Bom Bunuh Diri Saat Sholat Ashar di Mesjid Peshawar Pakistan, 60 Tewas 170 Terluka

Banyak jemaah masih terjebak di dalam, kata polisi, dan alat berat serta pemadam kebakaran menyisir reruntuhan untuk mencari korban selamat dalam operasi penyelamatan yang panik.

Bom b*n*h diri menewaskan 160 orang, dan 170 terluka jama'ah Mesjid di Peshawar ketika mereka sedang sholat Ashar Senin (30/1/2023)

Pakistan, EDITOR.ID – Seorang pembom bunuh diri menyerang Senin (30/1/2023) di dalam sebuah masjid di dalam kompleks polisi di kota Peshawar, Pakistan barat laut, menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai sebanyak 160 jemaah lainnya, kebanyakan dari mereka adalah polisi, kata para pejabat.

Ledakan itu terjadi saat sholat ashar sekitar pukul 13:40, dan personel polisi dan tentara dilaporkan hadir di dalam masjid pada saat itu, menurut polisi.

Bagian dari atap dan dinding masjid telah runtuh dan korban yang selamat berlumuran darah tertatih-tatih dari reruntuhan, saat mayat diangkut dengan ambulans, seorang wartawan AFP melihat.

Di area tersebut telah ditutup, hanya ambulans yang diizinkan masuk.

Polisi saat ini sedang menyelidiki apakah itu bom yang ditanam di masjid atau serangan bunuh diri. “Ini situasi darurat,” kata Muhammad Asim Khan, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, kepada AFP.

Banyak jemaah masih terjebak di dalam, kata polisi, dan alat berat serta pemadam kebakaran menyisir reruntuhan untuk mencari korban selamat dalam operasi penyelamatan yang panik.

Petugas mengatakan ledakan berasal dari jamaah baris kedua, dengan tim penjinak bom menyelidiki kemungkinan serangan bunuh diri

Sarbakaf Mohmand, seorang komandan Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu di Twitter.

Menurut saksi mata yang kini selamat berada di rumah sakit mengungkapkan, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam masjid yang penuh sesak di sebuah kompleks keamanan yang dijaga ketat di Pakistan menewaskan 59 orang, termasuk 27 petugas polisi.

Menurut saksi seorang Polisi, “Dalam serangkaian serangan yang menargetkan polisi tersebut, penyerang tampaknya telah melewati beberapa barikade,,” ujarnya.

Saksi lain dari  pasukan keamanan yang menjaga ketat untuk masuk ke kompleks mengatakan, Mesjid ini termasuk Zona Merah, karena termasuk kawasan kantor polisi dan kontra-terorisme di kota barat laut Peshawar yang sedang bergejolak,” kata polisi.

Sejumlah rekaman video diantaranya diunggah oleh  CGTNAmerica beredar di media sosial yang menunjukkan akibat dari bom bunuh diri di masjid Peshawar di Pakistan dirilis oleh polisi pada hari Senin, 30 Januari.

Dua pejabat dari Pakistan dan Taliban mengatakan ledakan itu adalah “balas dendam” atas kematian salah satu dari mereka, Khalid Khorasani, tahun lalu.

Lebih dari 60 orang tewas dalam serangan terbaru yang menargetkan polisi di kota barat laut ini.

Polisi mengatakan sedikitnya 170 orang terluka, banyak dari mereka dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Shebaz Sharif menyebut ledakan itu sebagai serangan b*n*h diri. Setidaknya ada 260 orang di masjid itu, tambah pejabat polisi Sikandar Khan.

Sementara, pihak Taliban Pakistan sekarang menyangkal tanggung jawab atas ledakan mematikan di sebuah masjid Peshawar terkait insiden itu menurut pernyataan baru oleh kelompok tersebut.

Ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya oleh dua anggota yang mengatakan serangan itu adalah “balas dendam” atas pembunuhan salah satu anggotanya tahun lalu.

Sementara dari pihak Pemerintah Amerika,
Misi AS untuk Pakistan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban serangan mengerikan di mesjid Peshawar pada 30 Januari.

Amerika Serikat mendukung Pakistan dalam mengutuk segala bentuk terorisme.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: