Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” Bikin Heboh di Medsos, Ini Tanggapan Bahlil Mengejutkan

Pria yang akrab disapa kanda Bahlil di kalangan aktivis tersebut justru ingin bertemu dengan konten kreator yang membuat video musik tersebut dan mentraktirnya makan.

Tangkapan Layar Youtube Video Lagu MBG Mas Bahlil Guanteng

Jakarta, EDITOR.ID,- Lagu berjudul My Little Bolu Ketan menggemparkan jagat maya. Salah satu penggalan liriknya bernada satire “MBG” yang disebut sebagai singkatan dari “Mas Bahlil ganteng” ramai diperbincangkan. Karena menyentil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahdalia dengan gaya khas anak Genji.

Netizen pun ramai membagikan konten dengan lagu tersebut di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Lantas apa reaksi Bahlil Lahadalia setelah mendengar lagu tentang dirinya viral. Apakah Pak Bahlil marah? Ketua Umum Partai Golkar ini justru mengaku penasaran dengan sosok pembuat lagu ‘MBG’ atau ‘Mas Bahlil Ganteng’

Pria yang akrab disapa kanda Bahlil di kalangan aktivis tersebut justru ingin bertemu dengan konten kreator yang membuat video musik tersebut dan mentraktirnya makan.

“Kalau itu asli penasaran Adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan,” ujar Bahlil dalam narasi video.

Hal itu diungkapkan Bahlil saat berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, sekaligus artis se Raffi Ahmad, dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @raffinagita1717, Jumat (29/5/2026).

Dalam video itu, Raffi Ahmad sempat menyampaikan rasa penasarannya mengenai sosok pencipta lagu tersebut ke Bahlil. Ia bahkan menyebut banyak warganet yang menanyakan tanggapan Bahlil terkait lagu yang ramai beredar di berbagai platform media sosial itu.

Sambil berkelakar, Bahlil mengaku menjadi bahan candaan keluarganya setelah lagu itu viral.

“Karena penasaran juga saya—saya lagi ibadah umroh tapi setiap pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, ‘Bapak MBG’,” ujar Bahlil berbincang dengan Raffi dalam rekaman video.

Raffi kemudian membenarkan bahwa putranya, Rafathar, cukup sering membicarakan lagu tersebut. Bahkan, kata Raffi, Rafathar beberapa kali mencari-cari sosok Bahlil.

“Wah, sampai anak saya semuanya jadi MBG. Rafathar! Rafathar! Rafathar nge-fans banget ini Kakanda. Malu dia,”timpal Raffi Ahmad.

“Dia nyari-nyari. Halo Om, katanya. Aa senang kan sama lagunya kan? Gimana MBG gimana MBG? MBG gimana? Tuh dia nyari-nyari dia! Dia nanyain terus. Aa suka lagunya kan? Iyaaa,” tambahnya.

Raffi juga mengungkapkan bahwa perbincangannya dengan Bahlil yang sebelumnya diunggah ke media sosial mendapat perhatian besar dari publik.

Unggahan tersebut telah ditonton jutaan kali dan memicu banyak pertanyaan mengenai respons Bahlil terhadap lagu MBG.

“Gara-gara postingan kemarin Kakanda nasihatin saya itu yang lihat saja sampai di Instagram saja 12 juta. Banyak yang nanya, tadi banyak yang DM saya, ‘Coba tanya Pak Bahlil gimana sih rasanya itu lagu MBG untuk Pak Bahlil sendiri bagaimana?” kata Raffi.

Bahlil mengaku tidak mengetahui siapa sosok yang menciptakan lagu tersebut. Namun, Bahlil menegaskan ingin bertemu langsung dengan pembuatnya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak muda.

“Saya sendiri nggak tahu dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh Fi, bisa temukan, saya pengen sekali ketemu Fi. Tetapi saya menghargailah kreativitas orang-orang, anak muda sekarang itu teman-teman ya,” kata Bahlil.

Bahlil mengingatkan agar kreativitas di media sosial tetap digunakan secara bertanggung jawab dan tidak mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di SARA,” tegasnya.

Bahlil juga kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan, dan menghargai sesama anak bangsa. Sebagai sosok pejabat publik, Ia mengaku telah damai dengan risiko yang diterimanya.

“Gak boleh. Karena apa, itu akan memicu solidaritas kita sesama anak bangsa. Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya, resiko jadi pejabat publik harus—harus menerima semuanya,” pungkasnya. ****

Leave a Reply