Harun harus berhadapan dengan hukum lantaran diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.
Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.
Terhitung sudah lebih dari 850 hari KPK tidak mampu menangkap Harun. Mantan penyidik KPK Novel Baswedan sempat menyampaikan keraguannya Harun bakal ditangkap di masa kepemimpinan Firli Bahuri Cs.
KPK Khawatir Harun Masiku Lakukan Operasi Wajah Hilangkan Jejak
Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Asep Guntur Rahayu mengaku pihaknya dikejar waktu dalam upaya pencarian Harun Masiku. Kekhawatiran pun muncul jika Harun Masiku mengganti identitasnya.
“Nah itu memang apa namanya, menjadi, ya kita, apa namanya, berpacu dengan itu,” ujar Brigjen Asep Guntur Rahayu pada wartawan, Kamis (6/7/2023).
Selain itu, sambung Asep, KPK juga khawatir Harun Masuki melakukan operasi wajah atau dikenal dengan istilah face off. KPK pun meminta bantuan publik jika menemukan keberadaan Harun Masiku.
“Misalkan face off ganti wajah, ya bisa memang, cuma ya itu tantangannya. Tantangan bagi kami. Kita harus mencoba secepatnya untuk mendapatkan dia. Mudah-mudahan dari rekan-rekan ataupun dari masyarakat yang memiliki informasi tolong bantu kami,” kata Asep.
KPK sendiri mengaku sudah berupaya mencari keberadaan buronan Harun Masiku di Malaysia, tetapi hasilnya masih nihil.
“Terkait dengan saudara HM yang DPO ya, ini sekitar satu bulan yang lalu, tim kami kirim ke salah satu negara tetangga dan melakukan pengecekan karena memang ada informasi saudara HM itu di sana, ada di masjid, kami sudah cek di sana. Ada juga yang bilang dia itu ada di gereja, kita sudah cek di sana. Ada juga yang bilang tinggal di apartemen, kami sudah cek ke sana, di satu negara tetangga, tapi sampai saat ini belum ditemukan,” kata Asep.
Jejak karier Harun Masiku
Berkenaan dengan jejak karier Harun Masiku, ia pernah menjadi Tim Sukses Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono saat Pilpres 2009 di Sulawesi Tengah. Kemudian, sosoknya juga pernah menjadi Staf Ahli Anggota Komisi III DPR 2011.
Selain itu, Harun Masiku juga menjadi Calon Leglislatif Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III pada 2014. Ia juga menjadi Calon Legislatif PDIP dengan Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I di Pemilihan Umum Legislatif 2019.
Pria kelahiran Jakarta pada 21 Maret 1971 mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Hasanudin Makassar pada 1994. Kemudian, ia melanjutkan jenjang magister di Universitas Warwick Inggris.
Dosa besar Harun Masiku
Harun Masiku terjerat perkara dugaan suap dalam PAW anggota DPR periode 2019-2024. Dia diduga menyuap Komisioner KPU saat itu, Wahyu Setiawan supaya dapat ditetapkan sebagai anggota DPR.












