
Komandan Lanal Tual (2004—2008)
Komandan Lanal Sorong (2008—2010)
Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011)
Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012)
Komandan Kolat Armabar (2012—2014)
Paban II Opslat Sops Mabesal (2014—2015)
Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016)
Kepala Staf Koarmabar (2016—2017)
Pangkolinlamil (2017—2018)
Pangarmabar (2018)
Pangarmada I (2018—2019)
Pangkogabwilhan I (2019—2020)
Kasal (2020—Sekarang)

Brevet :
Brevet Atas Air
Brevet Selam TNI AL
Brevet Kavaleri Marinir Kelas I
Brevet Hiu Kencana
Brevet Kopaska
Brevet Kesehatan TNI AL
Brevet Tri Media (Taifib)
Brevet PTAL (Denjaka). (tim)

 

 189 Total Pengunjung,  2 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan