Jakarta, EDITOR.ID,- Sebuah truk membawa bantuan bagi korban banjir dibakar massa di Gampong Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Aksi pembakaran terjadi gara-gara massa marah mereka belum menerima bantuan makanan.
Massa yang merasa belum mendapat bantuan mengamuk. Mereka membakar truk berisi bantuan logistik yang kebetulan mogok karena terperosok dalam lumpur.
Aksi ini terekam video berdurasi 39 detik dan beredar viral di media sosial WhatApps. Video itu memperlihatkan kemarahan massa pada sebuah truk yang mengangkut bantuan pangan bagi korban banjir di Gampong Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Aksi pembakaran terjadi pada Rabu malam (9/12/2025). Satu truk operasional Satpol PP/WH dengan nomor Polisi BL 8013 KI sekitar pukul 19.10 WIB mengangkut bantuan logistik untuk korban banjir bandang bencana ekologis Sumatera di daerah terisolir.
Namun naas truk tersebut mogok karena terperosok dalam lumpur. Kemudian massa mendekati truk yang mogok. Namun bukannya membantu truk yang terjebak lumpur massa justru terlibat cekcok dengan sopir truk. Akibatnya, massa tiba-tiba membakar truk tersebut.
Truk operasional Satpol PP nomor Polisi BL 8013 KI memuat bantuan logistik, tetiba mengalami masalah teknis ban pecah hingga terperosok lumpur dan diketahui oleh warga sekitar yang belum menerima bantuan, warga marah hingga membakar truk tersebut
Diketahui pemilik truk tersebut seorang Satpol PP/Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Utara. Ia mengabarkan ke grup WA. Dalam penjelasannya truknya terbakar saat dalam perjalanan untuk mengantarkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kepala Satpol PP/WH Aceh Utara, Iskandar, mengonfirmasi kejadian tersebut, mengatakan bahwa truk bantuan logistik tersebut terbakar setelah terbalik masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib, dan truk masih di lokasi.
Iskandar menjelaskan kronologi truk bantuan logistik yang terbakar, peristiwanya bermula setelah adanya perintah dari Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Sapaannya: Ayahwa), untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana banjir di daerah terisolir.
Bantuan tersebut awalnya direncanakan untuk dikirim melalui rute Cot Girek ke Langkahan. Namun karena gangguan komunikasi, pengiriman dilakukan melalui rute yang berbeda, yaitu Langkahan menuju Sarah Raja.
Ternyata rute yang direncanakan tidak dapat dilalui karena jalan ditutupi material longsor dan tumpukan lumpur. Akibatnya, truk kembali ke jalur awal dan saat berada di Gampong Pante Gaki Bale, maka terjadilah insiden tersebut.
Insiden ini terjadi setelah truk tersebut mengalami masalah teknis terperosok dalam lumpur dan ban pecah dalam perjalanan yang sulit dilalui setelah perubahan rute mendadak.
Ketegangan memuncak ketika warga di lokasi meminta bantuan dibagikan di tempat, namun petugas menjelaskan bahwa bantuan tersebut ditujukan untuk desa lain.
Warga yang berkumpul di lokasi diduga belum menerima bantuan dan menjadi emosi ketika mengetahui bantuan tersebut ditujukan untuk desa lain. Warga menjadi marah karena belum menerima bantuan kemudian memaksa mengambil logistik, hingga merusak truk, kemudian memaksa petugas Satpol PP mundur. Petugas Satpol PP yang berada di lokasi terpaksa mundur dan menyelamatkan diri karena situasi yang sudah tidak terkendali, ngamuknya warga akibat belum dapat bantuan! Kemudian terjadilah membakar truk.
Mengetahui kejadian tersebut Kepala Satpol PP Aceh Utara, Iskandar, mengonfirmasi kejadian yang sesungguhnya pihak Satpol PP akan membuat laporan resmi kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ditempat berbeda Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga distribusi bantuan agar merata dan tepat sasaran.(*)










