Solo Jawa Tengah, EDITOR.ID,- Ketua Umum PSI Terpilih 2025-2030 Kaesang Pangarep mengungkapkan makna dan filosofi lambang binatang Gajah yang sekarang digunakan sebagai identitas partai. Sebagian makna tersebut mewarisi nilai-nilai leluhur Jawa.
Logo PSI sebelumnya yakni bunga mawar, kini bertransformasi menjadi gajah berkepala merah dan badan hitam. Kaesang menjelaskan pemaknaan gajah dari sudut pandang filosofi dari para leluhur Jawa.
Makna logo PSI gajah berkepala merah dijelaskan Ketum PSI Kaesang kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Gajah dalam budaya Jawa dipandang sebagai lambang kekuatan yang besar, yang tenang, dan berwibawa. Dia tidak mudah terpancing, tidak gegabah, tetapi ketika bergerak, langkahnya membawa dampak yang besar,” ujar Kaesang di hadapan Prabowo dan kader PSI saat penutupan Kongres PSI di Solo, Minggu (20/7/2025).
Kaesang mengambil pepatah Jawa: gajah alon nanging mantep, artinya gajah bergerak pelan namun mempunyai dampak yang besar dalam bertindak.
“Gajah memang berjalan pelan, namun mantap tidak tergoyahkan. Gajah juga dikenal sebagai mahkluk yang setiap pada kawanan, tidak meninggalkan sesamanya dalam situasi apa pun. Nilai ini sejalan dengan falsafah jawa rukun agawe santoso. Kerukunan lah yang menciptakan sejati,” ucap Kaesang.
Nilai-nilai dan semangat tersebut yang ingin ditanamkan dalam setiap kader PSI, yakni solid tidak egois, saling menopang dan bergerak bersama-sama dalam gotong royong.
“Seperti gajah yang besar, namun lembut, kuat, namun penuh kearifan. Kami ingin PSI hadir sebagai kekuatan politik yang tegas, tetap rendah hati, bergerak pelan tapi pasti, tidak gaduh tapi berdampak,” imbuhnya.
Kaesang memastikan kepada Prabowo bahwa lambang Gajah memberi arti loyalitas dan keteguhan kader partai dalam membangun solidaritas dan kekuatan. Termasuk membangun kerukunan dan senantiasa akan tetap mendukung Prabowo-Gibran.
“Logo partai PSI kini resmi berubah menjadi gajah. Gajah adalah simbol kekuatan, kecerdasan, keteguhan dan solidaritas,”
“Sifat-sifat yang kami ingin tanamkan dalam diri setiap kader PSI, berpikir jernih, bergerak bersama, tidak mudah goyah, menghadapi tantangan zaman,” imbuhnya.
Lambang Baru PSI: Gajah Itu Makhluk Bijaksana
Politisi PSI, Andy Budiman menjelaskan makna gajah sebagai logo baru PSI. Ia menyebut gajah sebagai makhluk yang bijaksana, lembut, dan teguh.
“Gajah itu makhluk yang bijaksana lembut kemudian teguh dan jangan lupa kalau kita baca literatur gajah itu adalah salah satu makhluk yang punya karakter paling kuat dalam soal solidaritas. Jadi sekali lagi gajah adalah simbol sesuatu yang bijaksana yang kuat yang cerdas, ada istilahnya kan,” ungkap Andy ditemui saat memberikan jaket logo baru PSI ke Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Banjarsari, Kota Solo, Kamis (17/7/2025).
Apalagi, kata Andy, gajah dinilai sebagai hewan yang tidak pernah lupa. Ia menyebut banyaknya makna positif dari gajah itu yang akan diemban ke kader PSI.
“Gajah nggak pernah lupa katanya. Jadi ini adalah salah satu hal positif, hal-hal baik yang akan kami internalisasi menjadi nilai-nilai di dalam kader PSI,” ucapnya.
Ditanya mengenai pemilihan kepala gajah berwarna merah, Andy mengaku tidak ada makna khusus. Menurutnya warna merah pernah digunakan saat masih berlogo bunga mawar.
“Kepalanya merah ya memang ada unsur merahnya, jadi ada putih, merah dan hitam. Estetik juga ya menurut saya. (Kenapa yang dipilih merah kepala) Oh, ya nggak apa-apa juga kan kita dulu juga logonya merah, gitu,” tuturnya.
Disinggung mengenai makna gajah dinilai sebagai tunggangan raja pada zaman dahulu, Andy membantah. Meski dulu menjadi tunggangan raja, ia menyebut makna gajah sebagai sumber kebijaksanaan.
“(Punya makna tunggangan raja?) Nggak sih, kita nggak ke sana bahwa gajah mungkin pernah jadi alat tunggangan para raja pada masa dulu. Mungkin iya, tapi maksud PSI dengan simbol baru ini, logo baru ini justru gajah itu sebagai sumber kebijaksanaan, sumber kearifan, makhluk yang cerdas dan juga eh mengayomi sebetulnya,” kata dia.
Andy sendiri juga merahasiakan pencetus logo gajah tersebut. Termasuk saat ditanya apakah Jokowi salah satunya.
“(Pencetus gajah siapa?) Ya nanti kita ceritakan, (Pak Jokowi salah satunya?) Nanti nanti kita ceritakan, nanti kita ceritakan ya,” pungkasnya.
Logo Gajah Lebih Mudah Dimaknai Rakyat
Sementara itu pakar Desain Komunikasi Visual dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, logo itu lebih mudah dimaknai daripada logo PSI sebelumnya.
Praktisi Desain Komunikasi Visual dari ISI Solo, Basnendar Herry Prilosadoso, S.Sn., M.Ds, mengatakan pergantian logo PSI merupakan langkah yang cukup berani. Dia menilai, logo baru PSI ini lebih mudah dimaknai bagi masyarakat, karena memenuhi beberapa kriteria logo yang baik, seperti simpel, unik, mudah diingat, fleksibel dan mudah diterapkan.
“Logo baru ini tentu lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Lebih sederhana, lebih modern. Dari desainnya, logo baru ini lebih mewakili partai mereka, yang identik dengan anak muda,” kata praktisi Desain Komunikasi Visual dari ISI Solo, Basnendar Herry Prilosadoso, S.Sn., M.Ds, sebagaimana dilansir detikJateng, Rabu (16/7).
Menurut Basnendar, gajah melambangkan dewa pengetahuan, pelindung, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberuntungan. Gajah juga sering dikaitkan dengan kemuliaan, kehormatan, dan kesetiaan.
“Sejarah Nusantara, gajah sendiri dulunya sebagai alat transportasi bagi raja-raja. Karena tubuhnya yang besar, gajah dulunya juga digunakan untuk peperangan,” jelasnya. (*)












