“80 tingginya 80 kemarin (sentimeter),” kata seorang warga laki-laki kepada Prabowo.
“Sampai di situ? (ke dalam rumah)” ujar Prabowo.
“Iya, tidur pada di atas. Habis mau ngungsi ke mana, ya udah (kami) di sini saja,” ujar warga tersebut.
“Masuk semua? (airnya),” timpal Prabowo.
“Masuk. Di dalam saya ganjal-ganjal, ini baru dibuka,” ungkap warga.
Prabowo Langsung Telepon Pejabat Minta Bantuan Korban Segera Dikirim
Di sela berbincang dengan para warga, Prabowo juga sempat menelepon sejumlah pejabat. Prabowo memberikan perintah agar bantuan segera disalurkan. Prabowo juga memerintahkan ke pembantunya segera merenovasi fasilitas yang belum operasional dan memperbaiki SD Negeri 04 Babelan yang juga terdampak banjir.
“Saya sekarang di Kabupaten Bekasi, Kecamatan Babelan. Makannya belum sampe, makannya belum sampe,” kata Prabowo.
“Oke baik,” jawab orang di sambungan telepon.
“Kondisi mereka itu banyak, masih banyak banjir. Ini sekolah dasar, SD 04, masih terendam. Jadi harus dipikirkan ini,” ujar Prabowo.
Nurhayati, salah satu warga di area tersebut mengatakan banjir sudah melanda kawasan itu dua kali selama dua minggu terakhir. Berbeda dengan beberapa warga yang memilih tidak mengungsi, Nurhayati memutuskan untuk mengungsi.
”Waktu banjir pertama itu sedengkul terus yang terakhir yang besar itu sepinggang,” ujar Nurhayati.
Nurhayati mengungkapkan rasa bahagia karena Prabowo mengunjungi kediamannya di tengah bencana ini.
”Aduh, bahagia Ibu. Sangat terharu Bapak Presiden mau berkunjung ke rumah Ibu. Harapan ibu ya minta yang terbaiknya aja apa kata Bapak Presiden,” ujar Nurhayati.
Prabowo kemudian menutup diskusi dengan foto bersama warga. Ia lalu berpamitan dengan warga.
“Oke terima kasih ya,” kata Prabowo kepada warga seraya melambaikan tangan.
“Nanti bantuannya ya,” ujar dia kepada Seskab Teddy Indra Wijaya di sebelahnya.
Prabowo kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.28 WIB. Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (tim)












