Settia

Pasca Bom Surabaya, Densus 88 Bekuk 18 Calon Bomber, Ini Orangnya

EDITOR.ID, Surabaya,- Pasca bom bunuh diri Gereja di Surabaya, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) bergerak cepat dan profesional. Pasalnya, diperoleh informasi intelijen kawanan teroris bakal meledakkan bom-bom di tempat lain. Beruntung, rencana mereka tercium penyadapan Tim Densus 88 yang sangat piawai mendeteksi sejak dini teroris.

Ratusan nyawa manusia pun terselamatkan dari ancaman bom. Karena sebagian calon-calon bomber itu gagal menjalankan aksinya setelah dikejar dan digrebek Densus 88.

Di Sidoarjo, Surabaya, hingga Sumatera Utara, Densus 88 terus mengejar jaringan teroris. Sebagian dari mereka berhasil ditangkap dan sebagian ditembak mati dalam baku tembak karena mereka melawan.

Tercatat terdapat 18 orang kawanan teroris yang ditangkap dan dilumpuhkan oleh anggota Densus 88 dalam tiga hari terakhir.

Polda Jawa Timur akhirnya membeberkan nama-nama dan identitas terduga teroris yang ditangkap dan dilumpuhkan dalam tiga hari ini.

Dalam penjelasannya, Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera, mengatakan, 18 orang yang tertangkap tersebut kini diamankan di Mako Detasemen Gegana.

“Semua diamankan di Mako Detasemen Gegana sebanyak 18 orang. Rinciannya 14 terduga teroris, 3 orang saksi dan 1 orang anak balita,” ujar Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Berikut nama-nama 18 orang yang ditangkap :

1. Rizky Ardian Sulanjana, ditangkap saat pulang kerja di depan Graha pena pada Senin, (14/5) sekitar pukul 16.00 WIB

2. Abdullah Mashuri, ditangkap di Jalan Sidotopo Lor, Surabaya, saat mengirim roti pada Senin (14/5) sekitar pukul 08.00 WIB

3. Miftahul Munif, ditangkap saat akan berangkat kerja di bawah Jembatan Suramadu pada Senin (14/5) pukul 08.30 WIB

4. Boy Arfianza, ditangkap di rumahnya di daerah Lebak Rejo Utara 7/47, Kenjeran, Surabaya, Senin, (14/5) pukul 12.30 WIB

5. Agus Satrio Widodo, ditangkap di rumah kontrakan RT 02/RW 02, Kel. Urangagung, Sidoarjo bersama Ilham Fauzan (sudah meninggal) pada Senin (14/5) pukul 07.30 WIB.

6. Damayanti (istri Agus Satrio Widodo), ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Bety Rinawati Brojo di rumah kontrakan Agus Widodo pada Senin, (14/5)

7. Bety Rinawati Brojo, ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Damayanti di rumah kontrakan Agus Widodo pada hari Senin, (14/5)

8. Abdul Kahfi, ditangkap saat pulang kerja dari pasar Pandaan di Jalan Juanda, Jogosari, Pandaan, Pasuruan pada Selasa, (15/5)

9. Kristianto/Abi, ditangkap pada perjalanan di Jalan Tenaga, Turirejo, Kepuharjo, Karangploso, Malang pada Selasa (15/5) sekitar pukul 08.30 WIB

10. Wahyu Mega Wijayanti (istri Samsul Arifin atau Abu Umar), ditangkap di rumah kontrakan pada Selasa (15/5) sekira pukul 03.00 WIB bersama Samsul Arifin.
11. Syaqif Constantin Arsalan, ditangkap saat keluar rumah di Pucang Indah Lestari IV Jalan Srikaya A-28 RT.8/RW.2 Kebonagung, Purworejo, Pasuruan pada Selasa, (15/5)

12. Samsul Arifin atau Abu Umar, ditangkap di rumah kontrakan Selasa, (15/5) pukul 03.00 WIB bersama istrinya.

13. Emil Lestari (istri Ilham Fauzan) dan 1 orang anak umur 1 tahunan, diamankan pada saat penggeledahan rumah Ilham Fauzan pada hari Selasa, (15/5) sekitar pukul 19.30 Wib.

14. Suyanti (perempuan/istri Dedi Sulistiantono), diamankan pada saat penggeledahan rumah Ilham Fauzan pada Selasa, (15/5) sekitar pukul 19.30 Wib.

15. Ilham Fauzan atau Wicang (meninggal), ditangkap di rumah kontrakan Agus Widodo sata mengantar paket bom ke rumah Agus Widodo.

16. Budi Satrio, (meninggal dunia) melawan saat hendak ditangkap di rumah daerah Perum Puri Maharani blok A 3 no. A411, Masangan wetan, Sukodono, Sidoarjo hari Senin, (14/5) sekira pukul 07.30 WIB

17. Dedi Sulistiantono (meninggal dunia), ditangkap di Manukan kulon blok 19H/19, RT 11/RW 03, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya. Pelaku melawan dengan senjata tajam saat berusaha ditangkap di rumah kos pada Selasa, (15/5) sekitar pukul 17.20 WIB

18. Anak balita yang tidak disebutkan namanya

Polisi telah melepas beberapa terduga teroris yang tidak terbukti memiliki bom atau terlibat dalam jaringan teroris.

Mereka yakni Arifin dan istrinya Ida, warga Jalan Kapi Sraba XI, Pakis, Kabupaten Malang. Juga warga Lebak Rejo yang sempat menjadi saksi yakni Boy Arfiansyah (29) dan Deniar Faurizal (28). (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *