Dubes Iran Kenang Jasa dan Peran Besar Jokowi Saat Bertemu Mendiang Ali Khamenei

Dubes Iran Konsultasi dan Melaporkan Kondisi Perang Negaranya Melawan Amerika kepada Jokowi. Dubes Iran minta petunjuk

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) Dikenal sebagai Pemimpin yang dekat dengan Para Pemimpin negara-Negara Dunia Islam. Jokowi Saat Disambut Hangat Mendiang Pemimpin Iran Ali Khamenei

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kembali jadi perhatian publik. Kali ini sosok Jokowi kembali jadi magnet besar publik setelah Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mendatangi dan sowan di kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo. Jokowi dikenal sangat dekat dengan pemimpin Iran mendiang Ayatollah Sayyid Ali Khamenei,

Pada pertemuan itu, Dubes Iran mengenang jasa besar dan momen pertemuan Jokowi dan mendiang Ali Khamenei.

Pertemuan berlangsung hangat dengan Jokowi sempat menjamu Boroujerdi dengan makanan khas Indonesia seperti bakmi Jawa, ayam goreng kremes, hingga lontong sayur.

Pada kesempatan itu, Boroujerdi sempat menyampaikan dua poin utama.

Setelah memberi ucapan Selamat Idul Fitri sekaligus mendoakan kesehatan Jokowi dan keluarga, Boroujerdi juga memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan kondisi negaranya yang tengah berperang.

Dalam pertemuan selama satu jam itu, Boroujerdi melakukan konsultasi kepada Jokowi. Diawali saat Dubes Iran ini menyampaikan laporan terkait situasi terkini di negaranya pascaserangan invasi di Timur Tengah antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat.

“Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi di kediaman Jokowi, Rabu (1/4/2026).

Ia juga mengenang momen kunjungan Jokowi ke Iran saat bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta kunjungan balasan mendiang Presiden Raisi ke Indonesia pada 2023 sebagai tonggak kuatnya hubungan kedua negara.

“Beliau pada tahun-tahun sebelumnya berkunjung ke Iran dan dalam kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan kemudian mantan Presiden Iran, Presiden Raisi pada tahun 2023 berkunjung ke Indonesia dan bertemu lagi dengan Bapak Joko Widodo,” tegasnya mengenang hubungan Jokowi dengan pemimpin Iran.

“Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat,” tambahnya.

Menurut dia, Jokowi sangat memberikan perhatian dan dukungan serta solidaritasnya terhadap bangsa Iran atas situasi sulit tersebut.

Selain membahas kondisi domestik Iran, Dubes Boroujerdi juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel.

“Putra-putra terbaik dari bangsa ini harus kehilangan nyawanya dan menjadi syahid, dan beberapa di antara yang lain menjadi cedera atas serangan Zionis,” ungkapnya.

Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mendatangi dan sowan di kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.

Semasa menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Dan Jokowi sepakat bersinergi dengan Iran untuk membela dan melindungi rakyat Palestina. Hal ini menjadi kesepakatan bersama saat Presiden Republik Islam Iran Seyyed Ebrahim Raisi mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 23 Mei 2023 silam.

“Kami sepakat untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan, dengan terus menyuarakan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan dan terus memberikan bantuan kemanusiaan,” kata Presiden RI Joko Widodo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Islam Iran Seyyed Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5/2023) dikutip dari Antara.

Selain membahas penguatan kerja sama bilateral, kedua pemimpin negara itu juga membahas mengenai situasi geopolitik dunia.

Senada dengan Jokowi, Seyyed Ebrahim Raisi juga mengutarakan bahwa Indonesia telah menjadi sahabat dan negara saudara dalam menangani isu regional dan internasional.

Selain sebagai sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan anggota negara Gerakan Non-Blok, Indonesia juga sebagai negara dengan populasi muslim terbesar.

Raisi mengatakan pihaknya memiliki visi serupa tentang dukungan kepada rakyat Afghanistan untuk mewujudkan pemerintahan inklusif yang mewakili agama dan kelompok etnis.

Dia pun menyetujui adanya akses pendidikan di berbagai tingkat untuk perempuan. Berkat revolusi Islam di Iran, Raisi menilai perempuan kini dapat hadir di berbagai bidang, yakni politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, dan medis.

“Perempuan Afghanistan dan gadis Afghanistan dapat menciptakan kehormatan besar bagi negara, karena mereka adalah suatu kehormatan bagi umat Islam, sampai saat ini perlawanan dan pendirian merupakan suatu kehormatan,” ujar Raisi.

Kunjungan Ebrahim Raisi ke Indonesia menjadi yang pertama kalinya sejak dia dilantik sebagai Presiden Republik Islam Iran pada 2021. Kunjungan kenegaraan Presiden Ebrahim Raisi ke Indonesia selama dua hari pada 23-24 Mei tersebut atas undangan resmi dari Presiden Joko Widodo. ***

Leave a Reply