EDITOR.ID, Indramayu,- Sosok Rh (26), mahasiswi asal Desa Rambatan Wetan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, pembunuh bayinya, dikenal pendiam. Di lingkungan rumahnya, Rh bahkan disebut-sebut gadis rajin yang berpendidikan tinggi. Namun semua kebanggan itu lenyap saat Rh harus tersandung kasus hukum seperti saat ini.
Selain orang tua kandung, ternyata ada orang yang berjasa membesarkan Rh hingga tumbuh menjadi gadis dewasa. Ia adalah nenek Int (70), kakak kandung orang tua Rh. Di tangan nenek Int, sejak kecil Rh diurus. Makanya nenek Int tahu persis bagaimana sifat Rh sesungguhnya. “Dia baik, pendiam dan rajin membantu pekerjaan rumah.
Kedekatan Rh dan nenek Int bahkan melebihi kedekatan Rh dengan orang tua kandungnya. Setiap kali pulang sehabis kuliah, Rh selalu mencari nenek Int. “Sudah seperti cucu sendiri. Dia dekat sekali dengan saya. Setiap bertemu Rh, hati saya senang,” aku Int, saat dijumpai di rumah Rh, Jumat (22/1).
Namun keadaannya kini berbalik. Nenek Int hanya sangat bersedih, bahkan menangis jika mengingat kasus yang tengah dihadapi Rh. Jauh sebelum peristiwa itu terjadi, nenek Int sempat berbincang dengan Rh. Ia mengaku curiga karena perut Rh kian hari terus membesar. Hanya saja setiap kali ditanya, Rh mengaku terkena penyakit kista pada rahim.
“Satu kali saya pernah mengelus perut Rh, ada benjolan. Tapi saya tidak tahu kalau ternyata sedang hamil. Saya percaya saja ketika ia bilang perutnya ada kista. Padahal penyakit kista seperti apa, saya tidak tahu sama sekali,” tutur nenek Int.
Tanya nenek Int terjawab ketika menerima kabar Rh ditahan polisi karena membunuh bayinya. Ia mengaku bagai disambar petir, dan sangat bersedih mendengarnya. Nenek Int tak menyangka Rh akan mengalami perjalanan hidup yang hitam seperti sekarang ini. “Saya terpukul, sedih dan belum bisa menerima kenyataan ini,” ujar dia.
Sekadar informasi, Kista Ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) wanita. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.
Diberitakan sebelumnya, Rh, mahasiswi asal Indramayu terjerat kasus hukum karena membunuh bayi yang baru dilahirkannya. Peristiwanya terjadi saat Rh sedang melaksanakan magang di RS Jiwa Soerojo, Magelang, Jawa Tengah.
Informasi yang diperoleh dari Polres Magelang Kota menyebutkan, Rh membunuh jabang bayi yang dilahirkan di dalam toilet asrama Putri Larasati, tempat tinggalnya di asrama komplek RSJ Soerojo di daerah Kramat Utara, Magelang Utara.
Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi pada 11 Januari 2021 lalu, sekitar pukul 09.00 WIB. Dilakukan pelaku Rh di dalam kamar mandi asrama. Ia membunuh bayinya dengan cara mencekik dan menyumpal mulut bayi dengan kapur barus (kamper) kamar mandi. (Hendra Sumiarsa)












