EDITOR.ID, Indramayu,- Hujan deras dalam dua hari terakhir di Kabupaten Indramayu menimbulkan banjir di sejumlah lokasi. Beberapa diantaranya diperparah akibat luapan sungai.
Di dekat wilayah kota Indramayu, sejak Selasa (19/1) pagi, banjir memutuskan akses jalan Desa Sindang menuju Blok Pecuk Desa Panyindangan Kulon.
Jalan utama yang juga digunakan untuk lalu lalang truk pengangkut sampah menuju TPA Pecuk tak bisa dilalui akibat banjir. Ketinggian airnya mencapai 80 centimeter.
“Banyak motor yang mogok karena nekat menerabas banjir. Sawah di sisi jalan berubah seperti danau,” ujar Katro (19) warga setempat.
Di wilayah kota Indramayu, banjir merendam sedikitnya 200 rumah di Blok Bungkul Barat Kelurahan Bojongsari. Permukiman di sana terendam air hingga setinggi 60 centimeter.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Indramayu, A Fatah, mengatakan banjir di Bojongsari terjadi akibat luapan Sungai Cimanuk. “Keadaan diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir ini,” kata dia.
Dalam perkembangan yang sama, banjir juga merendam ratusan hektare pesawahan serta puluhan kolam ikan di Desa Cibeber Kecamatan Sukagumiwang. Di wilayah tersebut penyebab banjir akibat luapan Sungai Cirenggon.
“Debit Sungai Cirenggon sangat besar. Seharusnya masuk ke Sungai Cimanuk. Tapi karena sipon terlalu kecil, maka terjadi luapan,” tutur Suwenda (56), warga setempat.
Di Kecamatan Tukdana, warga dibantu aparat kepolisian, TNI dan petugas kecamatan, bergotong royong memperbaiki tanggul Blok Bangsa Desa Rancajawat, yang ambrol tergerus air.
“Kami perkuat tanggul yang jebol dengan cerucuk bambu lalu ditimbun tanah dan tumpukan karung,” tukas Kapolsek Tukdana Iptu Iwa Mashadi.
Sementara dari Kecamatan Kertasemaya dilaporkan, Sungai Sindupraja meluap. Akibatnya puluhan rumah terendam serta belasan hektare sawah tenggelam. Terparah terjadi di Desa Kertasemaya dan Desa Jengkok. (Hendra Sumiarsa)












