Ijazah Gibran Dipersoalkan, Jokowi Tanggapi dengan Tertawa Santai: Nanti Ijazah Jan Ethes pun Dipermasalahkan

Jokowi tidak membantah adanya orang besar yang membekingi di belakang tuduhan ijazah palsu yang ditujukan kepada dirinya dan Gibran. Pasalnya, Jokowi mengaku ijazahnya sudah dipersoalkan bertahun-tahun. Mereka terus memburu itu.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) Bertemu dengan Wartawan di sebuah kedai Kopi di Solo

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) tak gentar menghadapi teror kelompok-kelompok bayaran yang selama ini mengganggu dirinya dan keluarganya. Terbaru, putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka diteror dengan gugatan Rp 1triliun dengan alasan cuma ijazah sarjana Gibran keluaran SMA di Singapura.

Setelah ijazah Jokowi dipermasalahkan, kini giliran ijazah milik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang digugat oleh kelompok yang saat ini membangun narasi benci Jokowi.

Menanggapi manuver ijazah Gibran digugat, Jokowi hanya tertawa santai. Jokowi justru mengaku heran mengapa isu terkait ijazah pendidikan terus menyeret keluarganya.

Jokowi tak menyangka, ijazahnya yang dipersoalkan kini merembet ke ijazah Gibran juga ikut dimasalahkan. Jadi kelompok itu sedang mendramatisasi tema “ijazah” untuk menteror keluarga Jokowi.

Jokowi bahkan bercanda, bisa-bisa ijazah cucunya yakni Jan Ethes, juga akan ikut dipersoalkan.

“Ijazah Jokowi dimasalahkan, ijazah Gibran dimasalahkan, nanti sampai ijazah Jan Ethes dimasalahkan. Ya, tapi apa pun ikuti proses hukum yang ada, ya. Kita semuanya kita layani,” kata Jokowi kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/5/2025).

Meski demikian, Jokowi menegaskan akan menghormati proses hukum.

“Ya tapi apa pun ikuti proses hukum yang ada, ya. Semuanya kita layani,” ujarnya.

Jokowi Tak Bantah Ada Beking Dibalik Kelompok yang Ributin Soal Ijazah Keluarganya

Jokowi tidak membantah adanya orang besar yang membekingi di belakang tuduhan ijazah palsu yang ditujukan kepada dirinya dan Gibran. Pasalnya, Jokowi mengaku ijazahnya sudah dipersoalkan bertahun-tahun. Mereka terus memburu itu.

“Ya, ini kan tidak hanya sehari dua hari. Sudah empat tahun yang lalu sudah ada itu. Ya, kalau yang nafasnya panjang itu kalau enggak ada yang membackup kan enggak mungkin. Gampang-gampangan aja,” tuturnya.

Sementara itu saat ditanya riwayat sekolah SMA Gibran, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan anaknya bersekolah di Singapura untuk tingkat SMA.

“Iya di Orchid Park Secondary School, yang mencarikan (sekolah) saya. Yang merekomendasikan sekolahnya, yang nyariin saya,” ujarnya.

Jokowi menyebut alasan dirinya memilih menyekolahkan Gibran di Sinagpura, adalah agar mandiri.

“Biar mandiri saja,” ucapnya.

Gibran Digugat Rp 1 Triliun Soal Ijazah

Sebelumnya, salah seorang bernama Sunhan Palal mengajukan gugatan perdata kepada Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan ini terkait ijazah SMA Gibran sebagai syarat maju cawapres.

Gugatan itu dilayangkan lantaran Subhan menduga adanya dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Gibran dan KPU RI pada Pilpres 2024.

Padahal menurutnya, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) yang mengatur syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden pada Pasal 169 huruf r menyatakan, ”Persyaratan menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden adalah: (r) “berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah Aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah Aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat”.

Subhan berpandangan, hal ini jelas bertentangan dengan ijazah Gibran yang berasal dari luar negeri.

Diketahui, Gibran mengemban Sekolah Menengah Atas (SMA) di Orchid Park Singapura dan melanjutkan University Technology Sydney Australia. (*)

Leave a Reply