Jakarta, EDITOR.ID,- Race atau Grand Prix MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9/2025) melahirkan Juara Dunia MotoGP 2025, yakni Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo ini resmi menjadi juara dunia, usai finis di urutan kedua grand prix Jepang di Sirkuit Motegi.
Keperkasaan dan dominasi Marc musim ini membuahkan gelar juara dunia di saat balapan masih menyisakan lima seri.
Dengan merebut posisi kedua, sudah cukup bagi Marc untuk mengunci gelar juara dunia ketujuh di kelas MotoGP setelah poinnya sudah tak terkejar oleh pembalap Gresini Racing, Alex Marquez.
Rekor Kemenangan MotoGP Terbanyak
Marc sebelumnya memimpin klasemen sementara dengan perolehan 521 poin atau unggul 191 poin dari sang adik, Alex, yang berada di peringkat kedua. Dari GP Jepang, Marc mendapat tambahan 20 poin menjadi 541 untuk memastikan poinnya tidak terkejar. Alex yang finis di urutan keenam mengumpulkan total 340 poin, laman MotoGP menyebutkan.
Kemenangan ini mengantar Marc Marquez mencetak rekor sebagai pembalap dengan kemenangan MotoGP terbanyak berturut-turut dengan Ducati – tujuh dari Aragon ke Hungaria tahun ini. Juga pembalap pertama yang mencetak tujuh kemenangan ganda (kemenangan Sprint dan GP) berturut-turut, serta dari Aragon ke Hungaria.
Marc meraih kemenangan ke-14 bersama Ducati di Misano, menyamai Andrea Dovizioso di posisi ketiga dalam daftar pembalap Ducati tersukses di MotoGP, di belakang Francesco Bagnaia (30 kemenangan) dan Casey Stoner (23).
Raihan titel Kejuaraan Dunia MotoGP yang ketujuh mengantarkan Marc Marquez menyamai jumlah gelar juara MotoGP milik Valentino Rossi. Hanya satu pembalap yang lebih banyak – Giacomo Agostini dengan delapan.
Posisi Kedua di Sirkuit Montegi
Pada race di Motegi, Marc finis di posisi kedua di belakang Francesco “Pecco” Bagnaia. Bagnaia tampil dominan setelah memulai start dari pole position.
Namun Marc Marquez tetap ditahbiskan berhasil mengunci gelar juara Dunia MotoGP ketujuh, 2.184 hari sejak kali terakhir menjadi Juara Dunia MotoGP pada 2019 silam. Mengunci gelar juara di GP Jepang pada Ronde 17 dari 22 Grand Prix menjadikannya pembalap ketiga paling awal yang mengamankan mahkota MotoGP dalam era modern.
Marc Juara Dunia MotoGP untuk Tiga Tim Berbeda dan Dua Pabrik
Marc Marquez telah berkompetisi untuk tiga tim berbeda dan dua pabrikan berbeda sejak terakhir kali menjadi Juara Dunia MotoGP pada musim 2019.
Mantan pembalap Honda ini menjalani lima operasi pada lengan dan bahu kanannya sejak terakhir kali menjadi Juara Dunia MotoGP pada 2019 – selama waktu itu ia melewatkan 30 balapan.
Alami Kecelakaan 108 Kali
Marc yang kini jadi pembalap dibawah bendera Ducati telah mengalami kecelakaan sebanyak 108 kali sejak terakhir kali menjadi Juara Dunia MotoGP pada 2019 silam.
Ada selisih 581 hari antara kemenangan terakhirnya pada 2019 dan kemenangan pertamanya setelah cedera di Sachsenring musim 2021, dan kemudian 1.043 hari lagi hingga menang lagi di Aragon 2024 setelah dua cedera, sejumlah operasi, serta pergantian tim dan pabrikan.
Pembalap Sejati, Pernah Alami Cedera Patah Tulang
Marc Marquez menerima tepuk tangan meriah dari insan pers di Motegi setelah memastikan gelar Juara Dunia MotoGP 2025. Pembalap Spanyol berusia 32 tahun itu mendapat teriakan dari sejumlah awak media yang telah lama mengikuti kariernya.
“GOAT!” Itu merujuk kepada Greatest of All Time.
“Selamat, GOAT.”
Keberhasilan Marc Marquez menjadi Juara Dunia MotoGP 2025 ini bukan sekadar prestasi, tetapi bukti bahwa orang yang pernah cedera, patah, berkali-kali operasi, hingga lama istirahat, masih punya peluang menjadi juara. Marc menjadi juara lagi setelah 2019.
Beberapa media di luar, terutama di Spanyol, sudah menyebut Marc salah satu atlet terhebat sepanjang masa.
“Sudahlah. Saya tidak mendengar pujian seperti itu. Saya menikmati momen ini. Saya sudah cukup menangis, rasanya saya benar-benar dehidrasi. Saya merasa damai dengan diri saya sendiri,” kata Marc seperti dikutip dari AS.
Ketika ditanya apakah pengin mendedikasikan gelar kesembilannya (di semua kelas) untuk orang lain selain dirinya sendiri, Marc bingung.
“Saya tidak akan bisa menyelesaikannya. Terlalu banyak. Apakah Anda punya waktu (mendengarnya). Semua orang dari 2020 hingga sekarang, begitu banyak yang telah datang. Fisioterapis, terutama Carlos Garcia, yang paling sering tinggal di rumah. Masih banyak fisioterapis, dokter, dari Mir hingga Sotelo, Antuna, telah datang, begitu banyak, Ignacio Roger de Ona, Bernat Sanchez, dokter mata…,” Marc mulai terharu.
Urutan Kedua Dibelakang Bagnaia di Sirkuit Montegi
Dramatis. Pecco yang sempat memimpin jauh, nyaris dikejar oleh Marc lantaran motor Pecco berasap sejak lap 15.
Pecco ‘memapahnya’ hingga finis pertama, tetapi cerita utama hari ini tetap pada Marc Marquez; 2025 MotoGP World Champion.
Hasil Race MotoGP Jepang
Pos Rider Nat Team
- Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25)
- Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25)
- Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
- Marco Bezzecchi ITA Aprilia Factory (RS-GP25)
- Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24)
- Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)
- Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25)
- Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
- Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)
- Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)
- Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
- Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
- Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
- Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1)
- Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V)
- Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
- Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
- Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
Takaaki Nakagami JPN Honda HRC Castrol (RC213V)
Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)












