Jakarta, EDITOR.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meluapkan kemarahan saat menemui Suderajat, pedagang es kue yang sebelumnya viral karena difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan spons. Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.
KDM yang awalnya bersimpati karena Suderajat sebelumnya mengaku hidup serba kekurangan dan masih mengontrak
Namun KDM dibuat kecewa setelah mengetahui pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor itu ternyata memiliki rumah pribadi dan pernah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Suderajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Suderajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.
Ketua RW kemudian menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli oleh almarhum orang tua Suderajat sekitar tahun 2007 dengan kisaran harga Rp 35–40 juta. Penjelasan ini makin menguatkan kekecewaan KDM.
“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (30/1/2026).
Mendengar penjelasan itu, KDM langsung bereaksi keras. Ia menggebrak meja dan mempertanyakan alasan Suderajat terus menyampaikan keterangan yang berbeda dengan fakta di lapangan.
“Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.
Suderajat pun berulang kali meminta maaf. Ia berdalih rumahnya sempat rusak parah dan pernah mendapat bantuan Rutilahu. Namun, alasan itu tak cukup meredakan emosi KDM. “Minta maaf pak, minta maaf,” ujar Jajat.
Menurut KDM, persoalan utamanya bukan soal kondisi ekonomi, melainkan soal kejujuran. Ia menyinggung pengakuan Suderajat yang sebelumnya mengklaim hanya menerima warisan uang Rp 200 ribu dari orang tuanya.
“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya,” tegas KDM.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat memberikan bantuan uang tunai kepada Suderajat. Pasalnya Suderajat mengaku ia tinggal di rumah kontrakan. Namun rupanya Suderajat bukan ngontrak, tapi rumah sendiri.
Pelurusan karakter Sudrajat (49), penjual es gabus yang sempat viral, memang menjadi diskursus hangat mengenai kejujuran dan empati di masyarakat.
Sudrajat mengakui kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa cerita mengenai penganiayaan oleh oknum aparat dan kondisi ekonominya mengandung banyak ketidaksinkronan.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa Sudrajat sebenarnya memiliki aset yang cukup mapan, termasuk rumah yang layak dan anak-anak yang sudah mandiri secara ekonomi, sangat kontras dengan narasi “penjual es yang dizalimi dan serba kekurangan” yang ia bangun di media.
Kejadian ini memicu kekecewaan publik karena banyak warga yang sudah menyumbang lewat donasi merasa tertipu. Hal ini memperkuat pesan Anda bahwa karakter amanah tidak ditentukan oleh penampilan atau strata ekonomi seseorang.
Meskipun kebohongannya terungkap, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tetap diproses sesuai hukum yang berlaku di internal instansi mereka.
Kasus Suderajat, pedagang es gabus di Kemayoran, kini menjadi sorotan publik setelah terungkapnya sejumlah kebohongan dalam pernyataannya kepada Dedi Mulyadi (KDM).
Kebohongan Terkait Kondisi Ekonomi dan Bantuan
Suderajat yang kini sudah menerima banyak bantuan. Ia mengklaim belum menerima bantuan apapun, padahal ia telah menerima motor dari Kapolres Depok, bantuan sembako dari Pemkab Bogor, dan jaminan pendidikan bagi anaknya.
Begitu juga dengan warisan dari orang tuanya. Suderajat mengaku hanya mendapat warisan Rp200.000, namun terungkap bahwa orang tuanya telah membelikannya rumah di Bogor.
Kebohongan lainnya mengenai intimidasi berlebihan. Meskipun benar terjadi intimidasi oleh oknum aparat (Babinsa Heri dan Aiptu Ikhwan Mulyadi) yang menuduh es nya berbahan spons, KDM menilai Suderajat telah melebih-lebihkan ceritanya untuk mendapatkan simpati lebih luas.
Hal ini membuat Dedi Mulyadi menggebrak meja karena merasa dikelabui oleh ketidakjujuran Suderajat.
Fakta lainnya tentang produk es gabus. Terlepas dari kebohongannya Suderajat terkait profil pribadinya, tuduhan bahwa dagangannya mengandung spons terbukti memang tidak benar:
Dari hasil uji laboratorium , tim DOKKES Polda Metro Jaya dan Labfor Polri telah mengklarifikasi dan memastikan bahwasannya es gabus yang dijual oleh Suderajat di Kemayoran aman dan layak dikonsumsi.
Sementara pemeriksaan pabrik pembuatan kue es gabus dimana Suderajat mengambil untuk dijual, pihak Polisi mengklaim telah memeriksa lokasi produksi es tersebut di Depok dan tidak menemukan adanya bahan berbahaya seperti spons atau styrofoam.
Kedua oknum aparat yang melakukan intimidasi telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung di kediaman Suderajat di Bogor. Dan mereka dihukum sesuai aturan yang berlaku di institusinya masing-masing.
Nama Suderajat (49) viral di media sosial karena dituduh menjual es gabus mengandung spons oleh aparat polisi-TNI di Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dokkes, es yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi.
Imbas kejadian ini, Suderajat mendapatkan simpati publik. Pria yang akrab disapa Jajat tersebut diberondong bantuan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Namun, dia justru nekat membohongi Dedi Mulyadi, mengaku tinggal di kontrakan, padahal punya rumah sendiri. ***












