Jakarta, EDITOR.ID,- Insiden penembakan yang dilakukan petugas Imgrasi di Minneapolis, Minnesota, Amerika terhadap ibu muda bernama Renee Nicole Good (37) memicu gelombang aksi demo besar-besaran di Minneapolis. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan agen federal. Petugas dilaporkan menggunakan semprotan merica dan gas air mata untuk membubarkan massa.
FBI telah mengambil alih penyelidikan kasus ini, sebuah langkah yang dikritik oleh pejabat lokal Minnesota karena menghalangi partisipasi penyelidik negara bagian.
Gubernur Tim Walz telah mengaktifkan Garda Nasional Minnesota untuk mendukung penegakan hukum lokal di tengah ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
Insiden penembakan terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, di Minneapolis, Minnesota menewaskan seorang ibu muda bernama Renee Nicole Good (37 tahun), seorang ibu dari tiga anak dan warga negara AS.
Renee ditembak di kepala oleh seorang agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) saat ia diduga mencoba mengemudikan mobilnya menjauh dari agen yang mendekat.
Video kejadian menunjukkan agen tersebut melepaskan empat tembakan ke arah kendaraan saat Good mencoba berputar balik untuk meninggalkan lokasi.
Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa agen tersebut bertindak membela diri (self-defense) setelah mobil Good diduga menabrak atau membahayakan nyawa petugas.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, dan Gubernur Minnesota, Tim Walz, mengecam keras tindakan tersebut. Frey menyebut klaim pembelaan diri itu “sampah” (garbage) dan memerintahkan agen ICE untuk segera meninggalkan kota. (*)












