Misi Berat Lawan China, Ambisi Timnas 2025 Pecahkan Rekor Sejarah Kemenangan 1958

Dalam laga China kiper klub Liga Italia, Palermo, Emil Audero akan mengawal gawang Timnas Indonesia sebagai debutan. Emil siap menjalani debut sebagai starter menggantikan Maarten Paes, yang absen karena akumulasi kartu. Emil akan dilapisi oleh Ernando Ari Suta dan Nadeo Argawinata.

Timnas Indonesia Foto: PSSI.org

Jakarta, EDITOR.ID,- Selain duel hidup mati untuk menatap Final Piala Dunia 2026, laga panas Timnas Indonesia vs China menjadi ambisi bagi Garuda mencetak sejarah mengalahkan timnas berjuluk Dragon. Indonesia pernah satu kali mengalahkan China di tahun 1958. Setelah itu Indonesia selalu kalah dan seri.

Rizki Ridho dkk akan berjuang untuk bisa mengalahkan Timnas China yang berperingkat 94 FIFA pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/6/2025) malam.

Namun China tak akan tinggal diam. Mereka juga mengincar kemenangan demi menjaga asa ke putaran selanjutnya. Kedua tim akan saling berusaha meraih kemenangan. Lantas siapa sebenarnya yang lebih unggul di atas kertas?

Secara klasemen, Indonesia sedikit di atas angin. Tim asuhan Patrick Kluivert duduk di posisi keempat dengan 9 poin, sementara China berada di dasar klasemen Grup C dengan 6 poin.

Meski begitu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan Garuda untuk tidak memandang remeh lawan. “Pokoknya, mau menang. Kalau tidak, harapan ke playoff akan semakin berat,” tegas Erick usai bertemu Timnas Indonesia di Jakarta.

Indonesia datang dengan modal solid, terutama di sektor pertahanan dan dukungan luar biasa dari suporter.
Menurut Erick Thohir, formasi skuad Garuda kini sudah setara. Antara lapis pertama dan lapis kedua nyaris tak ada bedanya.

Dalam laga China kiper klub Liga Italia, Palermo, Emil Audero akan mengawal gawang Timnas Indonesia sebagai debutan. Emil siap menjalani debut sebagai starter menggantikan Maarten Paes, yang absen karena akumulasi kartu. Emil akan dilapisi oleh Ernando Ari Suta dan Nadeo Argawinata.

Di barisan belakang, gawang Garuda akan dibentengi tiga bek tangguh. Yakni Rizki Ridho, Jay Idzes dan Justin Hubner. Mereka akan dilapisi bek handal Mees Hilgeers, Jordy Amat, dan Asnawi Mangkualam.

Di barisan bek kiri ada pemain hebat Liga Eredivisie, Calvin Verdonk. Dan sebelah kanan ada Kevin Diks. Kedua pemain ini akan dilapisi oleh Pratama Arhan, Yance Sayuri dan Yacob Sayuri.

Digelandang tengah ada Joey Palupessy yang akan dilapisi oleh Ricky Kambuaya.

Di sektor penyerang Timnas Garuda punya amunisi Ole Romeny, Ramadhan Sananta, Rafael Struick dan Stefano Lilipaly.

Di sektor sayap penyerang ada Egi Maulana Vikri dan Yacob Sayuri yang dikenal memiliki kecepatan lari dan lincah.

Sebagai pengatur serangan di gelandang serang ada sang Profesor Thom Haye, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, dan Beckham Putra Nugraha.

Namun, Garuda tetap menghadapi tantangan berat. Setidaknya enam pemain absen, termasuk playmaker Marselino Ferdinan dan bek kanan Sandy Walsh. Absennya Marselino membuat lini tengah kekurangan daya kreatif, sementara hilangnya Paes dan Walsh bisa mengganggu kestabilan komunikasi di lini belakang. Ini akan menjadi ujian besar bagi Kluivert untuk memaksimalkan kedalaman skuadnya.

Pelatih Timnas Indonesia , Patrick Kluivert , menyimpan bara semangat untuk membalas kekalahan yang diderita Skuad Garuda dari China sebelumnya. Kenangan pahit kekalahan 1-2 dari China pada 15 Oktober 2024 di Qingdao Youth Football Stadium, saat Timnas Indonesia masih di bawah arahan Shin Tae-yong, menjadi motivasi tambahan bagi Kluivert.

Sang pelatih mengaku tidak berada di tim saat kekalahan tersebut terjadi, namun kini ia menegaskan bahwa Timnas Indonesia di bawah komandonya akan tampil jauh lebih baik.

“Saat itu saya tidak di sana. Sekarang pertandingan di kandang, kami punya kepercayaan diri,” ujar Patrick

Saat ini, Rizky Ridho dan rekan-rekan telah melanjutkan persiapan di Jakarta sejak Senin (2/6/2025). Kluivert menyatakan keyakinannya terhadap persiapan tim yang telah dilakukan.

“Kami menyusun tim dengan baik, percaya diri untuk meraih hasil baik melawan Cina,” tegas mantan penyerang Barcelona tersebut.

Momentum bermain di kandang dengan dukungan ribuan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi Skuad Garuda untuk meraih kemenangan penting ini. Setelah menjamu China, tantangan berat lainnya menanti Timnas Indonesia.

Di sisi lain, Timnas China datang dengan status juru kunci, namun tetap berbahaya. Mereka masih memiliki pemain berpengalaman seperti Wu Lei, eks penyerang Espanyol, serta Zhang Yuning yang mencetak gol ke gawang Indonesia pada pertemuan pertama.

Serangan balik cepat dan eksplosif dari winger Wei Shihao dan Liu Ruofan juga bisa jadi momok bagi pertahanan Garuda.

Keunggulan China lainnya adalah lini depan yang punya fisik dan kecepatan. Meski tak konsisten, taktik pelatih Branko Ivankovic terbukti efektif saat timnya mencuri kemenangan 1-0 dari Bahrain.

Mereka juga memiliki pemain naturalisasi seperti Serginho dan bek Jiang Guangtai, yang menambah pengalaman di lini tengah dan pertahanan.

Namun, kelemahan China terletak pada konsistensi dan mental bertanding. Dalam delapan laga terakhir, mereka sudah kebobolan 19 gol dan hanya mencetak enam.

Ketergantungan pada Wu Lei dan Zhang Yuning membuat serangan mereka mudah ditebak. Selain itu, chemistry para pemain naturalisasi belum sepenuhnya menyatu dengan skema permainan tim.

Dari sisi momentum, Indonesia lebih siap secara mental. Kemenangan atas Arab Saudi dan hasil imbang melawan Australia menjadi suntikan moral tersendiri. Walau inkonsistensi masih jadi catatan, Garuda punya keunggulan di kandang dan dukungan publik yang bisa jadi pembeda.

Namun, pertanyaan terbesarnya adalah: apakah Indonesia bisa mengatasi absennya sejumlah pemain inti dan tetap menjaga fokus hingga menit akhir? Jika mampu menjaga disiplin dan tajam dalam penyelesaian akhir, kemenangan atas China bukan sekadar target—tapi kewajiban.

Sebagai informasi tambahan, Timnas Indonesia saat ini menempati posisi keempat klasemen Grup C dengan mengumpulkan sembilan poin dari dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Kemenangan atas China di kandang sendiri akan menjadi langkah krusial untuk memperbaiki posisi dan menjaga asa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Publik sepak bola Tanah Air tentu berharap sentuhan magis Patrick Kluivert mampu membawa perubahan positif dan membalas kekalahan sebelumnya.

Duel ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga soal kebanggaan dan langkah menuju panggung dunia. Dengan kondisi saat ini, Indonesia unggul tipis dalam komposisi tim dan atmosfer. Namun China tak bisa dikesampingkan begitu saja. Satu kesalahan kecil bisa berarti hilangnya mimpi besar.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa sekitar 3.000 pendukung China akan hadir langsung di stadion untuk memberi dukungan kepada tim mereka.

“Katanya 3.000 (suporter),” ucap Erick saat ditemui media, Senin (2/6/2025).

Kehadiran suporter tim tamu ini menjadi perhatian tersendiri. Erick menyambut baik kedatangan mereka, karena kehadiran fans lawan akan memberi warna tersendiri pada atmosfer pertandingan. Ia pun berharap laga berjalan dengan penuh sportivitas, baik di lapangan maupun di tribun.

“Kalau kita kemarin bisa menyambut suporter dari Arab Saudi, Jepang, Australia, dan Bahrain, ya sama juga dengan China. Kita harus sambut dengan baik,” tutur Menteri BUMN tersebut. (tim)

Leave a Reply