Jakarta, EDITOR.ID,- Angkatan Laut Indonesia kian menakutkan bagi musuh usai PT PAL, industri pabrik kapal Indonesia berhasil membangun kapal selam tak berawak yang diberi nama Kapal Selam Otonom KSOT-008. Kapal ini mampu menyelam dalam kedalaman tertentu dan menembakkan rudal dari dasar laut.
Saking canggihnya teknologi yang dimiliki “Hantu Laut” ini sampai Presiden Prabowo Subianto harus ikut memonitor secara langsung uji tembak torpedo KSOT-008.
Uji coba tembak Torpedo digelar di Perairan Dermaga Madura, Markas Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Presiden mengikuti uji tembak tersebut selaku ketua Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Di lokasi uji tembak, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan proses sejak torpedo disiapkan sampai diluncurkan dari KSOT. Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo selaku penentu pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis memonitor jalannya uji tembak torpedo piranha hari ini.
”Penembakan (torpedo dari) kapal selam autonomous yang kita kenal dengan KSOT, perlu saya informasikan kepada teman-teman media bahwa hari ini presiden mengikuti langsung melalui teknologi komunikasi mengenai pelaksanaan penembakan torpedo dari KSOT,” ungkap Sjafrie.
Sosok Hantu Laut KSOT-008, Kapal Selam Tak Berawak Pertama di Dunia
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, kapal selam otonom tanpa awak (KSOT) itu diperkenalkan dengan nomor lambung KSOT-008. Kapal selam buatan PT PAL Indonesia itu disebut memperkuat jajaran alutsista TNI.
KSOT-008 disebut mampu menjelajah di bawah permukaan air dalam waktu 72 jam, memiliki kecepatan jelajah maksimal 20 knot, serta memiliki jangkauan maksimum 200 nautical mile.
Sebagai kapal selam untuk tujuan militer, persenjataan yang dibawa juga tidak main-main. KSOT-008 disebut dapat dibekali dengan 6 torpedo Black Shark, rudal Exocet, serta dilengkapi alat navigasi yang canggih.
Dengan 70% wilayah Indonesia berupa laut, kehadiran kapal selam otonom seperti KSOT-008 menjadi solusi strategis untuk memperkuat pertahanan maritim nasional.
Selain memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, teknologi kapal selam autonomous juga masih jarang dimiliki bahkan oleh negara-negara maju, menjadikan inovasi ini tonggak penting dalam sejarah industri pertahanan Indonesia.
Uji Coba Tembak KSOT-008
Usai uji tembak KSOT-008 di perairan Madura, Sjafrie menyatakan bahwa dirinya bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod langsung melakukan evaluasi teknis. Hal itu dilakukan agar KSOT itu bisa diproduksi dengan berbagai penyempurnaan.
”Tadi, saya, panglima, Kepala Staf Angkatan Laut, dan dirut PT PAL sudah mengadakan satu evaluasi teknis. Kami menyimpulkan bahwa Kementerian Pertahanan melaporkan kepada Pak Presiden selaku penentu alutsista strategis dari TNI bahwa kita perlu 30 kapal selam autonomous untuk menjaga choke point yang ada di perairan nasional kita,” kata Sjafrie.
Tidak hanya 30 unit KSOT, Sjafrie juga menginginkan agar alutsista tersebut diproduksi bersamaan dengan torpedo piranha yang sudah diuji tembak hari ini.
Sjafrie menyatakan bahwa Presiden Prabowo mendukung penuh pengembangan dan produksi KSOT oleh PT PAL Indonesia. Kepala negara ingin pengembangan dan produksi tersebut berjalan sukses.
”Beliau (Presiden Prabowo) sebagai ketua Dewan Pertahanan Nasional sangat memberi perhatian khusus kepada pembangunan kekuatan TNI sampai kepada hal-hal yang teknis. Kita semua ada di sini, Pak Presiden dari Jakarta, baru saja mengikuti penembakan KSOT. Pesannya harus sukses dan harus berhasil. Ini adalah pekerjaan keras kita semua,” ujarnya.
Kapal Selam KSOT-008 Muncul di Peringatan HUT TNI ke-80
TNI Angkatan Laut resmi memperkenalkan ke publik kapal selam tanpa awak atau autonomous submarine KSOT-008 saat perayaan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kapal selam autonomous dengan identitas KSOT-008 dan logo PT PAL itu tampil bersama barisan alutsista TNI saat defile di halaman Monas.
Kapal selam canggih ini merupakan hasil karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia (Persero), menandai langkah maju industri pertahanan maritim nasional menuju era teknologi tanpa awak.
Berbeda dari kapal selam konvensional, KSOT-008 berukuran lebih kecil namun dibekali sistem persenjataan lengkap, termasuk torpedo dan rudal exocet.
Mengutip penjelasan PT PAL Indonesia pada Senin (6/10/2025), kapal selam ini dikembangkan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan pertahanan asal Jerman, Diehl Defense, yang dikenal sebagai produsen rudal bawah air. ***










