EDITOR.ID, Indramayu,- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan peringatan dini. Kali ini BMKG meminta semua masyarakat mewaspadai adanya multi bahaya di darat, laut dan udara.
Pernyataan itu disampaikan Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati, di Jakarta, baru lalu. Sesuai hasil prediksi, kata dia, cuaca ekstrem akan mencapai puncaknya di bulan Januari. Meski begitu, cuaca ekstrem juga diprediksi berkelanjutan hingga akhir Februari.
Latar belakang cuaca ekstrem inilah yang membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini kesekian kalinya. Peringatan kali ini disebut dengan multi bahaya bencana hidrometeorologi.
“Seluruh pemangku kebijakan harus terus melakukan mitigasi bencana yang tepat. Semua harus siap, tetap hati-hati dan waspada saat menghadapi cuaca ekstrem,” kata Dwikorta.
Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.
Ia menambahkan sejak Oktober 2020 BMKG telah memprediksikan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Kondisi ini memungkinkan terjadinya bencana di seluruh wilayah Indonesia saat ini.
“Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan,” tambah dia. (Hendra Sumiarsa)












