Ngeri! Iran Akhirnya Keluarkan Senjata Pamungkasnya, Rudal Sejjil, Bisa Hancurkan Israel Dalam Sekejap

"Missile Cities" Iran Menyimpan Ribuan Rudal Sejjil di Kedalaman 500 Meter

Rudal Sejjil Disimpan Dibawah Tanah. Missile Rudal ini Mampu Menjangkau 2.000 sampai 2.500 Km Kota yang Dituju Akan Hancur

Tehran, EDITOR.ID -Iran akhirnya mengeluarkan senjata pamungkasnya, Rudal Sejjil untuk menghadapi gempuran terus menerus Israel yang dibantu Amerika. Israel dan Amerika terus memborbardir negeri Persia itu dengan ratusan bom. Iran kini membalas dengan senjata tercanggih di dunia, Rudal Sejjil. Rudal ini mampu menjangkau jarak 2.000 hingga 2.500 kilometer.

Rudal Sejjil cukup mampu menghancurkan kota-kota di Israel dalam sekejap. Termasuk menghancurkan pangkalan Amerika di kawasan negara-negara Arab. Jika Rudal Sejjil ditembakkan Iran ke arah Israel maka kota Yahudi itu akan hancur lebur oleh muatan daya ledaknya yang mencapai puluhan ton.

Iran menyimpan rudal Sejjil nya di dalam bungker bawah tanah atau yang sering disebut sebagai “Missile Cities” (Kota Rudal) merupakan fakta yang terdokumentasi dengan baik, terutama di tengah eskalasi konflik pada Maret 2026 dengan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat.

Strategi “Kota Rudal” (Missile Cities)

​Iran telah membangun jaringan terowongan dan bungker yang sangat luas di bawah pegunungan batu di berbagai provinsi (seperti Hormozgan, Lorestan, dan Kermanshah).

​Beberapa fasilitas dilaporkan berada pada kedalaman hingga 500 meter di bawah tanah untuk melindunginya dari serangan udara dan bom penghancur bungker (bunker-buster).

​Rudal-rudal di dalam bungker ini disimpan di atas platform peluncuran yang siap tembak dalam hitungan menit tanpa perlu dipindahkan ke permukaan terlebih dahulu.

Karakteristik Rudal Sejjil

​Sejjil adalah salah satu aset paling berharga dalam arsenal Iran. Berikut keunggulan Rudal Sejjil :

Bahan Bakar Padat: Berbeda dengan seri Shahab yang berbahan bakar cair, Sejjil menggunakan bahan bakar padat. Ini memungkinkannya disimpan dalam kondisi siap tembak dalam waktu lama di dalam bungker dan dapat diluncurkan dengan sangat cepat.

Memiliki jangkauan sekitar 2.000–2.500 km, yang mampu menjangkau seluruh wilayah Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah.

Pada Maret 2026, laporan media Eurasia Review menyebutkan bahwa Iran telah mengerahkan rudal Sejjil untuk pertama kalinya dalam konflik aktif guna menargetkan pusat-pusat komando strategis.

​Produksi Massal dan Stok

​Meskipun sempat ada jeda dalam pengujian publik selama beberapa tahun, analis intelijen pada 2026 mencatat bahwa Iran terus melakukan produksi massal secara tertutup.

​Diperkirakan Iran memiliki ribuan rudal balistik, dengan Sejjil sebagai ujung tombak untuk serangan jarak jauh.

​Karena disimpan di bungker, fasilitas-fasilitas ini menjadi target utama fase kedua operasi militer lawan (seperti Operation Epic Fury) yang menggunakan bom penetrasi berat.

​Rudal Sejjil memiliki berat peluncuran sekitar 23,6 ton dan hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit untuk mencapai target di wilayah Tel Aviv dari lokasi peluncurannya.

Oleh sebab itu Rudal Sejjil adalah salah satu “permata” dalam gudang senjata Iran karena statusnya sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM) pertama mereka yang menggunakan bahan bakar padat.

Spesifikasi dan Kemampuan Rudal Sejjil

​Berbeda dengan seri Shahab yang menggunakan bahan bakar cair, Sejjil jauh lebih berbahaya karena waktu persiapannya yang sangat singkat (beberapa menit saja), sehingga sulit dideteksi oleh satelit sebelum diluncurkan.

​Jangkauan: Sekitar 2.000 km (cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah). Beberapa laporan menyebut varian terbaru bisa mencapai lebih dari itu.

​Mampu membawa beban 500 – 1.000 kg (peledak konvensional atau potensi nuklir).

​Mesinnya dua tahap (two-stage) dengan bahan bakar padat.

​Kecepatannya mampu mencapai Mach 12–14 saat masuk kembali ke atmosfer, menjadikannya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara standar.

​Akurasinya menggunakan sistem pemandu inersia dan GPS untuk presisi yang lebih baik dibanding model lama.

​Estimasi Biaya Produksi

​Iran tidak pernah merilis angka resmi harga per unitnya. Namun, berdasarkan perbandingan dengan rudal sekelasnya (seperti keluarga Shaheen Pakistan atau DF-21 China) serta analisis intelijen.

​Harga per unit Sejjil diperkirakan berkisar antara USD 1 juta hingga USD 3 juta (sekitar Rp15 miliar – Rp47 miliar).

​Konteks ekonomi maeskipun terdengar mahal, biaya ini jauh lebih murah dibandingkan rudal pencegat milik Israel/AS seperti Arrow 3 atau THAAD yang bisa mencapai USD 3 juta – USD 12 juta per satu kali tembak. Ini adalah strategi “perang asimetris” di mana Iran memaksa musuh mengeluarkan biaya pertahanan yang jauh lebih besar daripada biaya serangan.

​Penggunaan dalam Serangan Balasan (2024–2026)

​Hingga Maret 2026, Sejjil jarang digunakan dalam jumlah massal jika dibandingkan dengan rudal Fattah atau Kheibar Shekan yang lebih baru.

Sejalan dengan kebijakan keamanan Iran yang sangat ketat mengenai detail kuantitas gudang senjata strategisnya. Pengumuman dari pihak IRGC biasanya hanya berfokus pada kapabilitas teknologi (seperti penggunaan bahan bakar padat), jarak tempuh (sekitar 2.000–2.500 km), dan uji coba atau penggunaan operasional, bukan jumlah unit produksi.

Transparansi dan status rudal Sejjil

Kebijakan kerahasiaan inventaris Iran yang sering memamerkan rudal Sejjil dalam parade militer tahunan (seperti Parade Hari Angkatan Bersenjata) untuk menunjukkan kekuatan pencegahan, namun jumlah total rudal yang disimpan di “kota-kota rudal” bawah tanah mereka tetap menjadi rahasia negara.

Meskipun demikian estimasi pihak dari luar Iran karena tidak adanya data resmi, komunitas intelijen internasional dan lembaga riset hanya bisa memberikan estimasi. Sebagai contoh:

​U.S. Central Command (CENTCOM)

Mengungkapkan pada tahun 2022, diperkirakan Iran memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik secara keseluruhan (dari berbagai tipe), tetapi tidak ada rincian pasti untuk jumlah Sejjil saja.

​Selain itu dari analis militer mengungkapkan tidak Sejjil dianggap sebagai salah satu aset paling berharga karena menggunakan bahan bakar padat (solid-fuel), yang memungkinkannya diluncurkan dengan sangat cepat. Karena biayanya yang lebih tinggi dibanding seri Shahab yang berbahan bakar cair, populasinya diperkirakan lebih sedikit namun lebih mematikan.

​Perkembangan Terbaru (Maret 2026)

​Berdasarkan laporan operasional terbaru pada 15 Maret 2026, IRGC mengonfirmasi penggunaan rudal Sejjil untuk pertama kalinya dalam sebuah operasi militer berskala besar (disebut sebagai Operation True Promise 4).

​Ke Mana Saja Rudal Tersebut Diluncurkan?

​Iran mengarahkan rudal-rudal Sejjil ini ke beberapa titik strategis di wilayah Israel dan posisi yang berafiliasi dengan Amerika Serikat.

​Pusat Komando dan Pengambilan Keputusan: Target utama adalah fasilitas yang mengelola operasi udara Israel.

​Infrastruktur Militer & Pertahanan: Situs-situs industri pertahanan dan pangkalan militer di jantung wilayah pendudukan.

​Wilayah Perkotaan & Strategis: Laporan menyebutkan sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv dan Ramla. Beberapa kebakaran dilaporkan terjadi di Tel Aviv akibat serangan ini.

​Selain Israel, serangan ini juga menyasar posisi-posisi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut sebagai bagian dari gelombang serangan ke-54.

​Apa Alasannya?

​Peluncuran rudal Sejjil ini dilakukan karena beberapa alasan strategis dan politis. Merupakan serangan balasan (Retaliasi) Iran menyatakan ini adalah respons langsung terhadap serangan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

​Uji Kemampuan Teknologi

Ini adalah kali pertama rudal Sejjil digunakan dalam pertempuran nyata. Sejjil adalah rudal berbahan bakar padat yang bisa diluncurkan dengan sangat cepat (hanya butuh waktu persiapan singkat), sehingga sulit dideteksi atau dihancurkan oleh musuh sebelum meluncur.

​Menembus Pertahanan Udara

Rudal ini dijuluki “dancing missile” karena kemampuannya bermanuver di udara. Iran menggunakan Sejjil untuk menembus sistem pertahanan udara canggih seperti Iron Dome atau Arrow milik Israel.

​Pesan Pencegahan (Deterrence): Dengan jangkauan sekitar 2.000 km, penggunaan Sejjil menunjukkan bahwa Iran mampu menjangkau seluruh target di Timur Tengah tanpa harus bergantung pada kelompok proksi

​Dalam pernyataan tersebut, IRGC menyebutkan telah meluncurkan unit-unit Sejjil untuk menghantam target infrastruktur militer strategis

​Meskipun mengonfirmasi penggunaan rudal tersebut, mereka tetap tidak merinci berapa banyak sisa stok yang dimiliki. (*)

Leave a Reply