Jakarta, EDITOR.D,- Puncak mudik masih diwarnai kemacetan saat ribuan kendaraan meninggalkan Jabodetabek. Volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta dalam arus mudik Lebaran 2025 terus meningkat tajam. Diprediksi ada lebih dari 2 juta kendaraan meninggalkan kota Jakarta melalui empat gerbang tol utama.
Hingga H-5 Idul Fitri saja, tercatat sudah lebih dari 955.923 kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama.
Perjuangan pemudik menembus kemacetan panjang menjadi gambaran rutin pada perjalanan mudik Lebaran 2025 ini.
Hal ini dialami pemudik asal Depok, Jawa Barat, Y. Ia harus terjebak kemacetan panjang dan membutuhkan waktu lebih kurang 18 jam untuk bisa sampai ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.
Y pulang ke kampung halaman pada Kamis (27/3/2025) pagi, bertepatan dengan prediksi pemerintah soal puncak arus mudik lebaran tahun ini.
Y mengeluhkan rekayasa lalu lintas pada puncak arus mudik lebaran kemarin. Menurutnya, rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) untuk memecah kemacetan terlambat dilakukan Korps Lalu Lintas (Korlantas).
“Padahal sudah diprediksi puncak arus mudik kemarin, Kamis (27/3/2025). Tapi rekayasa lalu lintas one way baru dari Cikampek baru dibuka pada pukul 13.00. Pemudik sudah keburu menumpuk di Cipali (Tol Cikopo-Palimanan) sejak subuh. Parahnya lagi, sistem one way yang diterapkan dari Cikampek, malah diakhiri di Cirebon. Akhirnya 2 jalur one way macet semua,” katanya.
Diketahui, Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, contra flow, dan ganjil genap selama arus mudik lebaran mulai Kamis (27/3/2025).
Cipali Macet Parah Antrean Kendaraan Mengular
Memasuki Tol Cipali kemacetan terjadi sangat parah. Kendaraan terjebak macet mengular hampir tidak bisa bergerak. Akibat macet parah di Cipali, Y harus menghabiskan waktu di jalan kurang lebih 18 jam. Y mengatakan, Cipali belum pernah semacet itu sebelumnya saat periode mudik lebaran.
“Kami sekeluarga berangkat dari Depok Kamis pukul 09.00, masuk Cirebon pukul 19.00. Sampai di rumah (Solo) pukul 4 pagi hari Jumat,” katanya.
Korlantas Polri akan memberlakukan one way selama arus mudik Lebaran 2025 dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang.
One way diberlakukan dengan mengatur kendaraan hanya boleh melintas dalam satu arah tertentu.
Sistem tersebut biasanya diterapkan di jalanan kota yang padat, tol saat arus mudik dan balik, atau di kawasan tertentu untuk mengurai kemacetan. Selama arus mudik Lebaran, skema one way diberlakukan pada Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 WIB hingga Sabtu (29/3/2025) pukul 24.00 WIB.
Di sisi lain, Korlantas Polri juga akan memberlakukan penutupan jalur masuk dan pembersihan jalur dari KM 414 Tol Semarang-Batang sampai KM 70 Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (27/3/2025) pukul 12.00-14.00 WIB.
Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, One Way Diterapkan
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Jasa Marga, terjadi lonjakan lalu lintas hingga 13 persen dibandingkan kondisi normal.
“Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 hingga H-5 Idul Fitri 2025 mencapai 955.923 kendaraan,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (27/03/2025).
Jasamarga Berlakukan One Way Lokal di Tol Semarang Mulai KM 429 hingga 422 Arah Solo
PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) masih menerapkan jalan satu arah atau one way lokal di Jalan Tol Semarang mulai KM 329 hingga KM 422 arah Solo.
VP. Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo memastikan bahwa one way lokal ini telah diberlakukan sejak pukul 09.35 WIB.
“Atas diskresi Kepolisian Jasa Marga melakukan Oneway lokal di KM 429 Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C hingga KM 442 Bawen Jalan Tol Semarang-Solo pukul 09.35 WIB,” kata Ria dalam keterangannya, Jumat (28/3).
Sebelumnya one way diberlakukan dari KM 429 Jalan Tol Semarang A, B, C menuju KM 420 Gerbang Tol Banyumanik Jalan Tol Semarang-Solo arah Ungaran pada pukul 09.14 WIB.
Kemudian, one way diperpanjang dari KM 429 Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C menuju KM 430 Jalan Tol Semarang – Solo pada pukul 09.20 WIB.
Lebih lanjut, Ria memastikan bahwa volume lalu lintas kendaraan arah Ungaran dan Solo pada Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C mulai meningkat.
PT JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mengantisipasi perjalanan, memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup.
Lalu, mengisi data dan bahan bakar sebelum memulai perjalanan serta membawa bekal untuk menghindari kepadatan di rest area.
“Selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tutupnya.
Arus Kendaraan di Tol, Trans Jawa Paling Padat
Lonjakan arus mudik tercatat dari empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikupa (Merak), GT Ciawi (Puncak), GT Cikampek Utama (Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (Bandung). Dari keempatnya, jalur menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mengalami lonjakan tertinggi, mencapai 72,1 persen dibanding lalu lintas normal.
Berikut rincian volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta:
– Trans Jawa (GT Cikampek Utama): 282.994 kendaraan (+72,1%)
– Arah Merak (GT Cikupa): 284.373 kendaraan
– Arah Bandung (GT Kalihurip Utama): 186.768 kendaraan
– Arah Puncak (GT Ciawi): 201.788 kendaraan
Dengan lonjakan ini, kepadatan di ruas tol utama semakin terasa, terutama di jalur menuju Trans Jawa dan Bandung.
Rekayasa Lalu Lintas: One Way Lokal Diberlakukan
Pada H-4 Lebaran, kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek meningkat tajam. Menyikapi hal ini, Korlantas Polri memberlakukan sistem one way lokal untuk mengurai antrean kendaraan.
“Karena peningkatan arus cukup tinggi, parameter di radar di Km 71 sudah cukup untuk dilakukan one way lokal,” jelas Irjen Agus dari command center Km 29.
Kakorlantas menegaskan bahwa Contra flow telah diterapkan sejak pagi, namun karena arus masih padat, pihaknya mengambil langkah tambahan dengan one way lokal dari Km 70 hingga Km 188.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kapolri serta Jasa Marga. Clearance sudah selesai, kurang lebih 10 menit lagi kami akan mulai menerapkan one way lokal dari Km 70,” tambahnya.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Dengan peningkatan volume kendaraan yang terus terjadi, puncak arus mudik diperkirakan akan berlangsung pada H-3 dan H-2 Lebaran. Para pemudik diimbau untuk memanfaatkan informasi rekayasa lalu lintas yang berlaku dan mengatur perjalanan dengan bijak untuk menghindari kemacetan ekstrem.
PT Jasa Marga (Persero) melalui PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mencatat sejak H-10 hingga H-3 Lebaran tercatat sebanyak 321.165 kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ).
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC Desti Anggraeni mengatakan, angka tersebut meningkat sebesar 56.63 persen jika dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 205.042 kendaraan.
Adapun ada hari Jumat (28/03) atau H-3 Lebaran, PT JJC mencatat sebanyak 50.923 kendaraan telah meninggalkan Jakarta atau meningkat sebesar 64.68 persen dari lalu lintas normal yaitu sebanyak 30.922 kendaraan.
“Peningkatan volume kendaraan masih terus berlangsung, tercatat total volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melewati Ruas Jalan Layang MBZ sejak H-10 s.d H-3 Lebaran sebanyak 321.165 kendaraan,” kata Desti dalam keterangannya, Sabtu (29/3).
Lebih lanjut, Desti mengimbau pentingnya keselamatan bagi pengguna jalan. Salah satunya, mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.
Selanjutnya, pastikan pengemudi dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya dan BBM. “Bagi Pengguna Jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas bila terjadi kepadatan lalu lintas” lanjut Desti.
Sebelumnya, pada H-4 Lebaran yang jatuh pada 27 Maret 2025, PT JJC mencatat ada 55.377 kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Tol MBZ atau meningkat sebesar 145,88 persen dari lalu lintas normal sebanyak 22.522 kendaraan.
Sedangkan secara kumulatif sejak H-10 sampai dengan H-4, sebanyak 275.419 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Tol MBZ. Angka tersebut meningkat 58,18 persen dari lalu lintas normal sebanyak 174.120 kendaraan.
Terakhir, guna mengetahui informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol dapat diakses melalui One Call Center 24 Jam Jasa Marga Group di nomor 14080, Twitter @PTJASAMARGA serta aplikasi Travoy 4.4 untuk pengguna iOS dan Android. (tim)












