Cilegon, Banten, EDITOR.ID,- Polisi akhirnya berhasil menguak misteri pembunuhan anak politisi PKS di Kota Cilegon, Banten. Pelaku berinsial HA (31) ditangkap saat melakukan aksi pencurian lagi di sebuah rumah mewah mantan anggota DPRD Fraksi PAN di Kota Cilegon, Jumat, 2 Januari 2026. Pelaku sempat bersembunyi dikolong mobil.
Polisi mengungkap indentitas pelaku. Dia sehari-hari kabarnya pegawai sebuah perusahaan swasta. HA ini menurut sumber berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
HA ini diduga adalah pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axle Herman Miller, 9, anak dari politisi PKS Kota Cilegon Maman Suherman. Ia sempat menjadi buronan dalam kasus pembunuhan bocah yang menggegerkan masyarakat itu.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon.
Dalam video yang dirilis Polda Banten, HA terlihat ditangkap aparat kepolisian saat terpergok hendak mencuri di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Aksi pelaku diketahui pertama kali oleh asisten rumah tangga yang kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku diamankan setelah dikepung warga bersama dua anggota Brimob bersenjata lengkap.
“Iya, ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon,” kata Dian, Sabtu, 3 Januari 2026.
Sembunyi di Kolong Mobil Dikepung Warga
Saat hendak diamankan, pelaku sempat bersembunyi di kolong mobil yang berada di garasi rumah untuk menghindari kejaran warga dan petugas. Namun upaya tersebut gagal setelah polisi melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Polisi yang tiba di tempat kejadian perkara kemudian berhasil mengamankan HA dari garasi rumah dan langsung membawanya ke Mapolres Cilegon. Proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti dari pelaku.
Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya telah membunuh MAHM (9), anak dari Maman Suherman. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025, di rumah korban yang berada di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.
Usai ditangkap, pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Cilegon. Dalam video yang beredar, HA tampak duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus hitam dan celana hitam, dengan kedua tangan terborgol menggunakan tali kabel ties.
Dalam foto yang sama, terlihat pula Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan bersama Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama yang turut memantau langsung penanganan kasus tersebut.
Polisi Ungkap Identitas HA
Polisi mengungkap HA bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta di Cilegon.
“Pelaku inisial HA, umur 31 tahun, karyawan swasta di Cilegon,” kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Darmawan, Sabtu (3/1/2026).
Setelah ditangkap, identitas pelaku diketahui pelaku merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di perumahan Bumi Rakata.
“Orang ini orang Palembang, tinggal Bumi Rakata,” kata Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid.
Firman juga membenarkan bahwa pelaku bekerja di perusahaan swasta di Cilegon. Namun pihaknya tidak sempat menanyakan lebih rinci soal pekerjaan pelaku.
“Informasinya seperti itu (karyawan salah satu perusahaan),” ujarnya.
Menurut Firman, anggota Polsek dan Brimob Polda Banten yang mengamankan pelaku langsung menyerahkan ke petugas Satreskrim Polresta Cilegon untuk pengembangan lebih lanjut.
“Tidak lama kemudian, setelah Tersangka diamankan, ada dari Resmob Polda dan Polres,” katanya.
Pembunuhan Anak Politikus PKS
Polisi masih melakukan rangkaian penyelidikan terkait kasus yang terjadi di rumah Maman Suherman di BBS 3, Cilegon.
Diketahui, anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman tewas dibunuh di rumah mewahnya di perumahan BBS 3, Cilegon pada 16 Desember 2025. Bocah 9 tahun itu tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.
Korban tewas dengan 19 luka di tubuhnya. Luka itu berasal dari senjata tajam dan benda tumpul. Polisi sempat kesulitan mengungkap kasus ini karena terkendala beberapa hal, di antaranya CCTV mati sejak 2023 dan tak ada sekuriti di rumah tersebut.
Penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mulai keluarga korban hingga tetangga. Terakhir, polisi memeriksa 18 saksi terkait kasus pembunuhan tersebut. ***










