Disebutkan, kepergian SMI masih belum sepenuhnya pasti, dan dalam tiga minggu ke depan, perubahan signifikan dapat mempengaruhi arah perombakan kabinet.
Sebelumnya, SMI telah membantah spekulasi mengenai kemundurannya, terutama pada Oktober lalu, ketika Presiden Prabowo memutuskan untuk tetap mempertahankannya dalam jabatan yang telah ia emban seltidaknya selama 14 dari 18 tahun terakhir.
Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak mengindikasikan bahwa Prabowo mungkin akan mempertahankan posisi SMI.
Namun, tulis dokumen tersebut, pada tahap ini, peluang SMI untuk meninggalkan jabatan tampaknya akan semakin besar.
Kabar reshuffle tersebut belum terkonfirmasi. The Asian Post yang mencoba menghubungi orang-orang dekat Presiden Prabowo, sampai berita ini diturunkan belum mendapat respon. (*)












