Prabowo Minta Diusut Tuntas Siapa Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Prabowo Jamin Tak Beri Perlindungan Prajurit TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus

Presiden RI Prabowo Subianto Foto : Youtube Setpres

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden RI Prabowo Subianto meminta TNI mengusut tuntas hingga dalang intelektual dibalik peristiwa insiden penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Prabowo menegaskan aksi penyiraman air keras oleh oknum, merupakan tindakan kriminal serius yang dapat dikategorikan sebagai terorisme.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3). Prabowo secara tegas mengecam keras aksi tersebut.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut,” tegas Prabowo.

Ia menekankan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Aparat penegak hukum, harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut, termasuk pihak yang memerintahkan dan mendanai aksi tersebut.

Prabowo juga menegaskan bahwa negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia memastikan, jika terdapat keterlibatan aparat dalam kasus tersebut, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.

“Tidak akan ada impunitas. Saya menjamin,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, komitmennya adalah menegakkan hukum dan memastikan Indonesia tetap menjadi negara yang beradab.

“Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” tegasnya.

Prabowo tegaskan ia dipilih oleh rakyat dan harus membela rakyat.

“Saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat. Tapi kita harus waspada. Saya minta kasus ini diusut benar sampai ke aktornya,” pungkas Prabowo.

Sementara itu, beberapa hari setelah kejadian, Polri bersama Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyampaikan bahwa para terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara. ***

Leave a Reply