Mau Jadi Polwan Kandas Diperkosa Dua Oknum Polisi dan 2 Pelaku Lainnya

Korban (CA) yang awalnya berencana mengikuti seleksi Polwan tahun 2026 kini mengalami depresi berat dan membatalkan cita-citanya akibat trauma mendalam. Pemerkosaan terjadi secara bergiliran di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Kebun Kopi dan sebuah rumah kos di daerah Arizona, Kota Jambi, pada November 2025.

Jambi, EDITOR.ID – Peristiwa tragis ini telah memicu perhatian luas karena melibatkan oknum penegak hukum yang seharusnya memberikan perlindungan. Korban (CA) yang awalnya berencana mengikuti seleksi Polwan tahun 2026 kini mengalami depresi berat dan membatalkan cita-citanya akibat trauma mendalam.

Pemerkosaan terjadi secara bergiliran di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Kebun Kopi dan sebuah rumah kos di daerah Arizona, Kota Jambi, pada November 2025.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku, termasuk memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bagi dua oknum anggota Polri yang terbukti bersalah.

Kepolisian Daerah (Polda) Jambi telah menahan empat orang pelaku pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berinisial CA (18) di Kota Jambi. Dari empat pelaku yakni I, K, S, dan N.

Dari empat pelaku tersebut, dua orang merupakan oknum anggota kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keempat pelaku diproses oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Khusus dua oknum polisi yang terlibat juga telah ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi.

“Ya, sudah diproses di Krimum Polda Jambi. Untuk anggota, juga ditangani oleh Propam,” ujar Erlan saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).

Pemerkosaan bermula ketika korban sedang berkunjung ke rumah temannya di kawasan Pinang Merah.

Ketika korban hendak pulang ke rumah, salah satu pelaku berinisial “I” menghubungi korban dan menawarkan untuk menjemput serta mengantarkan pulang kerumahnya.

Menurut kesaksian ibu korban berinisial MS, puteri nya tersebut sudah memesan ojek online. tetapi pelaku “I” melarang hingga bersikeras mengantarkan korban ke rumah nya, dan korban pun di jemput dengan menggunakan mobil.

Disepanjang perjalanan, saat di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, pelaku “I” tetiba memutar arah balik, kemudian laju mobil diarahkan ke wilayah perkebunan Kopi.

Di lokasi perkebunan Kopi (lokasi perkosaan pertama), korban diperkosa secara bergiliran oleh tiga pelaku, yakni I, K, dan S.

Setelah ketiga pelaku selesai melampiaskan napsunya di perkebunan kopi, korban kemudian dipindahkan ke mobil langsung menuju lokasi Perkosaan yang kedua di sebuah rumah kos di kawasan Arizona, Kota Jambi.

Di lokasi tempat perkosaan kedua, korban kembali diperkosa oleh pelaku lain Anggota Polisi berinisial N.

Dari penuturan ibu korban, korban memang cita-cita ingin menjadi anggota kepolisian wanita (Polwan). Dan CA mewujudkan cita-cita nya dengan menargetkan diri mengikuti seleksi Kepolisian tahun 2026.

Sambil meneteskan air mata ibu korban melanjutkan ceritanya bahwa puteri bertekad profesinya menjadi Polwan, menurut CA, sebagai Polwan adalah simbol keberanian, pengabdian, dan perlindungan terhadap masyarakat.

Namun, naas dialami oleh CA, justru mengalami peristiwa traumatis menjadikan dirinya mendapatkan mimpi buruk, keinginan dan harapan pun pupus telah sirna.

Akibat pemerkosaan terjadi pada dirinya membuat CA kini mengalami depresi berat. Hingga CA membatalkan niatnya mendaftar sebagai Polwan. (*)

Leave a Reply