Aceh, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto saat menyambangi pengungsian di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu siang, mendengarkan langsung jeritan hati beberapa pengungsi yang harta bendanya, termasuk rumahnya, hanyut terbawa derasnya arus banjir bandang.
Suasana haru sempat menyelimuti lokasi ketika beberapa warga menangis saat menyampaikan keadaan mereka kepada Kepala Negara.
Seorang ibu pengungsi tak kuasa menahan tangis saat dihampiri oleh Presiden Prabowo. Sang ibu yang berada di posko pengungsi Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh tak kuasa menahan tangisnya. Meledak dan menumpahkan isi hatinya ke Pak Prabowo.
“Sudah diambil sungai Pak, rumah saya. Tidak ada lagi Pak, rumah,” kata ibu tersebut kepada Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo pun mendengarkan jeritan hati Ibu tersebut. Dengan suara lembut dan tenang, Presiden Prabowo menepuk bahu pengungsi yang menangis dan berkata:
“Sabar ya, sabar,” kata Presiden Prabowo menenangkan ibu tersebut. Pemerintah akan bekerja secepat mungkin.
Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Minggu, 7 Desember 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi, serta mendengar secara langsung suara dan harapan warga yang sedang mengalami masa sulit.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut ratusan warga yang telah menunggu sejak pagi. Di tenda utama, terdapat sekitar 532 pengungsi dari Dusun Kayee Jato, yang kini menempati dua tenda besar yang telah dilengkapi posko kesehatan, fasilitas air bersih, dan dapur umum yang beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makan pengungsi.

Presiden Prabowo langsung menghampiri masyarakat satu per satu, menjabat tangan mereka, dan mendengarkan keluhan serta cerita pilu mengenai kondisi keluarga dan rumah yang rusak akibat bencana.
Presiden Prabowo kemudian bergerak menuju dapur umum untuk meninjau langsung persiapan distribusi pangan untuk pengungsi.
Di sana, Presiden berbincang dengan para relawan dan memastikan stok logistik tetap tersedia. Kepala Negara bahkan turut mencicipi nasi dan ikan tongkol, menu makan siang yang disiapkan untuk para pengungsi.
Kehadiran Presiden di tengah para korban bencana menjadi penyemangat baru bagi warga Aceh.
Di tenda pengungsi yang sama, Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu dari beberapa pengungsi yang memanggil-manggil nama Presiden. Presiden kemudian juga menghampiri seorang anak kecil, dan mencium kening seorang anak kecil yang turut mengungsi akibat rumahnya hanyut akibat banjir bandang.
Presiden Prabowo, dalam kunjungannya ke pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh, mengecek langsung distribusi bantuan, termasuk layanan kesehatan di posko pengungsi, sarana MCK, dan pasokan air bersih, dan dapur umum.
Usai meninjau posko pengungsi di Bireuen, Prabowo melanjutkan perjalanan kembali ke Bandara Internasional Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, kemudian menuju Kota Banda Aceh.
Presiden Prabowo pada Minggu malam dijadwalkan memimpin rapat kabinet terbatas di Pangkalan Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda bersama sejumlah pejabat membahas penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat tersebut rencananya diikuti oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa,.
Kemudian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kemudian rencananya ada pula Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Kepala BIN M. Herindra.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari. ***












