Serang, Banten, EDITOR.ID,- Gubernur Banten Andra Soni ingin membangun dan menyulap Taman Hutan Rakyat di kawasan Anyer, Serang Banten jadi kebun binatang seperti Safari Zoo. Rencana ini menjadi bagian dari upaya Andra Soni untuk ikut melestarikan keanekaragaman flora dan fauna di Tahura Banten.
Bahkan orang nomor satu di Banten itu sudah mengunjungi Tahura Banten dan melihat apa saja yang mesti dibenahi di lahan seluas 2.500 hektar ini agar menjadi pusat konservasi hutan dan alam.
Hal ini disampikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Banten Dr Wawan Gunawan saat memberi sambutan pada HUT ke-2 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia tahun 2025 di Carita 17 Juli 2025.
Wawan Gunawan mengungkapkan, saat ini ada sejumlah investor yang tertarik untuk ikut mengembangkan kawasan hutan alamiah Tahura Banten.
“Kami mencari investor untuk ikut mengembangkan Taman Hutan Rakyat Banten,” katanya.
Selain memiliki ratusan koleksi pohon langka seperti jenis Mahoni, Tahura Banten juga melakukan konservasi jenis pohon tertentu Bahkan ada pohon yang berusia diatas 100 tahun.

Di dalam Tahura, terdapat keanekaragaman fauna yang luar biasa. Hutan ini dihuni burung endemik dan jenis liar hutan seperti paok pancawarna, serta spesies langka lainnya seperti elang jawa dan lutung surili. Juga ada macam kumbang.
“Keberagaman ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung dan peneliti,” ungkap Wawan.
Wawan juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara fungsi konservasi dan pengembangan wisata.
“Kawasan ini sangat penting sebagai pusat penelitian dan konservasi, tetapi di sisi lain, kita ingin memastikan Tahura tetap menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan,”
Taman Hutan Raya (Tahura) Banten berada di Kawasan Pantai Carita, tepatnya di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Tahura Banten juga berencana membangun fasilitas pelatihan dan pendidikan guna mendukung kegiatan-kegiatan edukatif terkait ekosistem hutan dan konservasi alam. Selain menjadi destinasi wisata, Tahura juga jadi pusat edukasi lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tahura kini menjadi kawasan konservasi yang multifungsi, yakni sebagai destinasi wisata, pusat edukasi, dan lokasi penelitian. Oleh sebab itu pentingnya keseimbangan antara fungsi konservasi dan pengembangan wisata.
Dengan luas 2500 ribu hektar Tahura Banten jafi kawasan hutan konservasi untuk melindungi kawasan hutan lindung yang memiliki hutan tropis tradisional.
Wawan menambahkan, Tahura Banten sesuai perintah Pak Gubernur Banten Andra Soni dijadikan pusat konservasi hutan alam tradisional.
Keunikan dari Tahura Banten, kawasan ini menjadi satu-satunya dari 100 taman hutan rakyat se Indonesia yang pemandangan dan lokasi hutannya menjorok ke lepas pantai yang indah. Edi Winarto.












