Settia

Pengacara Habib Rizieq dan Pendiri PKS Jadi Caleg PDIP

EDITOR.ID, Jakarta,– Ada pemeo bahwa dalam dunia politik itu tidak ada kawan abadi dan lawan abadi. Yang ada adalah kepentingan kekuasaan. Hal itulah yang terlihat dalam daftar Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR-RI yang diusung PDI Perjuangan. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini mengajukan sejumlah nama yang sebelumnya berseberangan visi politik, kini menjadi calegnya.

Diantaranya pengacara Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera. PDIP juga mendaftarkan pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi sebagai calegnya.

Nama Kapitra dan Yusuf Supendi didaftarkan DPP PDI Perjuangan bersama caleg lainnya yang akan maju di pemilu legislatif 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). PDIP juga mendaftarkan nama-nama calon petahana yang kini duduk di DPR-RI. Partai ini juga memunculkan sejumlah nama baru.

Caleg-caleg PDIP di antaranya, juru bicara kepresidenan yang pernah menjadi juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, Menko PMK Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly.

Selain nama-nama ini, PDIP juga mengusung sejumlah nama artis menjadi calegnya, seperti Kris Dayanti, Tina Toon, Katon Bagaskara, Karlina Larasari, Ian Kasela, Jeffry Woworuntu, Harvey Malaiholo, Lita Zein, Kirana Larasati, Chicha Koeswoyo, Iis Sugianto, dan Angel Karamoy.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya terbuka untuk semua kalangan. PDIP menyambut baik semua tokoh yang mau berdialog dan bekerja sama membangun bangsa.

“PDIP membangun jati diri sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya, sehingga mereka yang bergabung dan menyatakan PDP sebagai partai yang berdiri kokoh dengan Pancasila, maka dialog kami lakukan dengan baik,” kata Hasto usai mendaftarkan caleg dari PDIP di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Prinsip itupun berlaku ketika partai membuka pintu untuk Kapitra yang akan dijadikan caleg di dapil di Sumatera Barat. Pencalonannya juga berdasarkan sebuah kesadaran akan pentingnya tokoh sebagai jembatan penghubung antara partai itu dengan masyarakat Sumatera Barat, yang selama ini bukan menjadi basis partai.

“Sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumatera Barat itu betul-betul menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP, sehingga yang bersangkutan dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumatera Barat,” kata Hasto.

PDIP, kata Hasto tidak khawatir akan adanya kritikan sebagai akibat PDIP mencalonkan Kapitra. Menurut dia, siapapun bisa mencalonkan diri dari PDIP karena PDIP merupakan rumah bagi setiap warga negara Indonesia.

Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, soal bergabungnya Johan Budi SP sebagai caleg PDIP, sebenarnya tak mengagetkan sebab komunikasi sudah sering dilakukan, dan Johan memiliki banyak kawan di PDIP.

“Dulu juga banyak yang kaget ketika kita ajukan Teten Masduki di Pilgub Jabar. Padahal komunikasi dan perkawanan sudah lama,” kata Andreas.

Dikatakannya, PDIP membuka komunikasi dengan Johan Budi dan para caleg lainnya. Johan Budi pun menyambutnya dengan baik.

“Kalau Pak Yusuf Supendi, beliau itu pernah jadi anggota DPR dan punya banyak kawan. Terutama dengan Pak Hasto Kristiyanto yang pernah satu komisi waktu di DPR,” kata Andreas.

Yang jelas, semua caleg PDIP akan dibekali dengan baik oleh partai. “Semua wajib ikut sekolah partai supaya menginternalisasi prisip perjuangan PDIP,” tandas Andreas.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta tiga menteri lain juga hendak dicalonkan oleh PDIP, namun tidak jadi karena pentingnya keberadaan mereka dalam pemerintahan. (tim)

Leave a Reply