Kapal Logistik Terbalik di Laut Arafuru Diselamatkan Kapal TNI AL, 12 ABK Selamat

Total 13 orang berada di kapal tersebut; 12 orang ditemukan selamat oleh TNI AL, sementara 1 orang lainnya yang sempat hilang telah ditemukan selamat berkat bantuan benda terapung (kantong plastik).

Kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 (KRI BJM-592) dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) berhasil menyelamatkan 12 orang ABK dan penumpang yang terombang-ambing di laut.
Kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 (KRI BJM-592) dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) berhasil menyelamatkan 12 orang ABK dan penumpang yang terombang-ambing di laut.

Timika, Papua, EDITOR.ID – Sebuah Kapal Logistik Tradisional dengan nama lambung KM Putra Kuantan yang memuat sembako dan bahan bangunan terbalik di perairan Mimika (Laut Arafura) pada Senin, 19 Januari 2026, setelah dihantam ombak setinggi 2 meter akibat cuaca buruk.

KM Putra Kuantan (juga disebut sebagai KM Putra Kuantan atau KM Putra Siantan dalam beberapa laporan) adalah kapal barang  atau kapal kargo tradisional yang membawa muatan sembako dan barang bangunan. 

Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Timika menuju Dobo atau sebaliknya saat kecelakaan terjadi sekitar 12 mil dari perairan Timika. 

Total 13 orang berada di kapal tersebut; 12 orang ditemukan selamat oleh TNI AL, sementara 1 orang lainnya yang sempat hilang telah ditemukan selamat berkat bantuan benda terapung (kantong plastik).

Kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 (KRI BJM-592) dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) berhasil menyelamatkan 12 orang ABK dan penumpang yang terombang-ambing di laut.

KRI BJM-592 dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) berhasil menyelamatkannya,

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ini menunjukkan respons cepat dan profesional dari pihak TNI Angkatan Laut. More information is available at Kolinlamil.

Adapun identitas 13 penumpang yang berhasil selamat adalah:1. Basyir (50 Tahun, Nahkoda)2. Aldiansyah (30 Tahun, KKM)3. Edison (45 Tahun, ABK)4. Firmandus Zalukhu (28 Tahun, ABK)5. Surahman Sutte (48 Tahun, ABK)6. Abd Azis (51 Tahun, ABK)7. Andi Saputera (47 Tahun, ABK)8. Suleman (41 Tahun, ABK)9. Eko Saputera (29 Tahun, ABK)10. Asbar (33 Tahun, ABK)11. Rizkoni (40 Tahun, ABK)12. Sukardi (55 Tahun, ABK)13. Suriadi (Yadi) (47 Tahun, ABK.

Penyebab KM Putra Kuantan terbalik ditengah laut, sesuai pengakuan Nakhodanya mengatakan tetap melaut meskipun ada peringatan cuaca buruk dari BMKG, hingga akhirnya kapal terbalik karena tidak mampu melawan hantaman ombak dari belakang dan samping. 

Insiden bermula pada pukul 19.50 WIT, ketika KRI BJM-592 menerima laporan darurat melalui Radio Channel 16 dari KM Jaya Sejahtera 66 mengenai terbaliknya KM Putra Kuantan di posisi 04°58.048’ LS – 136°37.194’ BT. Menindaklanjuti laporan tersebut, KRI BJM-592 segera mengangkat jangkar pada pukul 20.15 WIT dan melaporkan kejadian kepada Port Control Freeport serta Lanal Timika, sekaligus menginformasikan pelaksanaan operasi SAR.

Sekitar lima menit kemudian, kapal bergerak menuju lokasi kejadian dengan menyiapkan tim SAR, tim medis, serta pengawak LCVP/RHIB.

Pada pukul 22.30 WIT, kapal tiba di lokasi dan mendapati KM Putra Kuantan dalam kondisi terbalik, dengan 12 anak buah kapal (ABK) bertahan di bagian lambung kapal, sebagian besar tanpa menggunakan alat keselamatan.

Upaya evakuasi awal terkendala cuaca buruk, ditandai dengan gelombang tinggi dan angin kencang. Percobaan mendekat serta penurunan RHIB pada pukul 22.47 hingga 22.59 WIT belum membuahkan hasil.

Namun, KRI BJM-592 tidak surut, terus melakukan manuver pendekatan sambil memberikan penerangan dengan lampu sorot kepada para ABK yang bertahan di atas kapal terbalik.

Pada pukul 23.41 WIT, dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal yang semakin tenggelam, Komandan KRI BJM-592 Kolonel Laut (P) Yohanes mengambil keputusan taktis dengan menempelkan lambung kanan kapal ke bangkai KM Putra Kuantan.

Evakuasi kemudian dilakukan melalui pintu pandu dan Tangga Yakob di lambung kanan KRI BJM-592.

Hanya dalam beberapa menit, tepat pukul 23.45 WIT, seluruh 12 ABK berhasil dievakuasi dengan selamat.

Para korban segera mendapatkan perawatan medis serta penanganan pascatrauma di Lounge Room Prajurit KRI BJM-592.

Selanjutnya, KRI BJM-592 melanjutkan pencarian terhadap satu ABK yang dilaporkan hilang oleh kapten kapal.

Namun, pada pukul 01.00 WIT, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara dan kapal melaksanakan peran jangkar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, KRI BJM-592 telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan, proses pemulihan, serta memberikan logistik, pakaian, dan makanan kepada seluruh ABK yang selamat.

Koordinasi juga dilakukan dengan Lanal Timika guna kelanjutan proses evakuasi dan penanganan medis lanjutan.

Sementara itu, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, mengapresiasi atas kesigapan dan profesionalisme prajurit KRI BJM-592 dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di laut, mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan pertolongan, serta menjamin keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia. (*)

Leave a Reply