Empat Pilar Kebangsaan Harus Terus Dijaga, Meski Dalam Situasi Pandemi Covid-19

img 20210317 wa0061

EDITOR.ID, Bekasi – Anggota DPRD Jawa Barat, Irpan Haeroni, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan pada kegiatan Citra Bhakti Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan di Aula Desa Sukadarma, tepatnya di Yayasan pendidikan Islam darussaadah, Kecamatan Sukatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/3).

Kegiatan ini dilaksanakan, untuk memberikan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan.

Irpan Haeroni yang merupakan anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra, Dapil Kabupaten Bekasi meminta masyarakat yang hadir dalam kegiatan citra bakti parlemen, untuk terus mengamalkan empat pilar kebangsaan, meski masih dalam suasana Pandemi Covid-19.

Dihadapan peserta kegiatan ?Citra Bhakti Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan?, Irpan menegaskan bahwa pondasi kebangsaan Indonesia yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang disebut empat pilar kebangsaan harus menjadi bagian penting dalam berbangsa dan bernegara dengan tujuan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Empat pilar kebangsaan sudah sepatutnya dijadikan warisan kebangsaan yang harus dijaga, dirawat dan dihadirkan serta diterapkan dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,”jelasnya, Rabu (17/3).

Dirinya menambahkan, bahwa empat pilar kebangsaaaan ini harus menjadi bagian penting dalam berbangsa dan bernegara dengan tujuan bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan di Jawa Barat.

“Saat ini bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Jabar masih dihadapkan pada berbagai tantangan bangsa, selain masalah pandemi Covid-19, juga masalah-masalah krusial kebangsaan lainnya seperti kemiskinan, stunting, radikalisme, intoleransi, bahkan anti terhadap pemerintahan yang sah,” paparnya.

Irpan meminta, permasalahan tersebut harus dapat diatasi melalui teologi kerukunan yang tidak hanya damai, tetapi juga saling membantu.

“Yang harus dibangun oleh seluruh entitas bangsa ini adalah teologi kerukunan, keinginan untuk selalu rukun dan juga memiliki kemampuan untuk merukunkan. Teologi kerukunan adalah teologi bukan hanya berdampingan secara damai tetapi juga saling menolong, saling membantu, dan saling mendukung,” ujarnya.

Dirinya selaku kader partai Gerindra, berharap kegiatan ini terus dilaksanakan karena banyak kelompok masyarakat maupun penyelenggara negara yang belum cukup mengerti dan memahami tentang nilai-nilai penting yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(Advertorial Adikarya Parlemen DPRD Jabar)

Leave a Reply