Jakarta, EDITOR.ID,- Putri Haji Isam, Liana Saputri dikabarkan memborong saham Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC). Dengan pembelian tersebut, kini jumlah kepemilikan saham Liana di KFC sudah mencapai 35 persen. Liana adalah putri dari pengusaha kaya raya Andi Syamsuddin Arsyad yang dikenal dengan sebutan Haji Isam.
Pembelian saham KFC ini dilakukan melalui perusahaannya PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). Pembelian awal sebanyak 15% saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) senilai Rp54,4 miliar dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC di Indonesia, pada 30 Juni 2025.
Pembelian ini memperkuat bisnis keluarga Haji Isam di sektor ayam olahan dan mempercepat ekspansi JAI, termasuk pembangunan peternakan ayam terintegrasi skala besar.
Direktur Fast Food Wahyudi Martono menjelaskan Shankara merupakan perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh putri Haji Isam, Liana Saputri. Shankara mengakuisisi hingga 35 persen saham JAI.
“Jadi pembelian saham yang dilakukan oleh PT Shanka yang di mana beneficiary, owner-nya adalah putri dari Bapak Haji Islam, maka PT tersebut membeli sampai dengan 35% saham PT Jagonya Ayam Indonesia,” ungkap Direktur Fast Food, Wahyudi Martono, dalam acara Public Expose secara virtual, Kamis (10/2/2025).
Menurutnya, JAI ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026. Anak usaha KFC tersebut saat ini tengah membangun integrasi peternakan ayam di Banyuwangi.
Wahyudi menambahkan setelah penjualan saham ini, KFC tidak berencana melakukan aksi korporasi serupa maupun akuisisi baru. Hal itu sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu lalu.
“Seperti yang kita nyatakan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, bahwa kita tidak berencana melakukan aksi korporasi yang bersifat akuisisi atau penjualan saham PT Fast atau penjualan saham anak perusahaan PT Fast,” ujarnya.
Berdasarkan catatan, penjualan saham JAI kepada Shankara efektif pada 30 Juni 2025. Saat itu, JAI melepas 15 persen atau sekitar 41.877 lembar saham baru Seri A dengan nilai transaksi sebesar Rp54,4 miliar.
Meski begitu, KFC masih menjadi pengendali utama Jagonya Ayam dengan kepemilikan saham 55 persen. Transaksi ini bagian dari strategi perseroan untuk mendukung ekspansi dan kelancaran operasional.
Manajemen menyebut pengalihan saham ini diharapkan memperkuat struktur pendanaan dalam tahap pembangunan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI ke depannya, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan pelaksanaan proyek-proyek strategis.
Pengalihan saham juga diharapkan mendukung struktur pendanaan JAI dalam pembangunan, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan sejumlah proyek strategis.
“Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali dari JAI,” tulis Manajemen Fast Food dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/7/2025).
Harta Kekayaan Anak Haji Isam
Haji Isam diketahui merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Adapun gurita bisnis yang dimiliki bergerak di banyak sektor, termasuk pertambangan, pelayaran, hingga perkebunan kelapa sawit dan sektor pangan lain.
Sejumlah bisnis tersebut diketahui dikelola oleh kedua anaknya, yang ikut menjadi pemegang saham di sejumlah perusahaan pengendali emiten yang terafiliasi dengan dirinya di Bursa Efek Indonesia.
Harta kekayaan dua anak pengusaha sawit crazy rich Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, ditaksir mencapai Rp 2,42 triliun. Harta kekayaan tersebut adalah yang terikat di saham emiten kelapa sawit Pradiksi Gunatama (PGUN).
Meski memiliki harta kekayaan yang fantastis, namun nyatanya angka tersebut berkurang signifikan atau turun 4,29 triliun dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
Lenyapnya harta Liana Saputri dan Jhony Saputra terjadi karena kinerja emiten milik mereka yang melempem serta aksi divestasi atas saham yang dimiliki oleh keduanya. Saham PGUN saat ini tercatat berada di harga Rp 550/saham dengan kapitalisasi Rp3,16 triliun. Harga tersebut telah ambruk nyaris 60%% dari titik tertinggi di Rp 1.350/saham dengan valuasi Rp 7,74 triliun.
Liana yang kala IPO PGUN 2020 lalu diketahui berusia 22 tahun, memiliki latar pendidikan terakhir Business Management and Leadership dari Santa Monica College, Los Angeles 2018.
Sementara itu, Jhony yang kala IPO JARR tahun lalu berusia 19 tahun, diketahui menamatkan masa sekolah menengah atas di SMA Al Azhar Jakarta Pusat, Jakarta Selatan pada 2018 ini juga menjabat posisi strategis di berbagai perusahaan lain dalam Grup Jhonlin milik Haji Isam. (*)












