KM Krapu Lodi Lima Hari Mati Mesin

Img 20201210 Wa0064

EDITOR.ID, Indramayu – Kapal Motor (KM) Krapu Lodi berbobot mati 60 gross ton (GT) dilaporkan terombang-ambing di laut utara Jawa, sekira 31 km dari Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu. Penyebabnya, kapal mengalami gangguan pada sistem cadangan baterai sehingga mati mesin. Upaya pertolongan tim SAR gabungan dalam empat hari terakhir terkendala cuaca buruk. Sampai berita ini dibuat pada Kamis (10/12) siang, tim SAR gabungan masih berusaha menuju lokasi KM Krapu Lodi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, dalam siaran persnya menjelaskan ikhwal insiden mati mesin ditengah laut yang menimpa KM Krapu Lodi. Pada Minggu (6/12) nahkoda KM Krapu Lodi, Ari, memberitahu pihak keluarga bahwa sedang lego jangkar. Ia dan 13 anak buah kapalnya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena kapal mengalami gangguan mesin. Informasi itu lalu diteruskan oleh keluarga kepada tim SAR dan pihak terkait lain.

Usai menerima laporan, jelas Deden, pihaknya langsung melakukan pemetaan lokasi sesuai koordinat yang dikirimkan awak KM Krapu Lodi. Koordinasi dilakukan, termasuk dengan pemilik KM Krapu Lodi. Mereka memutuskan mengirim baterai berikut ‘charger’-nya untuk dipasangkan di KM Krapu Lodi. Namun upaya pengiriman baterai kapal oleh tim SAR terhalang kondisi cuaca yang buruk. Keadaan itu berlangsung hingga hari kelima.

Akhirnya pada Kamis (10/12) pukul 05.00 WIB pagi ini, tim SAR gabungan menurunkan kekuatan penuh untuk menjangkau lokasi KM Krapu Lodi berada. Hal itu dilakukan lantaran kondisi cuaca yang tak menentu dan cenderung buruk. Personel itu antara lain KN SAR 206 Bandung berangkat dengan 20 POB yang terdiri dari 11 orang crew ditambah 3 personel Kantor SAR Bandung, 2 personel Lanal Cirebon dan 4 personil Polair Cirebon dan Indramayu. “Ada empat kapal, tiga diantaranya milik nelayan, yang menuju lokasi kapal yang terapung itu. Semua sudah berangkat dari Pelabuhan Karangsong Indramayu menempuh 31 km perjalanan,” tukas Deden. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply