Inilah Nama-Nama Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan Bank bjb, Wow Ada Eks Pak Dirut

Selain itu, ada empat orang tersangka lain yang dijerat dalam perkara ini. Satu dari petinggi Bank bjb dan tiga dari perusahaan biro iklan dan media.

Ilustrasi KPK

Jakarta, EDITOR.ID,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya secara resmi menetapkan dan mengumumkan lima nama tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank bjb. Dari kelima tersangka yang sudah ditetapkan ada satu nama mantan Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi sebagai tersangka.

Selain itu, ada empat orang tersangka lain yang dijerat dalam perkara ini. Satu dari petinggi Bank bjb dan tiga dari perusahaan biro iklan dan media.

Pengumuman itu disampaikan Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK Budi Sokmo dalam jumpa pers di kantornya. Mereka diduga melakukan korupsi terkait pengadaan iklan.

“Tersangka ini dua orang dari pejabat Bank Jabar Banten, tiga orang dari swasta,” ucap Budi di KPK, Kamis (13/3/2025).

Berikut identitas para tersangka:

1. Yuddy Renaldi (YR) selaku mantan Dirut BJB

2. Widi Hartoto (WH) selaku Pimpinan Divisi Corporate Secretary BJB

3. Ikin Asikin Dulmanan (ID) selaku Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri

4. Suhendrik (S) selaku Pengendali PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE) dan PT BSC Advertising

5. Sophan Jaya Kusuma (SJK) selaku Pengendali Agensi Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB) dan PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB)

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bank bjb Terkait Markup Harga Iklan

KPK mengungkap modus dari kasus korupsi Bank bjb yakni adanya penggelembungan atau mark up harga iklan dari nilai sebenarnya.

“Ya, diduga seperti itu (modusnya markup harga iklan). Iya, diduga seperti itulah ya (markup). Nanti, pada saat konpers, akan didetailkan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Dirinya ditanyai apakah modus korupsi perkara BJB markup harga.

Setyo mengatakan status RK saat ini masih saksi. Lebih lengkapnya terkait perkara ini akan diumumkan melalui konferensi pers dalam waktu dekat.

“(Status RK) saksi, iya,” ucapnya.

Setyo menjelaskan kerugian negara dari perkara BJB ini cukup banyak. Dari sekian miliar yang dianggarkan, ada indikasi sekitar setengahnya jadi kerugian negara.

“Lumayan cukup banyak juga, dari hampir sekian ratus miliar yang dianggarkan itu, ada indikasi potensi kerugian negaranya bisa dikatakan mungkin sekitar setengahnyalah,” sebutnya.

Sebelumnya, KPK mengatakan ada kerugian negara yang timbul dari kasus korupsi di BJB. Kerugian negara ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

“Ratusan miliar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi, Selasa (11/3). Fitroh menjawab besaran kerugian negara dalam kasus korupsi Bank BJB.

Total ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Fitroh mengatakan korupsi di Bank BJB berkaitan dengan proyek pengadaan iklan.

“Terkait dugaan korupsi pengadaan iklan,” jelas Fitroh.

Salah satu nama yang juga ikut terseret dalam kasus ini ialah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Tim penyidik KPK menggeledah rumah RK di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/3).

RK juga telah buka suara terkait penggeledahan di rumahnya. RK mengaku siap mendukung proses hukum yang dijalankan KPK.

“Tim KPK sudah menunjukkan surat tugas resmi, dan kami selaku warga negara yang baik sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung dan membantu tim KPK secara profesional,” kata RK Senin (10/3/2025). (tim)

Leave a Reply