Pengurus Ikatan Alumni IBM ASMI Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Pesan Rektor: Perkuat Kolaborasi

Sahlah Sapari mewakili seluruh pengurus IKALASMIKU menyampaikan ucapan terima kasih kepada Angelica Tengker beserta jajaran Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon. Juga Rektor IBM ASMI Tanya Tilaar Tengker. "Keduanya telah senantiasa memberikan dukungan penuh, mulai dari kegiatan Reuni Akbar, Musyawarah Besar, hingga Pelantikan Pengurus pada hari ini," ujar pengusaha wanita yang sukses ini.

Ketua Yayasan Gideon Angelica Tilaar Tengker, Wakil Rektor Audrey Tangkudung, Ketua Umum Ikatan Alumni IBN ASMI (IKALASMIKU) Periode 2025–2030 beserta jajaran pengurus.

Jakarta, EDITOR.ID,- Mewakili Rektor IBM ASMI, Tanya Tilaar Tengker, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inovasi IBM ASMI Dr Audrey Tangkudung secara resmi melantik dan mengukuhkan Sahlah Sapari, M.M sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni IBN ASMI (IKALASMIKU) Periode 2025–2030 beserta jajaran pengurus.

Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon, Ibu Angelica Tengker, para Wakil Rektor, para Dosen dan jajaran.

Dalam sambutannya, Sahlah Sapari, M.M mengatakan acara Pelantikan Pengurus IKALASMIKU Periode 2025–2030 ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis IBM ASMI ke-63.

“Hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan antaralumni serta meneguhkan komitmen kita dalam mendukung kemajuan almamater tercinta,” katanya disambut tepuk tangan para alumni.

Sahlah lebih jauh mengatakan rangkaian kegiatan alumni tahun ini dimulai dengan Reuni Akbar Alumni yang diselenggarakan pada 6 Juli 2025, dengan mengusung tema, “Satu Hati untuk Almamater: Care, Create, Collaborate.”

“Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan kita, untuk peduli, berkreasi, dan berkolaborasi demi almamater,” ujarnya.

“Sebulan kemudian, tepatnya pada 6 Agustus 2025, kita melaksanakan Musyawarah Besar Alumni yang telah mempercayakan amanah kepada saya, Sahlah Sapari, M.M., sebagai Ketua Umum IKALASMIKU periode 2025–2030,” katanya.

“Dan hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025, menjadi penanda resmi dimulainya perjalanan kepengurusan baru IKALASMIKU. Sebuah amanah yang besar, namun juga sebuah kehormatan untuk kami jalankan bersama dengan semangat persaudaraan dan pengabdian,” imbuhnya.

Sahlah Sapari mewakili seluruh pengurus IKALASMIKU menyampaikan ucapan terima kasih kepada Angelica Tengker beserta jajaran Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon. Juga Rektor IBM ASMI Tanya Tilaar Tengker. “Keduanya telah senantiasa memberikan dukungan penuh, mulai dari kegiatan Reuni Akbar, Musyawarah Besar, hingga Pelantikan Pengurus pada hari ini,” ujar pengusaha wanita yang sukses ini.

Sahlah juga menyampaikan terima kasih kepada para Dosen IBM ASMI, yang selalu memberi dukungan, semangat, dan teladan bagi para alumni.

“Kami di kepengurusan baru IKALASMIKU berkomitmen untuk menjadikan organisasi ini lebih aktif, inklusif, dan kolaboratif, dengan tiga arah utama,” katanya.

Pertama, membangun jejaring alumni yang solid, memperkuat tali silaturahmi lintas angkatan dan profesi.

Kedua, memberikan kontribusi nyata bagi almamater, baik melalui program mentoring, sharing knowledge, maupun dukungan bagi mahasiswa aktif.

Ketiga, berperan dalam pengabdian masyarakat dan bangsa, sebagai bentuk implementasi nilai-nilai yang telah kita peroleh selama menempuh pendidikan di IBM ASMI.

“Kami percaya, melalui kolaborasi erat dengan institusi IBM ASMI, alumni dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan reputasi dan daya saing almamater di tingkat nasional maupun global,” paparnya.

Dalam kepemimpinannya Sahlah bertekad menjadikan IKALASMIKU tak sekadar sebagai wadah nostalgia, tetapi sebagai rumah besar bagi seluruh alumni — tempat berbagi, berkontribusi, dan berinovasi.

“Semoga semangat “Care, Create, Collaborate” terus menjadi roh dalam setiap langkah kita ke depan,” pungkasnya.

Pesan Rektor IBN ASMI: Perkuat Kolaborasi Antara Kampus dan Alumni

Sementara itu Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Inovasi Audrey Tangkudung mewakil Rektor IBM ASMI Tanya Tilaar Tengker menegaskan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi identitas IBM ASMI, yaitu Care, Create, dan Collaborate.

Menurut Ibu Rektor nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, tetapi telah kami tuangkan dalam visi dan misi lembaga, sehingga menjadi pijakan dalam setiap langkah organisasi, termasuk dalam membangun relasi dengan para alumni.

“Saya percaya, keterwakilan alumni dalam berbagai angkatan adalah kekuatan besar. Dengan keberagaman pengalaman, profesi, dan jejaring yang dimiliki, para alumni adalah cerminan nyata dari nilai Care, Create, dan Collaborate itu sendiri,” paparnya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor Audrey Tangkudung.

Jika nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam organisasi alumni, maka IKALASMIKU dapat menjadi motor penggerak yang dinamis, inklusif, dan berdaya saing. Bukan hanya untuk kepentingan internal alumni, tetapi juga dalam kontribusinya kepada lembaga, masyarakat, bahkan bangsa.

“Saya ingin mengapresiasi visi dari Ikalasmiku yang telah ditetapkan yakni mewujudkan IKALASMI sebagai organisasi alumni yang dinamis, inklusif, dan berdaya saing, yang berkontribusi nyata bagi kemajuan lembaga pendidikan dan juga kepada anggotanya,” katanya.

Visi ini sejalan dengan semangat IBM ASMI. Kata dinamis menggambarkan adaptasi yang cepat terhadap perubahan zaman. Inklusif mencerminkan kebersamaan tanpa sekat, merangkul semua angkatan dan latar belakang. Dan berdaya saing berarti alumni tidak hanya hadir, tetapi juga unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global

“Kami di kampus membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi dengan IKALASMIKU. Salah satu program prioritas adalah peningkatan populasi mahasiswa, di mana peran alumni sangat penting, baik melalui rekomendasi, testimoni, maupun jejaring profesional,” katanya.

Selain itu, Alumni yang menjadi Tenaga Pengajar dan terlibat dalam kepengurusan dapat menambah KUM (Kumulatif Angka Kredit) dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami berharap alumni dapat terlibat dalam program-program kemahasiswaan: mulai dari kuliah umum, mentoring, magang, hingga pengembangan wirausaha mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman nyata para alumninya,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply