Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya Digrebek, Game Vulgar Buka Pakaian Hingga Berciuman

Usai Digrebek Terkuak Fakta Mengejutkan 29 Tersangka Gay Idap HIV/AIDS

Pesta Seks Sesama Jenis Digrebek Foto Tangkapan Layar Kanal Video

Surabaya, Jatim, EDITOR.ID,- Geger! Polisi membongkar pesta seks sesama jenis atau gay di sebuah hotel di kawasan Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Saat penggerebekan berlangsung, 34 pria kedapatan sedang asyik berpesta di kamar hotel. Bahkan, beberapa pria diantaranya ditemukan dalam keadaan tanpa busana di satu kamar yang sama.

Mirisnya, pesta ini menggelar game vulgar. Peserta yang kalah wajib buka baju hingga telanjang dan dipaksa berciuman. Jika menang dapat hadiah obat perangsang. Uniknya lagi pesta seks tersebut didanai satu orang.

Dalam penggrebekan, polisi mengamankan 34 orang dalam pesta gay tersebut. Mereka ditetapkan jadi tersangka. Usai pendalaman, polisi menggali informasi bahwa ternyata pesta seks seperti itu sudah dilakukan setidaknya hingga delapan kali.

“Dari keterangan, ada yang baru pertama kali melakukan, ada yang sudah ikut kegiatan beberapa kali sampai dengan delapan kali,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (22/10/2025).

Peserta Pesta Seks dari Berbagai Kota Hingga Sumatera Barat

Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, Sumenep, Purwakarta, Bogor, hingga Sumatera Barat, dengan usia paling muda berusia 22 tahun dan tertua 46 tahun.

“Untuk status pekerjaan mereka (tersangka) beragam. Ada yang wiraswasta, pegawai swasta, mahasiswa, guru, bahkan ada juga berstatus ASN,” tutur AKBP Edy Herwiyanto.

Didanai satu orang, Peserta Gratis

Dari pemeriksaan, Polrestabes Surabaya mengungkap motif penyelenggaraan pesta seks gay bertajuk ‘Siwalan Party’, adalah untuk mencari kesenangan dan sensasi seksual.

Mengejutkannya, acara ini ternyata didanai oleh satu orang. Sementara puluhan peserta lainnya mengikuti secara gratis tanpa biaya sepeserpun.

Kronologi Pesta Seks Gay

Kasat Reskrim Edy mengatakan awalnya penyelenggara acara atau admin utama pesta seks ini, yakni RK alias A alias DS menghubungi pria berinisial MR alias A untuk jadi pemodal pesta seks.

“Saudara MR alias A menyetujui. Kemudian memberikan dana sebesar kurang lebih Rp1.780.000 untuk memesan dua kamar hotel,” kata Edy saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (22/10/2025).

Uang tersebut kemudian digunakan untuk memesan dua kamar hotel dengan connecting door sebagai lokasi pesta seks. Tak hanya itu, MR alias A juga menanggung seluruh biaya acara. Ia menyerahkan uang sebesar Rp 435.000 untuk membeli obat perangsang sebagai doorprize atau hadiah.

“MR kemudian juga menyerahkan uang sebesar Rp435.000 untuk beli poppers yaitu obat perangsang. Sebagian doorprize atau hadiah. Dan uang tersebut ditransfer ke rekening RK alias A,” ucapnya.

Selanjutnya, RK alias A berperan sebagai admin utama. Ia mengirim informasi terkait event tersebut yaitu berupa event Siwalan Party pada tanggal 18 Oktober 2025 melalui grup WhatsApp bernama Surabaya X-Male 2 yang akan diadakan di hotel wilayah Ngagel Surabaya.

Admin utama juga kemudian membuat flyer untuk mengundang peserta hingga membuat rules atau peraturan dalam event tersebut.

“RK alias A, alias DS juga menunjuk tujuh orang admin pembantu. Mereka sebenarnya saling mengenal karena sudah beberapa kali dilaksanakan event yang sama. Bukan hanya satu kali ini,” lanjut Edy.

Para admin kemudian bertugas mencari peserta dan menerima mereka yang akan tergabung dalam event. Admin pembantu juga turut menjemput peserta saat tiba di lobby hotel, menyiapkan game, hingga makanan.

Game Vulgar Peserta Lepas Pakaian dan Berciuman

Polisi juga mengungkap adanya permainan game vulgar yang dimainkan para peserta pesta seks sesama jenis. Game berhadiah obat kuat ini dirancang untuk membuat para peserta melepas pakaian dan saling berciuman sebelum memasuki sesi puncak pesta seks.

Dua game dimainkan secara bergiliran dalam kamar hotel dengan connecting door. Peserta yang kalah dalam permainan akan diberi hukuman membuka pakaian hingga telanjang dan berciuman dengan pria lain di ruangan tersebut.

Pada Sabtu (18/10/2025) pesta seks itu diawali dengan registrasi peserta sekitar pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Bukan hanya berasal dari Surabaya, ada beberapa peserta yang disebut berasal dari sejumlah kota di dalam maupun di luar Provinsi Jatim.

“Setelah peserta datang dijemput oleh admin pembantu tadi di lobby kemudian diantarkan naik lift dan masuk ke kamar. Kemudian pada pukul 21.30 WIB mulai dilaksanakan game sebelum dilaksanakan party,” ungkap AKBP Edy Herwiyanto.

Setibanya di kamar ada dua game yang dimainkan, pertama botol lingkaran. Para peserta diminta membuat lingkaran lalu masuk lalu musik handphone dinyalakan.

“Peserta bergiliran membuka dan menutup botol setelah itu digeser ke peserta lain. Ketika musik berhenti, peserta diberi hukuman berupa melepas baju, berciuman antara peserta satu dengan lainnya,” terangnya.

Kemudian game yang kedua dinamai kissing. Di sana peserta diminta berhadapan kemudian melakukan suit gunting batu kertas. Peserta yang kalah diberi hukuman membuka baju sambil telanjang dan yang terakhir dihukum berciuman dengan peserta yang satu dengan lainnya.

Setelah sesi game selesai, barulah peserta melakukan acara puncaknya pada pukul 22.00 WIB. Mereka berpindah dari kamar yang satu ke kamar yang lainnya yang terhubung lewat connecting door.

Mereka lalu melepas seluruh baju dan celana hingga telanjang. Bagi peserta yang merasa bottom akan dipakaikan tanda pengenal berupa gelang fosfor untuk membedakan.

“Pada pukul 23.00 WIB saat mereka melakukan pesta seks itulah petugas datang kemudian mengetuk pintu kamar dan melakukan penggerebekan,” kata Edy.

34 Orang Jadi Tersangka

Dengan demikian, total ada 34 pria yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka sesuai perannya masing-masing.

“Satu terdiri dari pendana, satu admin utama, 7 admin pembantu, dan 25 sebagai peserta sehingga total 34 yang diamankan,” kata Edy.

Tersangka MR alias A perannya sebagai penyandang dana dalam pesta seks Siwalan Party. Sedangkan teman yakni RK alias A alias DS berperan selaku admin utama. Para peserta tidak dikenakan pungutan apapun dalam event tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang pertama kegiatan party seks ini gratis. Jadi tidak ada pungutan biaya sepersen pun,” ujarnya.

Atas perbuatannya, 34 tersangka dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman penjara sesuai peranannya (pendana, admin utama, admin pembantu, atau peserta).

Terkuak 29 Tersangka Idap HIV/AIDS

Kasus ini menyita perhatian publik. Kabar terbaru dari 34 pria yang kini jadi tersangka, ternyata 29 di antaranya positif HIV/ AIDS.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan, 29 dari 34 pria yang ditangkap dalam pesta gay dinyatakan positif HIV. Sebagian besar peserta yang positif itu bukan berasal dari Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan hal itu terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan HIV/AIDS terhadap seluruh peserta pesta tersebut atas koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Dari 34 orang yang diperiksa, 29 orang (dinyatakan) positif HIV/ AIDS,” tuturnya di Surabaya, Kamis (23/10/2025).

Nanik mengatakan bahwa Dinkes dilibatkan oleh Polrestabes Surabaya untuk melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) terhadap 34 tersangka pesta sesama jenis.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Surabaya rutin melakukan sosialiasi dan kampanye pencegahan penularan HIV kepada kelompok usia produktif, seperti pelajar SMP, SMA/SMK sederajat, ibu hamil dan calon pengantin.

“Kami juga rutin melakukan skrining HIV pada kelompok populasi kunci seperti lelaki seks lelaki, waria, pekerja seks perempuan, pengguna napza suntik, pasien TBC, ibu hamil dan calon pengantin,” tegas Nanik. ***

Leave a Reply