Alih-alih menyelesaikan masalah dengan kepala dingin atau memaklumi kondisi si bapak, ketiga pria berseragam itu justru turun dan langsung “menghakimi”.
- Bapak tua itu dikepung oleh 3 orang oknum sekaligus, beliau dibentak-bentak dan dimarahi habis-habisan di pinggir jalan layaknya pelaku kriminal berat.
- Puncak dari arogansi tersebut terjadi ketika salah satu oknum meluapkan emosinya dengan menendang-nendang sepeda milik si bapak, padahal sepeda itu adalah alat utamanya untuk mencari sesuap nasi.
Warga yang melihat dan merekam kejadian ini merasa iba sekaligus geram.
- Publik menilai tindakan ini sangat tidak manusiawi, mobil yang lecet bisa dicat ulang, tapi hati bapak tua yang diinjak-injak harga dirinya di depan umum sulit untuk diobati.
- Seragam ASN yang melekat di tubuh mereka seolah tidak mencerminkan sikap pengayom, melainkan penguasa jalanan yang anti-kritik dan anti-senggol.
Kasus di Lampung ini menjadi tamparan keras bagi integritas ASN.
Oknum ASN “Gila Hormat” seringkali membuat lupa bahwa gaji yang mereka terima berasal dari pajak rakyat, termasuk mungkin dari pajak yang dibayar lewat keringat bapak pesepeda bambu tersebut.
Publik pun menanti sanksi tegas terhadap ketiga oknum ASN berseragam ini yang dinilai sok jagoan menghakimi lansia yang secara pisik sudah tak berdaya. (*)












