Pecah Bintang! Dua Ajudan Presiden Prabowo Promosi Jadi Jenderal, Ini Sosoknya

Dua ajudan Presiden Prabowo Subianto, yakni Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto dan Kolonel Pnb. Anton Pallaguna, resmi mendapatkan promosi jabatan yang mengantarkan mereka “pecah bintang” masuk ke jajaran Perwira Tinggi (Pati).

Empat Ajudan Prabowo dari Unsur Tiga Matra TNI dan Polri Foto Istimewa

Jakarta, EDITOR.ID,- Dua ajudan Presiden RI Prabowo Subianto, Kolonel (Inf) Wahyo Yuniartoto dan Kolonel Pnb Anton Pallaguna pecah bintang. Keduanya kini naik pangkat setelah mendapat promosi jabatan. Wahyo naik pangkat dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Sedangkan Anton naik pangkat dari Kolonel menjadi Marsekal Pertama.

Promosi jabatan dan kenaikan pangkat ini bagian dari rotasi dan mutasi terhadap 187 perwira tinggi (pati) TNI yang digelar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Kebijakan rotasi dan mutasi pati TNI tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tanggal 15 Desember 2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Berdasarkan keputusan tersebut, Kolonel Wahyo Yuniartoto yang berlatar belakang Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Ia dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres)

Sementara itu, rekannya dari matra udara, Kolonel Anton Pallaguna, pecah bintang dari pangkat Kolonel menjadi Marsekal Pertama (Marsma). Anton dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Sekretaris Militer Presiden (Wasesmilpres).

“Betul (dua ajudan Prabowo naik pangkat),” kata Kapuspen Mayjen TNI Freddy Ardianzah saat dihubungi, Rabu (24/12/2025).

Dua ajudan Presiden Prabowo Subianto, yakni Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto dan Kolonel Pnb. Anton Pallaguna, resmi mendapatkan promosi jabatan yang mengantarkan mereka “pecah bintang” masuk ke jajaran Perwira Tinggi (Pati).

Penyegaran Organisasi

Kebijakan rotasi dan mutasi ratusan perwira tinggi (pati) ini mencakup sejumlah jabatan strategis di tiap matra sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi, peningkatan efektivitas kepemimpinan, serta pemeliharaan kesiapan operasional TNI secara berkelanjutan.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai prosedur rutin demi menjaga dinamika organisasi dan pembinaan karier prajurit.

Dengan promosi ini, kedua perwira yang sehari-hari mendampingi Kepala Negara tersebut kini memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan di lingkungan Sekretariat Militer Presiden.

Profil Kolonel (Inf) Wahyo Yuniartoto

Kolonel (Inf) Wahyo Yuniartoto kelahiran Purbalingga, 18 Juni 1979 atau saat ini berusia 45 tahun. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001.

Wahyo belum lama ini lulus dari Sespimti Polri Dikreg 34 dan menjadi salah satu siswa terbaik dengan meraih penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Kartika Eka Paksi Utama.

Karier Wahyo di dunia militer berawal ketika dirinya menjabat sebagai Perwira Pertama Pussenif.

Lalu, dia berkiprah di Grup 1 Kopassus dan menjadi Perwira Pertama Kopassus hingga Perwira Seksi Intelijen Grup 1 Kopassus.

Kemudian, Wahyo pun berpindah ke Grup 2 Kopassus dan dimulai sebagai Kepala Seksi Intelijen hingga dipercaya menjadi Dandenma Grup 2 Kopassus

Selanjutnya, pada tahun 2015, Wahyo ditunjuk untuk menjadi Ketua Tim Pelatih Sekolah Raider di Pusdiklatpassus Kopassus.

Wahyo lantas naik pangkat dan dipercaya menjadi Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus pada tahun 2017.

Dia juga sempat menjadi Komandan Kodim 0703/Cilacap pada tahun 2018. Dua tahun berselang, Wahyo ditunjuk menjadi Ketua Tim Pelatih Rindam XVIII/Kasuari.

Wahyo pun kembali bergabung ke Grup 2 Kopassus pada tahun 2021 dengan menjabat sebagai Komandan Grup.

Lantas, pada tahun kemarin, dia dipercaya menjadi Asisten Operasi Kopassus. Kini, dia menjabat sebagai Komandan Grup 2 Kopassus.

Profil Letkol (Pnb) Anton Palaguna

Letkol (Pnb) Anton Palaguna merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1997. Kini, dia merupakan instruktur penerbang pesawat tempur Sukhoi TNI AU Wing Udara 5 yang bermarkas di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

Anton juga tercatat sebagai sosok berprestasi. Dia meraih dua penghargaan, yakni Wira Adi Nugraha sebagai lulusan terbaik dan Karya Wira Nugraha sebagai tesis terbaik dalam Pendidikan Reguler (Dikreg) LII Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Sebelumnya, Anton juga sempat menjabat Paban I/Binlambangja Ditlambangja Puslaiklambangjaau dengan pangkat kolonel. Selain itu, dia tercatat sebagai lulusan program doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Hasanuddin.

Sosok kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu juga baru saja diwisuda pada 11 Juli 2024 lalu dan menyandang predikat summa cumlaude atau memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Adapun disertasi yang ditulisnya berjudul “Strategi Suplai Energi Untuk Konflik Terbatas: Studi Kasus Skenario Konflik Menghadapi Ancaman Potensial dari Utara dalam mempertahankan Laut Natuna Utara pada tahun 2030”.

Ajudan Prabowo Jadi Jenderal Termuda Polri

Sebelumnya dalam mutasi Senin 6 Oktober 2025 silam, ajudan Prabowo dari unsur Polri, Kombes Ahrie Sonta Nasution juga mengalami pecah bintang. Bahkan Ahrie mencatatkan sejarah, sebagai jenderal termuda di Polri. Di usia yang baru 44 tahun ia sudah menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Ahrie Sonta Nasution lulusan Akademi Kepolisian 2002 dan jadi orang pertama di angkatannya pecah bintang.

Sejak Oktober 2024 lalu, Ahrie Sonta Nasution bertugas di Istana Negara. Ia dipercaya bertugas sebagai Ajudan Presiden Prabowo mewakili matra Polri. Perwira kelahiran 2 April 1981 itu jadi ajudan Prabowo menggantikan tugas Mayor Teddy Indra Wijaya alumni Akmil 2011.

Sebelum ditunjuk sebagai calon ajudan Presiden Prabowo, Kombes Ahrie Sonta menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Profil Brigjen Ahrie Sonta

Nama Ahrie Sonta pun semakin dikenal karena aktif di media sosial khususnya X lewat akun miliknya, @ahriesonta.

Ahrie Sonta begitu banyak membantu menuntaskan masalah yang dialami netizen seperti kasus-kasus viral di X.

Kebanyakan, ketika ada suatu kasus viral, maka akun X milik Ahrie Sonta biasanya ditautkan. Bahkan, Ahrie Sonta kerap membalas aduan dari netizen tersebut.

Ahrie Sonta merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2008. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Dikjur Pamen SDM Polri pada tahun 2015 dan Sespimen Polri tiga tahun kemudian.

Dia juga sempat menempuh pendidikan seperti Politie Academy Apeldoorn di Belanda (2007), Strategic Crime Science Analysis (2007), Crime Scene Analysis by Visual Comparison Munster di Jerman (2007), Joint Special Operation University di Amerika Serikat (2015-2016), dan Nanang Techonological University (NTU) di Singapura (2017). ****

Leave a Reply