Sragen, Jawa Tengah, EDITOR.ID – Kisah pilu, begitu tega nya seorang ayah menganiaya anak kandungnya (Balita) sendiri demi untuk memeras istri nya (ibu si anak) yang sedang berada di luar negeri sebagai TKW. Warga khususnya di kabupaten Sragen dihebohkan oleh peristiwa sangat memilukan dengan beredarnya sebuah video kekerasan terhadap anak-anak berupa penganiayaan terhadap anak dibawah umur (balita).
Video ini beredar luas di media sosial platform “Facebook”, “Instagram” maupun platform “X”. Dalam tayangan video tersebut semakin banyak tanggapan hingga memicu kemarahan warganet.
Kejadiannya di sebuah rumah berdinding herbel nampaknya baru setengah jadi, letaknya di dekat Jalan Poros Tangen-Sukodono, tepatnya di wilayah Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Sragen. Tempat ini menjadi saksi teganya seorang ayah menganiaya anak kandungnya sendiri yang berusia 3,5 tahun.
Seorang ayah bernama, Purwanto (48) diketahui warga sekitar merupakan tulang punggung keluarga dirumah ini, tak disangka-sangka setega itu melakukan tindak penganiayaan terhadap anaknya sendiri yang masih berumur sekitar 3,5 tahun. Dugaan dari tetangganya agar istri (di luar negri) kirim duit”.
Purwanto mengirimkan video penganiayaan itu dengan harapan sang istri merasa iba atau takut, sehingga segera mengirimkan uang nafkah.
Namun, rencana akal-akalannya tersebut jadi Boomerang berbalik arah setelah video tersebut bocor dan viral di media sosial.
Purwanto sadar kalau dirinya menjadi incaran polisi dia peroleh dari amarah warga, Purwanto menjadi panik hingga langsung tancap gas melarikan diri menggunakan mobil Xenia nya dengan membawa lima anaknya kW hutan Nogosari, Boyolali. Sementara satu anak lainnya dititipkan kepada kerabat terdekatnya.
Melihat kondisi rumah Purwanto
Melihat kediaman Purwanto, rumah sederhana tanpa pintu dan jendela, memasuki ruang dalam itu nyaris tanpa perabotan (kondisi kosong) bahkan tidak ada dapur.
Memasaknya pun masih menggunakan kayu bakar di depan rumah. Melihatnya miris dihuni Purwanto bersama lima orang anak-anaknya.
Dari kelima anak Purwanto dari dua istrinya. Empat anaknya dari istri pertama asal Blora dan satu anak dari istri kedua asal Desa Kedungupit, Sragen, yang kini bekerja di negara Taiwan sebagai TKW. Bungsu berinisial P (3,5) menjadi korban penganiayaan Purwanto.
Berdasarkan informasi dari sebagian besar para tetangganya disekitar kediamannya ketika video nya viral di media sosial, Purwanto diduga dia nekat menyiksa anaknya sendiri dengan motif untuk memeras sang istri yang sedang bekerja di luar negeri diketahui sebagai TKI di Taiwan agar segera mengirimkan uang.
Fakta yang lebih menghebohkan lagi, video penganiayaan terhadap anaknya sendiri itu direkam olehnya sendiri dimana Purwanto sendiri sebagai pelaku kekerasan terhadap anak dengan melampiaskan kekerasan terhadap puteri nya sendiri.
Kesaksian Mbah Karni Tetangga Purwanto
Informasi tetangga Purwanto bernama Mbah Karni mengetahui peristiwa Purwanto menganiaya anak bungsunya itu, setelah beredar dan viral videonya. Kemudian pada sore hingga malam harinya, kata dia, terjadi kehebohan di rumah pelaku karena banyak orang dan polisi yang berdatangan.
“Saya kira penganiayaan itu hanya bercanda saja. Setelah melihat tayangan videonya, ternyata memukul beneran. Sampai polisi dari Sragen datang. Orangnya ini memang jarang keluar dan jarang bergaul dengan warga di lingkungan sekitar. Istrinya banyak,” jelas dia saat, Sabtu (21/2/2026) siang.
“Setahu saya hanya satu yang resmi. Istrinya dari Blangu, Blora, dan Kedungupit. Rumahnya kosong karena orangnya kabur membawa anaknya,” jelas Mbah Karni.
Dari keempat anak yang lahir dari istri asal Blora itu, satu orang sedang pergi memancing yang saat kejadian penganiayaan. Anak itu tidak ikut dibawa pelaku saat kabur dengan mobilnya ke Boyolali.
Mbah Karni mengungkapkan para tetangga di Desa Srawung sudah tahu bahwa pelaku memiliki mobil hasil dari judi slot.
“Orang-orang tidak hafal nama aslinya tetapi sebutannya Terong. Biasanya tebas mangga pas musim mangga dan pekerjaan serabutan,” beber Mbah Karni
Purwanto diketahui para tetangganya merupakan pecandu judi slot, yang memperkuat dugaan motif ekonomi di balik tindakan nekatnya ini.
Kesaksian Mursito: Purwanto Emosi Jika Kalah Judi Slot
Kesaksian Mursito (51), tetangga Purwanto memberikan pengakuannya bahwa dia mengetahui sekaligus membenarkan perilaku Purwanto yang suka main judi slot si waktu malam hari dari mendengar cerita Purwanto sendiri dirinya hingga mengalami kerugian Rp10 juta dalam semalam, yang biasanya diiringi perilaku marah-marah kepada anak-anaknya merupakan temperamental nya.
“Suatu ketika ada salah satu anaknya datang ke rumah saya dan cerita kalau pelaku kalah judi dan tidak punya uang sering marah-marah. Bahkan, anak itu sampai dianiaya dengan senjata tajam kemudian lari ketemu saya,” ungkap Mursito, mengulik dari media Espos di lokasi kejadian, Sabtu siang (21/2/2026).
Mobil Daihatsu Xenia milik Purwanto, menceritakan kepada Mursito merupakan hasil dari judi slot. Dan mobil tersebut yang dicurigai Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen ditemukan di Boyolali. Berdasarkan informasi beberapa tetangga, Purwanto punya saudara di Boyolali melewati jalan hutan Nogosari, Boyolali. Polisi Sragen menemukan mobil Purwanto kemungkinan dalam keadaan kehabisan bensin.
Anak bungsunya korban Purwanto
Inisial P, anak bungsunya Purwanto yang dia aniaya ini menurut tetangganya, Mursito. P memang dikenal sangat “lengket” sebagai anak perempuan pada umumnya nempel (akrabnya) kepada bapaknya.
Namun, setelah peristiwa penganiayaan dari Purwanto, “P seperti trauma terhadap bapaknya” terang Mursito. “Saya tidak dengar ada penganiayaan itu karena saya tertidur. Yang dengar korban menangis itu malah istri saya. Kemudian saya ditunjukkan video pelaku saat menganiaya anaknya. Ada dua video, di depan rumah dan di dalam rumah. Yang paling keras itu justru di depan rumah,” kata Mursito seraya menunjukkan lokasinya.
Dugaan Mursito “penganiayaan terhadap P itu sengaja direkam video oleh bapaknya untuk dikirimkan ke istrinya yang juga ibu dari korban yang bekerja di Taiwan supaya mengirim uang. Uang Purwanto mungkin sudah habis karena memang dipakai untuk judi slot”.
Mursito menambahkan, “Saya sudah sering menasihatinya tetapi tidak mempan. Seandainya pelaku itu tidak ikut judi slot dan bekerja serius bisa menjadi orang kaya dan bisa membangun rumah. Setahu saya, ibunya korban ini dulu ikut dengan pelaku setelah lulus SMP. Jadi ibunya si P (korban) itu masih muda,” beber Mursito.
Peristiwa penganiayaan yang menghebohkan ini sengaja direkam sendiri oleh pelaku untuk dikirimkan kepada istrinya. Namun, video tersebut akhirnya bocor dan viral di media sosial, memicu kemarahan publik.
Video kekejamannya Purwanto ini mencuat di jagat dunia maya pada pertengahan Februari 2026.
Dalam video tersebut, puteri bungsu nya yang masih balita tampak menangis kesakitan akibat tindakan kekerasan bapak nya sendiri.
Mendapat informasi kejadian dan video yang telah beredar luas tersebut, pihak Kepolisian Sragen bergerak cepat mengejar pelaku penganiayaan dalam video yang ramai di media sosial yang merupakan anak kandungnya sendiri.
Setelah sempat melarikan diri bersama korbannya ke arah Jawa Timur, tim gabungan Satreskrim Polres Sragen akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Boyolali pada Sabtu (21/2/2026) malam, setelah tim melakukan pelacakan intensif menyusul viralnya video kekerasan tersebut.
“Alhamdulillah, pada hari ini sekitar siang hari, Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen telah berhasil mengamankan terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak,” kata AKBP Dewiana Syamsu Indyasari kepada para wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Informasi yang diperoleh media Espos sebelumnya, pelaku sempat diamankan oleh aparat Polsek Gesi namun berhasil kabur membawa empat anaknya, termasuk satu anak yang dianiaya. Tiga anak ditemukan bersama mobil pelaku di pinggir jalan dekat alas atau hutan menuju Boyolali. Sedangkan satu anak yang dianiaya dibawa kabur pelaku.
Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Polres Sragen bekerja sama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban
Terkait proses hukum, Kapolres menyatakan, “masih terus melakukan pendalaman”.
Kapolres Sragen menjelaskan bahwa kondisi balita “P” (korban) maupun bapaknya (pelaku) saat diamankan dilaporkan dalam keadaan cukup baik.
Namun keselamatan dan trauma korban secara menyeluruh, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tenaga medis untuk penanganan lanjutan.
“Pada hari ini juga direncanakan korban akan dibawa ke Rumah Sakit Moewardi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut,” jelas Kapolres.
Anak balita tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian dan mendapatkan pendampingan untuk pemulihan fisik serta trauma. (*)










