Bebaskan Jerinx SID!

  • Bagikan
jerinx

EDITOR.ID, Jakarta,- Hanya gara-gara mengkritik Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Drumer grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx SID dijebloskan ke penjara. Jerinx melontarkan pendapatnya bahwa organisasi dokter itu adalah ‘kacung’ WHO di akun resmi Instagram-nya pada 13 Juni 2020.

 “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan dites CV19. Sudah banyak buktijika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tesnya bikin stress dan menyebabkan kematian pada bayi/ibunya, siapa yang tanggung jawab,” tulisnya.

https://www.instagram.com/p/CBX5gdynuJm/?utm_source=ig_embed

Nasib Jerinx yang berpikiran kritis dan harus berakhir di bui ini membuat perbincangan hangat publik.

Dalam akun Youtube video klip lagu Superman is Dead berjudul “Sunset di Tanah Anarki yang diunggah, sejumlah netizen memberikan dukungannya kepada Jerinx.

Akun TAMPAN007 Official mengunggah kata-kata keyakinan dari Jerinx kenapa dia mengkritik IDI kacung WHO untuk membela ibu-ibu yang harus kehilangan bayinya.

” saya tidak apa di sel, asal tidak ada lagi ibu ibu yg harus kehilangan bayinya ” #JRXSID

Kemudian akun Raka Fg memberikan support ke Jerinx dengan memposting kata-kata di komen video klip Superman is Dead dengan lagu “Sunset di Tanah Anarki dengan kata-kata sebagai berikut :
I STAND WITH JRX
I PROUD WITH HER BRAVE AND HUMANITY
LONG LIVE “BLI” !!!!

Akun Caesar Rahmansyah mencuit Untuk siapapun yang membaca ini, jika kamu tidak sedang baik-baik saja. Semangat, aku tau kamu kuat, kamu pasti bisa melewatinya

Akun Bosrindo Energi2019 mencuit kata-kata : Raganya di penjara, namun teriakan perlawanan ada dimana mana.  #BEBASKANJRX.

Akun ridwan aje menulis postingan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno. Tetap Tabah dan Semangat JRX.

Akun Soembarang87 Chanell memposting komen : “Semakin saya Di musuhi Maka Semakin Besar pula api Saya untuk membuktikan Bahwa Kamu Sudah salah Menilai Saya!” -JRX

Polda Bali kini telah menetapkan Jerinx SID sebagai tersangka dan menjebloskan ke penjara gara-gara ia memposting judul : “IDI Kacungnya WHO”.

jerinx

Pria berusia 43 tahun didakwa melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Suami dari Nora Alexandra tersebut kini ditahan di Rutan Polda Bali sejak Rabu, 12 Agustus 2020 kemarin. Penahanan Jerinx merupakan buntut dari laporan yang dilayangkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali.

Laporan tersebut berawal dari ucapan sang drummer yang menyebut IDI dan rumah sakit adalah ‘kacung’ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penetapan Jerinx sebagai tersangka dibenarkan Direktur Reskrimsus Kombespol Yuliar Kus Nugroho.

’’Sudah ditahan hari ini (kemarin, Red) sekitar pukul 13.00–14.00 WIB,’’ kata Yuliar saat dihubungi awak media kemarin.

Syamsi menambahkan, Jerinx menjadi tahanan Polda Bali. Pasal yang diterapkan adalah pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) dan/atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP, sesuai dengan Laporan Polisi No LP/263/VI/2020/Bali/SPKT tanggal 16 Juni 2020.

’’Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,’’ jelas Syamsi melalui pesan teks.

Jerinx menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali melaporkannya atas unggahan di media sosialnya Juni lalu. Dalam unggahannya, Jerinx menyebut IDI dan rumah sakit adalah ’’kacung’’ WHO.

Jerinx dikenal sangat vokal terkait kebijakan WHO dan anjuran IDI dalam mengontrol persebaran Covid-19. Menurut dia, pandemi Covid-19 memuat skenario bisnis dan konspirasi. Jerinx juga turut serta dalam aksi masal Bali tolak rapid test/swab test sebagai syarat administrasi pada 26 Juli lalu di Lapangan Renon, Denpasar.

Sebelumnya, Jerinx menyampaikan permintaan maaf kepada IDI. Dia tidak berniat menyakiti perasaan anggota IDI dan meminta kritikannya ditanggapi secara jernih.

Setelah satu hari menjadi tersangka, baru-baru ini muncul sebuah petisi untuk membebaskan Jerinx. Petisi tersebut dibuat di platform change.org dengan judul ‘Bebaskan Jerinx dan Tahan Kacung Penilep Uang Rakyat!’, oleh akun bernama DPP Persadha Nusantara.

Berikut adalah deskripsi dari petisi ‘Bebaskan Jerinx dan Tahan Kacung Penilep Uang Rakyat!’ yang dibuat pada Rabu, 12 Agustus 2020 kemarin.

Kasus Jerinx SID yang menyoal “IDI Kacung WHO” begitu cepat direspon Polda Bali. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Cuitan kacung di tengah kasus pandemi Covid-19 untuk membela masyarakat kecil, memperjuangkan agar tidak ada lagi ibu-ibu hamil atau bayi yang meninggal karena syarat rapid tes sebelum melahirkan. Kini Jerinx yang membela mereka justru berada di balik jeruji besi.

Jika kasus Jerinx dengan cepat diproses kepolisian, bagaimana dengan kasus tokoh Ormas yang menghina pecalang di Bali, yang sudah berstatus tersangka, kasusnya tak berujung hingga saat ini?, Bagaimana dengan kasus pejabat negara yang diduga menganiaya staff masih bisa berleha-leha meskipun hasil visum sudah jelas?

Jika hanya karena cuitan kata kacung, Jerinx ditahan, maka masyarakat juga meminta keadilan hukum, agar seluruh kacung-kacung penilep uang rakyat dipenjara. Tidak ada lagi diskriminasi hukum, dimana pembela rakyat ditahan namun kacung sesungguhnya masih berkeliaran di tanah air.

Bebaskan Jerinx, tangkap para kacung penilep uang rakyat!

Hingga saat ini, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh sebanyak 52.204 partisipan.

jerinx

Praktisi hukum pidana Dr Urbanisasi menilai pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) dan/atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang dikenakan polisi adalah delik aduan.

“UU ITE ini delik aduan. Jadi kalau tindak pidana delik aduan itu harus ada pribadi yang dirugikan dan korban yang dirugikan ini harus melaporkan ke polisi, pribadi yang saya maksud legal standingnya perorangan, bukan badan hukum atau organisasi, jadi kalau Jerinx mengkritik organisasi maka dia tidak menghina atau mencemarkan nama baik pribadi, dia mengkritik organisasi,” paparnya.

Kasus yang menjerat Jerinx pun membuat istrinya ikut menjadi sorotan. Nora tampak selalu mendampingi Jerinx saat tengah menghadapi proses hukum yang dijalaninya.

Belum lama ini, perempuan keturunan Swiss-Bali itu mengunggah ulang posting-an netizen yang memperlihatkan dirinya sedang menggandeng Jerinx dengan tangan suaminya yang sudah diikat.

Usai mendampingi Jerinx di Polda Bali, Nora mencurahkan isi hatinya lewat sebuah unggahan Insta Story miliknya @ncdpapl pada 12 Agustus 2020 kemarin.

Menurutnya, ia tak mau menunjukkan kesedihan dihadapan sang suami. Pasalnya, Jerinx disebut sering mengkhawatirkan dirinya. “Saya tidak mau memperlihatkan sedih atau berlinang air mata saat tadi di depan suami saya, saya mau dia kuat, sebab dia selalu memikirkan saya,” tulis Nora.

Meski demikian, Nora mengaku tak kuasa menahan air mata saat tiba di kediamannya. “Tapi saat saya sudah pulang, air mata saya tak bisa dibendung, Nora kamu berhak menangis, suami saya biasa bersama saya, sekarang harus jauh,” tutupnya. (tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *