Indonesia Sebenarnya Tidak Kalah Andai Wasit Adil, Dapat Pinalti Tapi Tak Diberikan

Padahal dalam tayangan ulang memperlihatkan justru Zaid Tahseen melakukan tindakan tidak sportif terhadap Kevin Diks dengan memukul muka Diks. Jika wasit adil seharusnya dia menggunakan VAR untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan Zaid Tahseen. Namun hal tersebut tidak dilakukan wasit Ma Ning.

Wasit Ma Ning

Jakarta, EDITOR.ID,- Timnas Indonesia sebenarnya tidak mengalami kekalahan andai wasit Ma Ning yang memimpin pertandingan berlaku adil. Wasit asal China tersebut tidak memberikan pinalti kepada Skuad Garuda meski Kevin Diks dipukul mukanya oleh bek Irak Zaid Tahseen di kotak terlarang. Wasit hanya mengganjar Zaid Tahseen dengan kartu merah. Tapi bola justru diberikan ke Timnas Irak.

Diks Dilanggar di Kotak Pinalti Tapi Wasit Cuma Kasih Kartu Merah

Momen tersebut terjadi di menit 90+11, saat wasit Ma Ning meniup peluit pelanggaran terhadap Kevin Diks di dalam kotak penalti Irak. Tapi Wasit Ma Ning tak memberikan hukuman pinalti ke Timnas Irak.

Padahal dalam tayangan ulang memperlihatkan justru Zaid Tahseen melakukan tindakan tidak sportif terhadap Kevin Diks dengan memukul muka Diks. Jika wasit adil seharusnya dia menggunakan VAR untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan Zaid Tahseen. Namun hal tersebut tidak dilakukan wasit Ma Ning.

Anehnya, Ma Ning tetap memberi kartu kuning kedua (merah) untuk Tahseen, namun tidak memberikan penalti kepada Indonesia. Ma Ning enggan melakukan cek VAR dengan alasan Diks dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi.

Kejanggalan inilah yang menjadi sorotan media asal Vietnam, Soha.vn.

Media Vietnam, Soha.vn, menyoroti sikap wasit Ma Ning yang berat sebelah dan panasnya laga antara Timnas Indonesia vs Irak di lanjutan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung Minggu (12/10) dini hari WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

“Keputusan yang membingungkan,” tulis Media Soha.vn, menyoroti bagaimana momen itu mengubah arah pertandingan yang sejatinya bisa berakhir imbang.

Dalam pertandingan tersebut, Garuda harus menelan kekalahan tipis 0-1 sekaligus dipastikan tersingkir dari perebutan tiket ke Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya hasil akhir yang menjadi pembicaraan melainkan juga kontroversi keputusan wasit asal Tiongkok, Ma Ning, yang membuat banyak pihak geram.

Ole Romeny Tinggal Berhadapan dengan Kiper DiJatuhkan Hakim Tak Kasih Kartu Merah

Laga berjalan panas terutama di babak kedua. Ketegangan memuncak pada menit ke-86, ketika Ole Romeny dijatuhi kartu kuning oleh wasit Ma Ning usai berbenturan dengan bek Irak.

Momen itu memicu protes keras dari kubu Indonesia karena dianggap terlalu berat sebelah. Pemain Irak bahkan sempat terkapar lama di lapangan, sementara Ma Ning dinilai lambat mengendalikan situasi.

Kekesalan suporter Indonesia di tribun pun tak terbendung. Mereka melempar berbagai benda ke lapangan mulai dari botol air, gelas plastik, hingga kantong sampah yang membuat pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

Dalam situasi memanas itu, Jay Idzes menunjukkan ketenangan dan jiwa kepemimpinannya. Ia mendekati pagar pembatas dan mengimbau penonton agar menahan emosi demi kelanjutan pertandingan.

Beberapa pemain Indonesia bahkan ikut memunguti sampah yang dilempar penonton ke dalam lapangan pemandangan yang langka di kancah internasional.

Menurut laporan Soha.vn, ada dua momen krusial yang membuat kubu Indonesia merasa dirugikan. Yang pertama terjadi di menit ke-68, ketika Zaid Tahseen (bek Irak) menjatuhkan Ole Romeny yang sudah lepas dan tinggal berhadapan dengan kiper.

Meski situasi itu termasuk clear goal chance, wasit Ma Ning hanya memberikan kartu kuning, bukan kartu merah langsung sebagaimana mestinya. Padahal peluang Ole Romeny yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang sangat untuk mencetak gol. Namun pemain Irak mendorong dan menyikut dirinya hingga jatuh.

Wasit Ganjar Tiga Kartu Merah ke Shayne, Manager Timnas dan Thom Haye

Ketegangan tak berhenti di situ, wasit Ma Ning mengeluarkan tiga kartu merah tambahan kepada pihak Indonesia setelah laga usai termasuk kepada Shayne Pattynama, manajer Timnas Sumardji, dan Thom Haye.

Semua terjadi akibat protes keras terhadap keputusan-keputusan kontroversial sang pengadil lapangan.

“Ini salah satu momen paling kontroversial dalam karier Ma Ning,” tulis Soha.vn.

Jay Idzes Ngaku Kecewa

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes mengaku kecewa dengan hasil pertandingan sekaligus menyoroti sejumlah keputusan yang dianggap merugikan timnya. Dalam wawancara yang dikutip Soha.vn, pemain Sassuolo itu tetap menjaga sikap tenang dan penuh respek, meski tak bisa menutupi kekecewaan mendalamnya.

“Kami bermain sangat baik hampir sepanjang laga, tapi gagal mencetak gol. Saya selalu berusaha menghormati semua pihak wasit, panitia, semua orang. Tapi hari ini, menurut pandangan saya, ada beberapa hal yang benar-benar tidak tepat,” ujar Idzes.

“Pada akhirnya, keputusan tetap di tangan wasit, dan kami harus menerimanya,” imbuhnya.

Jay Idzes Jabat Tangan Minta Maaf Justru Ditolak Wasit

Setelah laga berakhir, Jay Idzes mengungkapkan bahwa dirinya berusaha menghampiri Ma Ning untuk berjabat tangan, sebagai bentuk sportivitas dan rasa hormat. Namun, wasit asal Tiongkok itu menolak secara dingin.

“Saya selalu berusaha menunjukkan rasa hormat kepada wasit. Sebagai kapten, saya juga menjaga agar rekan-rekan tidak menekan wasit. Tapi meski ada beberapa keputusan yang tidak berpihak pada kami, saya tetap ingin bersikap profesional,” ujar Idzes seperti dikutip Soha.vn.

Mereka menilai, cara wasit mengelola emosi pertandingan terlalu kaku dan justru memperkeruh suasana.

Meski kecewa berat, Jay Idzes tetap memberi apresiasi kepada perjuangan rekan setimnya.

“Dalam pertandingan hidup-mati seperti ini, semua orang tegang karena semua ingin menang,” ungkapnya.

“Saat melawan Arab Saudi, kami tidak tampil baik. Tapi hari ini semua pemain sudah berjuang habis-habisan. Kami bermain bagus hampir sepanjang laga, hanya saja tidak bisa mengubahnya jadi hasil,” tutupnya.

Dengan dua kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak Indonesia dipastikan tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, menutup perjuangan dengan kepala tegak. (*)

Leave a Reply