Digitalpreneur Jebolan Harvard-Stanford ini Bantu Jokowi di Istana

EDITOR.ID, Jakarta,- Presiden Joko Widodo alias Jokowi memang luar biasa dalam mengelola pemerintahan. Sang Presiden kali ini memanggil dan mengumpulkan putra-putri terbaik bangsa berusia milenial. Menjadikan mereka “The Dream Team” dan menariknya ke Istana Negara untuk membantunya menjadi think thank menangani berbagai masalah bangsa.

Salah satu tokoh anak muda yang dipanggil itu adalah Adamas Belva Syah Devara. Nama Belva sempat ramai diperbincangkan. Dia menjadi salah satu dari 12 Staf Khusus Presiden Jokowi. Belva bakal menjadi salah satu representasi generasi milleniall di lingkungan istana.

Mungkin publik terkejut dan banyak yang kurang mengenal anak muda yang akrab disapa Belva ini. Kenapa ia bisa dipanggil ke Istana menjadi salah satu think thank Istana. Siapa dia dan apa kelebihan anak muda ini?

Inilah kehebatan Jokowi yang jeli membaca potensi setiap talenta anak muda di Indonesia. Terbukti Jokowi berhasil memanggil dan memasukkan Belva, si “mutiara yang terpendam” ke dalam jajaran pemerintahannya.

Belva yang bernama lengkap Adamas Belva Syah Devara ini merupakan CEO Ruangguru.

Malang Melintang di Universitas Top Dunia

Adamas Belva Syah Devara, Anak Jenius asal Indonesia Kini Jadi Pembantu Presiden di Istana Negara (Ist)

Belva adalah anak muda dan orang Indonesia pertama yang mendapat beasiswa penuh dalam program gelar ganda di Harvard University dan Stanford University.

Pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1990 ini berhasil menerima beasiswa penuh dari LPDP (Lembaga Pengelola dana Pendidikan). Di Harvard University ia mengambil jurusan Master of Public Administration (Kebijakan Publik), sedangkan di Stanford University, ia mengambil jurusan Master of Business Administration (Bisnis Manajemen).

Tak hanya itu, Belva juga terdaftar silang (cross-registered) pada fakultas lain dalam Harvard University, termasuk Harvard Medical School, Harvard Law School, dan Harvard Graduate School of Education. Wuow… kereen..

Belva juga sukses jadi orang Indonesia pertama yang diterima dalam program gelar ganda program studi Ilmu komputer dan Bisnis di NTU (Nanyang Technological University) dan kuliah di Institut Teknologi Massachusetts (MIT).

Belva pun mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Singapura.

Adamas Belva Syah Devara bersama sahabat bisnisnya Muhammad Iman Usman. (ist)

Tak hanya itu, selama kuliah, Belva mendapatkan banyak prestasi akademis dan berhasil masuk pada Double Dean’s List sebagai salah satu dari 5 persen mahasiswa dengan pencapaian prestasi tertinggi, dalam program studi Ilmu komputer maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: