EDITOR.ID, Jakarta,– Ini pelajaran berharga bagi anda agar jangan mudah tergiur rayuan investasi robot Kripto. Anda harus jeli dan pastikan anda berhubungan dengan lembaga yang dipercaya.
Jangan sampai anda mengalami nasib seperti Harto yang bernama asli Fisiharto. Warga Jakarta ini melaporkan manajemen investasi robot kripto Mark Ai ke Polda Metro Jaya. Dia melapor karena merasa dirugikan Rp 126 juta.
Laporan tersebut bernomor LP/B/5203/X/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. Fisiharto membuat laporan langsung ke Polda Metro Jaya hari ini, Rabu (20/10/2021).
Fisiharto mengatakan terlapor dalam kasus ini adalah Hindera selaku Direktur PT Teknologi Investasi Indonesia.
“Laporan ini atas nama saya, Fisiharto. Terlapor atas nama bapak Hindera,” ujar Harto alias Fisiharto usai membuat laporan di Polda Metro Jaya sebagaimana dilansir detikcom.
Fisiharto mengatakan pihaknya sudah melampirkan bukti serta menjelaskan kronologi kasus. Dia berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus ini. Karena jika praktek ini tidak dibongkar, modus Robot Kripto bisa menyesatkan dan merugikan masyarakat yang diiming-imingi keuntungan besar tapi kenyataannya dana tidak bisa ditarik.
“Harapan nanti pihak kepolisian bisa melakukan penyidikan lebih lanjut, untuk hal ini orang yang bertanggung jawab adalah pimpinan perusahaan agar bisa ditangkap dan diminta pertanggung jawabannya untuk kerugian yang telah didapat banyak member seluruh Indonesia,” ujarnya.
“Kita adalah korban investasi robot kripto yang saat ini sedang marak di Indonesia yang sudah berlangsung sebenarnya robot kripto ini mulai bulan Maret 2021,” ucapnya.
Dalam laporan tersebut, Fisiharto menyebut dirinya mengalami kerugian Rp 126 juta. Laporan itu terkait dugaan penipuan dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (1) juncto pasal 45A ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 3,4,5 UU TPPU.
Dia mengatakan layanan Mark Ai awalnya berjalan normal seperti investasi lain. Namun, katanya, layanan mulai kacau sejak 15 Oktober. Dia menyebut investor tidak bisa login dan website perusahaan error.
“Perjalanan Mark Ai sebenarnya sampai tanggal 14 Oktober 2021 itu masih berjalan normal, tapi tanggal 15 Oktober ada perubahan. Di mana Mark Ai tidak bisa dilakukan depo dan penarikan dana dengan alasan ditakutkan adanya dana ilegal yang masuk ke dalam Mark Ai,” tutur Fisiharto.
Dia menyebut pihak Mark Ai berjanji membenahi layanan. Dia menyebut layanan tetap belum normal hingga 17 Oktober.
“Dari Mark Ai sebdiri menyatakan akan kembali normal. Tapi kenyataannya kami tunggu belum ada perubahan, belum ada informasi lebih lanjut. Kemudian tanggal 17 Oktober siang tepatnya setelah makan siang, ternyata login untuk investasi ini tidak bisa diakses sama sekali. Keluar kode server error 504,” terangnya.
“Sesuai yang dijanjikan, ternyata tidak ada perubahan sama sekali dan teman-teman semua member sudah mengkategorikan ini adalah penipuan atau scam untuk investasi online,” lanjutnya.
Aset Kripto memang lagi naik daun belakangan ini. Banyak masyarakat yang trading dan investasi kripto karena dianggap menguntungkan. Salah satu yang menjadi keuntungannya adalah, bisa dilakukan tanpa batas waktu.
Namun hal ini bisa menjadi bumerang dan membuat investor atau trader khawatir karena pergerakan kripto yang bisa berubah-ubah dengan cepat.
“Bener sekarang banyak aplikasi robot atau AI untuk trading kripto,” kata Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo sebagaimana dilansir IDN Times, Kamis (16/9/2021).
Sutopo mewanti-wanti investor agar waspada terhadap fake robot yang ada di aplikasi kripto.
“Kalau fake robot itu biasa tradingnya menggunakan broker-broker tidak jelas. Sementara yang real robot akan menggunakan broker atau exchange yang sudah real dan besar,” ucap dia. (tim)












