Prabowo: Tak Ada Pejabat Kebal Hukum!

Prabowo memerintahkan para penegak hukum mulai Kejaksaan Agung, KPK, Polri, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menindak tegas koruptor-koruptor yang tidak kunjung tobat dan menyengsarakan rakyat.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengarahan kepada para Komandan Satuan (Dansat) TNI di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 7 Februari 2025. Foto : BPMI/ Setpres

Surabaya, Jatim, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum di Indonesia. Ia sekaligus mengingatkan para pejabat negara yang masih melakukan korupsi.

Hal ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat sambutan pada pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Jatim Expo Surabaya, Senin (10/2/2025) sore.

“Saya tegaskan di sini, tidak ada yang kebal hukum di negeri ini,” kata Prabowo.

Dia mengatakan, masih ada pejabat yang melakukan korupsi.

Dia juga menyatakan bahwa sudah berulangkali memperingatkan dan mempersilakan penegak hukum untuk menjalankan tugasnya jika masih ada yang korupsi.

Dalam sambutannya, Prabowo memerintahkan para penegak hukum mulai Kejaksaan Agung, KPK, Polri, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menindak tegas koruptor-koruptor yang tidak kunjung tobat dan menyengsarakan rakyat.

“Kalau masih bandel, Jaksa Agung, KPK, BPK, silakan,” kata Prabowo.

Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan wahai para koruptor untuk sadar dan mengembalikan apa yang telah dicuri dari uang rakyat pada 100 hari pertama pemerintahannya.

“Sudah 100 hari, mbok sadar, mbok bersihkan diri ya kan. Mbok kembalikan yang kau curi wahai koruptor-koruptor, mbok kembalikan untuk rakyat,” ujar Prabowo seperti disaksikan dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Kalau malu-malu nanti kita cari cara yang enggak malu. Tetapi mbok ya kembalikan. Saya tunggu 100 hari, 102 hari, 103. Hari ini sudah 100 berapa hari ya, apa boleh buat ya terpaksalah jaksa agung, kapolri, BPKP, KPK silakan (ditindak tegas),” imbuhnya.

Prabowo menyampaikan perintah itu sebagai tindak lanjut setelah beberapa waktu lalu sudah memberikan peringatan kepada para koruptor agar mengembalikan hasil korupsi.

Prabowo juga mengatakan langkah tegas harus diambil untuk menindak para koruptor karena masyarakat Indonesia saat ini sudah jengah dan tidak lagi bisa dibohongi.

Dengan dukungan dari rakyat, Presiden Prabowo merasa jeratan hukum diperlukan agar kekayaan yang dimiliki Indonesia tidak lagi disalahgunakan.

“Saya nangkap di mana-mana rakyat kita sudah tidak mau lagi membiarkan kekayaan rakyat diambil terus. Saya benar-benar saya merasa mendapat kekuatan hari ini dan hari-hari setiap saat saya turun melihat rakyat di mana-mana dan saya ke mana-mana. ujar Prabowo dalam pembukaan Kongres Muslimat NU 2025.

“Saya merasakan rakyat itu menangkap rakyat Indonesia sudah tidak bisa dibohongi lagi,” tambahnya.

Dengan begitu, lanjut Prabowo, setiap langkah yang dikerjakan bersama Kabinet Merah Putih dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi rakyat.

Leave a Reply