Prabowo Berpeluang Besar Tumbangkan Ganjar, Anies Terancam Gagal jadi Capres

Menurut Vivin, pilihan Ganjar untuk tunduk pada arahan PDI Perjuangan terkait Piala Dunia U-20 memberikan konsekuensi elektoral dengan merosotnya elektabilitas secara tajam.

Jakarta, EDITOR.ID,- Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto punya peluang besar untuk menumbangkan Ganjar Pranowo jika bertarung satu lawan satu pada Pilpres 2024. Hasil survei Pilpres 2024 dari indEX Research menunjukkan elektabilitas Prabowo 24 persen, Ganjar 22 persen, dan Anies 18 persen.

Itu hasil temuan dari survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research pada 28 April-2 Mei 2023.

“Prabowo dan Ganjar berpotensi maju sebagai capres dan dalam skenario head to head Prabowo berpeluang menang melawan Ganjar,” kata Direktur indEX Research Vivin Sri Wahyuni, Minggu (7/5).

Berdasarkan temuan survei indEX Research menunjukkan elektabiltas Ganjar naik dari 21,4 persen pada survei akhir Maret 2023 menjadi 22,1 persen pada survei terbaru. Namun, posisi unggul tetap diduduki Prabowo Subianto yang elektabilitasnya melejit hingga mencapai 24,8 persen.

Sementara itu, mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusul pada peringkat ketiga dengan elektabilitas sebesar 18,2 persen. Dengan tren tersebut, Prabowo berpeluang berhadapan dengan Ganjar jika masing-masing diusung sebagai capres.

Survei melibatkan 1.200 responden melalui telepon. Sampel dipilih melalui metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak, dengan margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Vivin, pilihan Ganjar untuk tunduk pada arahan PDI Perjuangan terkait Piala Dunia U-20 memberikan konsekuensi elektoral dengan merosotnya elektabilitas secara tajam.

Namun, gerak cepat PDIP mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal calon presiden mencegah elektabilitas pria berambut putih itu turun lebih dalam.

Menurut Vivi, pencalonan Ganjar juga tidak hanya membendung laju koalisi besar, tetapi berpotensi membuyarkan peta semua koalisi.

Gagasan pembentukan koalisi besar muncul seusai Presiden Jokowi mengundang para pimpinan parpol pendukung pemerintahan saat ini (kecuali Nasdem).

“Dalam beberapa waktu ke depan, rivalitas antara Prabowo dan Ganjar berpeluang makin keras jika rencana merger koalisi besar dengan PDI Perjuangan tetap didorong dan Prabowo maupun Ganjar enggan menjadi sekadar cawapres,” kata Vivin.

Dia pun mengatakan kemungkinan berubahnya peta koalisi bisa mengancam peluang Anies Baswedan melaju sebagai capres.

“Partai-partai yang tergabung dalam koalisi perubahan (Nasdem, Demokrat, dan PKS) bisa menjadi sasaran tarik menarik koalisi yang lain. Apalagi siapa bakal cawapres Anies masih belum diputuskan,” ujar Vivin.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *