Minneapolis, USA – EDITOR.ID – Jonathan Ross (43), agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) si penembak mati Renee Nicole Good pada 7 Januari 2026 di Minneapolis, memang merupakan agen veteran dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di Department of Homeland Security (DHS).
Ia adalah veteran perang yang pernah bertugas di Irak (2004–2005) bersama Indiana National Guard dan menerima sejumlah medali penghargaan militer.
Ia merupakan instruktur senjata api dan anggota unit elit Special Response Team (SRT) yang menangani penangkapan berisiko tinggi.
Pada Juni 2025, Ross pernah terluka parah (membutuhkan lebih dari 50 jahitan) setelah terseret oleh kendaraan sejauh 50 yard saat mencoba melakukan penangkapan di Bloomington, Minnesota. Pihak berwenang menggunakan pengalaman traumatis ini untuk membela tindakannya dalam kasus Renee Good sebagai bentuk pertahanan diri.
Pengalamannya sebagai agen deportasi ICE. Ia bergabung dengan ICE pada tahun 2015 dan ditugaskan di kantor lapangan St. Paul, Minnesota, setelah sebelumnya bertugas di Border Patrol dekat El Paso, Texas, dari 2007 hingga 2015.
Ross adalah anggota Special Response Team (SRT), sebuah unit taktis elit dalam ICE yang menangani penangkapan berisiko tinggi dan situasi profil tinggi.
Penembakan terjadi saat operasi penegakan hukum imigrasi federal di Minneapolis. Renée Nicole Good, seorang warga negara AS dan ibu tiga anak, berada di lokasi untuk memberikan dukungan kepada tetangganya.
Ross melepaskan tiga tembakan ke arah kendaraan Good saat mobil tersebut mulai bergerak maju. Video menunjukkan tembakan dilakukan dari arah samping saat kendaraan melewatinya.
Insiden penembakan Renee Nicole Good (37), seorang warga negara AS, telah memicu protes besar di berbagai kota dan memicu ketegangan antara pemerintah lokal Minneapolis dengan pemerintah federal terkait keterlibatan agen ICE di wilayah tersebut.
Pemerintah federal (termasuk Presiden Trump dan Wapres JD Vance) membela tindakan Ross sebagai upaya bela diri karena merasa nyawanya terancam oleh kendaraan tersebut. Sebaliknya, saksi mata dan pejabat lokal Minneapolis menyatakan bahwa Good tidak bersenjata dan tindakannya bukan merupakan ancaman yang mematikan.
Saat ini, kasus tersebut sedang diselidiki oleh FBI, sementara otoritas lokal di Minnesota menuntut penyelidikan independen karena merasa akses mereka terhadap bukti-bukti dihalangi oleh pemerintah federal. (*)












