EDITOR.ID-JAKARTA– Makanan kaki lima yang murah dan lezat memang menjadi pilihan banyak orang. Namun, di balik harganya yang terjangkau, masyarakat perlu tetap memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pasalnya, makanan yang diolah secara tidak higienis dapat menjadi media penularan Hepatitis A, salah satu penyakit infeksi hati yang masih sering ditemukan di Indonesia.
Dalam tayangan media sosial rumpi_gosip, dokter penyakit dalam dr. Handoko menjelaskan bahwa tidak semua jenis hepatitis disebabkan oleh makanan. Namun, Hepatitis A dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus akibat proses pengolahan maupun penyajian yang kurang bersih.
Karena itu, memilih tempat makan yang menerapkan standar kebersihan menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menekan risiko penularan penyakit tersebut.
Hepatitis A Menular Melalui Makanan dan Minuman yang Terkontaminasi
Hepatitis A disebabkan oleh virus yang umumnya menyebar melalui jalur fecal-oral, yaitu ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus dari lingkungan yang tidak higienis.
Selain dari makanan, penularan juga dapat terjadi melalui sanitasi yang buruk, termasuk penggunaan fasilitas kamar mandi bersama yang tidak dijaga kebersihannya.
Menurut dr. Handoko, penderita Hepatitis A perlu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menularkan virus kepada orang lain.
“Misalnya kamar mandi kos harus dijaga tetap bersih dan rutin menggunakan disinfektan. Penderita juga harus membersihkan lantai kamar mandi jika meludah, serta memastikan bekas buang air besar disiram hingga bersih. Jika tidak, penghuni lain yang menggunakan kamar mandi berisiko tertular,” jelasnya.
Kenali Gejala Hepatitis A Sejak Dini
Masyarakat juga diimbau mengenali gejala Hepatitis A agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
Mual
Nyeri perut
Diare
Demam
Mata dan kulit menguning (jaundice)
Perubahan warna urine menjadi lebih gelap
Perubahan warna feses menjadi lebih pucat
Meski demikian, dr. Handoko menjelaskan bahwa Hepatitis A termasuk self limiting disease, yakni penyakit yang pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya apabila penderita memperoleh istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang baik, serta perawatan medis sesuai kebutuhan.
Enam Langkah Sederhana Mencegah Hepatitis A
Untuk mengurangi risiko tertular Hepatitis A, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
Memilih tempat makan yang menjaga kebersihan makanan, peralatan, dan lingkungan.
Memastikan makanan dimasak hingga matang serta menggunakan air minum yang berasal dari sumber aman.
Memperhatikan kebersihan es batu dan menghindari minuman yang diragukan higienitasnya.
Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
Melakukan vaksinasi Hepatitis A sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi kelompok berisiko.
Jika diperlukan, mengonsumsi herbal seperti temulawak, kunyit, sambiloto, dan asam jawa sebagai pelengkap untuk membantu memelihara fungsi hati. Herbal tersebut bukan pengganti pengobatan medis.
Kebersihan Jadi Kunci Utama Pencegahan
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, kebiasaan membeli makanan di luar rumah memang sulit dihindari. Namun, menjaga kebersihan makanan, minuman, serta lingkungan sekitar tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah Hepatitis A maupun penyakit saluran cerna lainnya.
Dengan memilih makanan yang higienis, menerapkan perilaku hidup bersih, dan melengkapi perlindungan melalui vaksinasi, risiko penularan Hepatitis A dapat ditekan sehingga kesehatan diri dan keluarga tetap terjaga.***












