Settia

In Memoriam: Mengenal Lebih Dekat Almarhum Marsda Teddy Rusdi

Liputan : Edi Winarto

EDITOR.ID, Jakarta,- Indonesia kembali berduka. Salah satu putera terbaik bangsa Marsda TNI (Purn) Teddy Rusdi, mantan Asrenum Kasum ABRI meninggal dunia pada Kamis (31/52018) malam pukul 20.18 WIB. Almarhum meninggal di Rumah Sakit usai dirawat beberapa hari.

Jenazah Almarhum  Marsda Teddy Rusdi rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sekitar jam 14.00

Ratusan karangan bunga ucapan duka cita terus mengalir dari kolega almarhum, berbagai lapisan masyarakat dan puluhan tokoh nasional baik itu purnawirawan perwira tinggi TNI maupun Polri dan juga pejabat negara ikut hadir melayat ke rumah duka. Terlihat mantan Panglima TNI Jenderal Try Sutrisno, mantan KSAU Marsekal TNI Pur Chappy Hakim.

Jenazah almarhum Marsda TNI (Purn) Teddy Rusdi saat disemayamkan di rumah. (foto :ist)

Almarhum Marsda TNI (Purn) Teddy Rusdi meninggal dunia dalam usia 79 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah. Tampak diantara ratusan orang yang hadir di rumah duka JL Bukit Golf 1 Pondok Indah tampak sejumlah kolega dan handai taulan.

Menurut pengamat militer Asri Hadi, almarhum dikenal sebagai sosok perwira tinggi dari Angkatan Udara yang selalu berhasil dalam setiap penugasan yang diberikan kepadanya oleh Negara.

“Bersama Jenderal TNI Benny Moerdani, Teddy Rusdy berhasil membangun suatu sistem intelijen yang solid, terpusat, reliable, akurat, relevant dan timely untuk NKRI,” ujar Asri Hadi yang pernah mengenal almarhum dalam beberapa kesempatan.

Almarhum, menurut Asri Hadi, juga banyak ditugasi melakukan operasi intelijen sangat rahasia di era pemerintahan Soeharto. “Diantara operasi yang pernah dilakukannya adalah operasi Alpha dan operasi Woyla sebuah operasi intelijen Indonesia yang diakui dunia tingkat keberhasilannya,” puji Asri Hadi, wartawan senior yang juga dosen TNI.

Almarhum dimakamkan usai Sholat Jumat. Sementara itu, salah satu putra almarhum sedang menempuh pendiikan tinggi di Australia, diharapkan hari ini bisa kembali ke Jakarta.

Menguak Profil Almarhum Sebagai Bapak Intelijen

Mengutip dari buku biografi berjudul : Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy yang ditulis Servas Pandur dan diterbitkan Herakles Indonesia, sosok Marsda Teddy Rusdi adalah figur yang silent dan sangat menarik dibaca pengalaman hidupnya. Banyak fakta-fakta baru yang selama ini belum diungkap.

Misalnya, bagaimana pola pikir intelijen kita; Operasi Pembebasan Woyla; Opsus L.B. Moedani – Teddy Rusdy Membantu Pejuang Mujahidin Afghanistan; Proyek Mercusuar Menristek B.J. Habibie; Pasukan Kontra Teror Pertama untuk Indonesia; De-Benny-sasi; dan masih banyak lagi.

Buku setebal 602 halaman yang layak menjadi dokumen sejarah militer Indonesia ini banyak menceritakan bagaimana kiprah Almarhum Marsda Purn Teddy Rusdy.

Pada masanya, Teddy Rusdi sendiri adalah sosok misteri layaknya orang intelijen dan beliau juga hidden figure yang cukup disegani. Selama tak kurang dari 20 tahun beliau mengabdikan dirinya sebagai intelijen “tangan kanan” Benny Moerdani.

Bahkan selama ini banyak yang menyebut dia lebih sebagai “sutradara” yang hanya ada di belakang layar. Dan inilah buku pertama tentang Teddy Rusdy.

Membantu Pejuang Taliban

Pada 1981, Teddy Rusdy pernah bertugas mendampingi Pak Benny Moerdani ke Islamabad pertemuan rahasia dengan petinggi intelijen Pakistan yang membahas membantu logistik dan persenjataan Mujahidin Afghanistan.

Kata Teddy, saat itu, para mujahidin Afghanistan membutuhkan senjata yang sama dengan hasil rampasan yaitu buatan Uni Soviet. “Kebetulan senjata buatan Uni Soviet banyak di miliki ABRI saat Trikora dan Dwikora,” ungkap Teddy.

 

Leave a Reply