Settia

Heboh, Dokter Lagi Butuh, eeh Warga ini Malah Asyik Belanja ke Pasar Pake APD

Foto warga mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa baju Hazardous Material (Hazmat) saat berbelanja ke pasar viral di media sosial. (@HanifahYuniarti)

EDITOR.ID, Surabaya,- Gaya dan sifat orang Indonesia itu lucu dan unik. Ada-ada saja. Ketika Alat Pelindung Diri (APD) sedang dibutuhkan dokter dan tenaga medis yang merawat pasien Corona karena baju ini sedang langka dan mahal, ehhh warga ini justru sok-sokan berbelanja ke pasar memakai alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat berwarna putih. Kacau…..

Entah apa motivasinya takut tertular virus Corona atau sedang mencari perhatian, aksi warga ini terjadi di sebuah pasar tradisional di Kota Surabaya.

Kejadian tersebut terekam dalam foto dan beredar luas di media sosial, viral. Sontak foto warga ke pasar pake baju APD yang biasa dipakai dokter dan tenaga medis ini menimbulkan kecaman dari netizen.

….Seharusnya, baju hazmat itu dipakai tenaga medis yang merawat pasien corona di rumah sakit untuk mencegah terjangkit virus berbahaya itu. Apalagi persediaan APD di sejumlah rumah sakit sangat kurang dan mengalami kelangkaan sebut @rurimariano dalam akun FB nya.

Dalam foto tampak warga tersebut mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa baju Hazardous Material (Hazmat) saat berbelanja ke pasar. Foto ini kali pertama diunggah akun Facebook @Hanifah Yuniarti.

Akun ini mengunggah dua orang mengenakan APD warna putih tengah berbelanja.

“Ini salah satu penyebab kelangkaan APD buat kalangan medis.

Apa coba sampe ke pasar dipake segala baju buat ruang isolasi dan g ketinggalan sarung tangan bedah wkwkwkwkwk…,” tulis akun @Hanifah Yuniarti.

Di bagian lain, ada juga foto seorang berpakai APD tengah berada di sebuah gerai makanan.

Foto ini pun langsung membuat heboh karena Pakaian Alat Pelindung Diri (APD) ini mestinya hanya boleh dikenakan petugas medis.

Aksi warga ini juga mendapatkan tanggapan dari kalangan politisi Surabaya. Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, William Wirakusuma menyesalkan kejadian itu.

“Terlepas itu benar atau tidak. Tapi saya menduga itu terjadi di Surabaya Barat. Apa pun itu, kami menyayangkan,” kata William, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, siapa pun seharusnya tidak memakai pakaian alat pelindung diri ini, karena bukan keperluan pribadi. Tidak boleh baju ini terus dipakai bebas mengenakannya untuk berbelanja ke pasar atau supermaket.

William juga meminta agar masyarakat tidak memborong hazmat agar tidak terjadi kelangkaan barang di distributor.

Apalagi saat ini banyak petugas medis sangat membutuhkan baju hazmat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *